Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
I'm back?


__ADS_3

Happy reading


♥♥♥♥♥♥


Siang itu di taman begitu ramai nya pengunjung karna ini pun hari weekend membuat Nana semakin bahagia karna ramainya pengunjung disana, bahkan Nana sesuka hatinya pengurus suaminya sendiri kesana kemari membelikan makanan atau cemilan yang di jual orang disana, bagi Nana ini adalah kesempatan yang tidak akan terulang lagi seorang Al yang sebenarnya ketua mafia bisa Nana suruh begitu saja. memang cinta mengubah segalanya. (hehe)


"Sayang.. aku mau minum?" ucap Nana lagi


"yang tadi kan masih ada."gumam Al karna dirinya baru saja membelikan minuman dingin untuk istrinya itu


" kurang yang."ucap Nana sambil menahan senyum nya


"Kau tidak sedang mengerjakan aku kan?"Al langsung menatap tajam istrinya karna merasa dirinya sedang di permainkan oleh Nana, namun wanita itu dengan cepat langsung menggeleng kan kepalanya.


" Tidak."jawab Nana cepat


"Oke baiklah, tunggu disini, akan aku belikan." ucap Al sambil tersenyum kepada Nana dan Nana pun ikut membalas senyum suaminya.


Namun saat Nana sedang menunggu suaminya kembali, ternyata Al balik lagi menemui Nana "Eh ada apa? kok cepat sekali baliknya?" tanya Nana heran .

__ADS_1


"Masih ada yang mau di beli?" tanya Al supaya dirinya tidak harus bolak balik lagi


"Ehmmm... untuk sekarang sih ga ada, udah itu aja." ucap Nana sambil tersenyum


"Jangan berikan senyummu pada orang lain, cukup dengan ku,, paham." ucap Al sebelum pergi


"iya baiklah." jawab Nana


"Jangan pergi kemana-mana sebelum aku kembali, dengar?" Al kembali mengingatkan istrinya


"iya baik. " jawab Nana lagi sambil menahan senyum


"how many ?" tanya Al berapa total belanjaan nya itu yang ia beli dari kedai penjual manisan yang berada sedikit jauh dari taman tersebut.


"one hundred and fifteen thousand sir. " ucap penjual itu dan jika dirupiahkan total belanja Al pun sekitar seratus lima belas ribu rupiah.


"Do you have money sir?" tanya penjual itu kepada Al, karna dirinya baru buka toko sudah pasti belum ada pelaris kecuali Al makanya dirinya tak memiliki uang untuk kembaliannya.


"Take the change, excuse me." Al pun langsung memberikan kembalian dari pada uangnya tersebut kepada penjual lalu pamit pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Dijalan menuju taman Al tak henti-hentinya tersenyum sendirian sambil melihat kearah minuman botol yang ia belikan untuk istrinya itu, laki-laki itu seakan sedang pertama kali merasakan yang namanya cinta, bahkan ia seakan sedang berpacaran ala anak remaja dimana pergi weekend di hari libur.


Tak jauh dari arah Al dirinya bisa melihat Nana yang sedang duduk di taman sambil mengayunkan kaki nya yang bergelantungan, membuat Al kembali tersenyum bahagia namun disaat yang bersamaan Al dikagetkan dengan suara seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.


"Al." panggil seseorang dari arah belakang membuat langkah kaki pria itu terhenti seketika namun pandangannya terus kearah Nana tanpa membalikan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang berani memanggilnya itu.


Al hendak kembali berjalan dan melangkahkan kalinya namun lagi-lagi orang itu kembali menyebutkan nama nya dengan suara begitu serak namun terdengar cukup keras ditelinga Al.


"Al.. " panggil orang itu lagi membuat kali ini tangan pria itu bergetar


"Kau melupakan ku?" tambah orang itu lagi karna yang di panggil tidak sama sekali membalikan tubuhnya.


"Al... I'm back." ucap orang itu dengan nada bergetar membuat Al mencoba membalikan tubuhnya


Dan......


Bersambung.....


Tahan ya tahan 🤭🤭🙏🙏😉

__ADS_1


__ADS_2