Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Membawanya!!


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam itu setelah seorang pria datang di kerumunan dan bicara bahwa dirinya lah yang akan membayarkan kerugian yang Max minta kepada Nana. membuat semua orang menatap ke arah pria tersebut


"Tuan Al." Semua orang termasuk pengawal di club tersebut membungkukan setengah badannya memberi hormat kepada pria yang ia panggil dengan nama Al tersebut.


"Kekasih?" Max kaget dan tak percaya, max pun kembali menatap wajah Al sekilas lalu menatap wajah gadis bernama Nana itu yang hanya dia celingukan.


"Berapa kerugian mu atas gadis ini?" tanya Al lagi dengan wajah angkuh dan datar nya.


"Kau mau bercanda dengan ku Al?" tanya Max tak percaya


Al mendekati Nana dan langsung menggenggam tangan gadis itu


"Awsss... " Nana kaget karna tangannya di genggam seorang pria


"Ben urus ganti rugi nya, aku mau pergi." Al memerintahkan anak buahnya untuk menyelesaikan masalah itu sedangkan Al langsung pergi dari tempat itu dengan membawa Nana keluar dari dalam club.


Dan sampai diluar Al langsung menuju mobilnya dan ternyata sudah ada anak buah nya di sana yang berdiri berjaga-jaga.

__ADS_1


Saat anak buah Al membukakan pintu mobil. "Kau naik mobil lain, kemarikan kunci mobil itu." Al meminta nya dan anak buah nya itu hanya bisa menurut perintah sang Tuan.


Al langsung membawa Nana masuk kedalam mobilnya. "Tuan,, mau di bawa kemana saya? bisa turunkan saya disini saja? saya bisa pulang sendiri kok." ucap gadis itu sebisa mungkin bersikap tenang menghilangkan gerogi dan ketakutan yang berlebihan didiri nya.


Al tidak menanggapi ocehan atau perkataan Nana sama sekali, laki-laki itu dengan kecepatan tinggi membawa laju kencang mobilnya.


"Tuan pelan-pelan, saya masih muda." ucap nya lagi sambil menundukkan wajahnya


Al melihat sekilas wajah Nana dan kembali menyetir mobil nya.


"Sombong amat." ketus Nana yang mana berani ia ucapkan dalam hati


"Jangan mengumpat ku." Tiba-tiba Al bersuara namun tak melihat Nana sama sekali


"Dia bisa mendengarkan suara batin ku? good,, apakah ini bahaya atau apa?" Nana kembali cemas dan meremas tangannya yang ketakutan


Akhirnya mereka pun kembali diam dan senyam hanya suara mobil yang melaju yang terdengar namun tiba-tiba ponsel Al pun berdering pertanda ada telpon masuk.


"Tuan dia minta lebih, sepertinya dia memanfaatkan keadaan." ucap Ben dari balik telpon berbicara kepada Al sebagai tuan nya


"Habisi dia." dua kata itu keluar begitu saja dari dalam mulut Al membuat Nana yang tadinya diam menguping seketika.

__ADS_1


"Uhuuukk.. uhhhukkk... " Nana terbatuk mendengar ucapan yang sangat santai sekali di ucapkan pria di sampingnya itu.


"Mampus lah aku." Batin Nana memikirkan nasib dirinya


Ciiitttttt....


tak lama mobil pun mengerem dengan cepat tepat di sebuah rumah megah yang jauh sekali dari warga bahkan rumah mewah tersebut terlihat sepi seakan tidak berpenghuni.


"Tuan... mau dibawa kemana saya?" Lagi-lagi Nana bertanya akan nasibnya itu.


"Turun." perintah Al kepada Nana dan dengan wajah begitu takut namun tenang gadis itu turun dari mobil dan mengekori Al dari belakang.


Tak lama mereka sampai di pintu depan rumah itu dan Al pun menepukan tangannya dua kali


Prokk... prokk


Dan seketika pintu itu otomatis terbuka dengan sendirian.


"Oh good." Nana terperangah kaget


"Tuan tunggu." Nana menghentikan langkah Al dan laki-laki itu diam tanpa melihat Nana

__ADS_1


"Maaf tuan, tadi itu magic? apakah kau pesulap?"


Bersambung.......


__ADS_2