
Happy reading
🔥🔥🔥🔥🔥
"KATA KU PULANG MAKA PULANG, NANA." ucap Al
Deg.....
Seketika itu juga dada Nana sesak dan terasa sakit, semua orang kaget kalau sudah mendengar suara Al berteriak, jika sudah begitu marah nya tidak akan bisa terkontrol.
"Aku tidak mau." Nana tetap bersikeras untuk tidak mau pulang.
"Sayang, aku mau makan salad di rumah ibu mertua. kau sudah berjanji kan tadi." ucap Nana pelan dan kembali menagih janji suaminya untuk menepati apapun kemauan nya itu
"Al, biarkan Nana makan salad nya dulu disini. lagian Ivana sudah membuat kan nya jadi kalian bisa tinggal menikmati saja." ucap Nyonya Meeryana ikut bersuara namun detik itu juga Al menujukan jarinya kepada wanita yang telah melahirkan nya itu.
"Diam kau,,, berhenti bersikap baik seperti itu. aku bukan manusia bodoh," teriak Al memaki Meeryana dengan emosinya sedangkan Ivana hanya diam tak berani ikut campur jika ibu dan anak itu sudah mulai bertengkar, namun jika Ivana diam tidak dengan Nana seketika wanita itu langsung tersinggung melihat suaminya begitu kurang ajar kepada ibu mertua nya sendiri.
"Al... " teriak Nana begitu keras karna suaminya itu menatap tajam ibu nya sendiri, namun Al tidak mendengarkan apa yang di ucap akan istrinya
"Ku peringatkan pada kau ya." ucap Al mendekati ibunya namun Nana kembali teriak karna suaminya itu masih bersikap tidak baik rkoada mertua nya yang hanya diam
"Al sudah cukup,,, Al." pekik Nana namun Al tidak mengindahkan ucapan Nana sama sekali
"Aku bukan laki-laki lemah, aku bukan anak kecil... kau mau mengajarkan istriku apa disini? apa? kesetiaan? hahk?"tanya Al dengan matanya melotot
" Cukup Nak, cukup kita bisa bicara baik-baik."ucap Nyonya Meeryana hanya bisa bicara pelan jika anaknya itu sudah begitu marah dengan nya.
"Al sudah Al sudah,, please sayang jangan begitu." Nana berjalan mendekati suaminya
__ADS_1
"Kau mau menyakiti istriku karna telah menghadirkan dia disini? cih..." Al berbisik di telinga ibu nya.
"Ayo Nana kita pulang, minta restu mu sudah kan? sekarang pulang dan jangan ngebantah." ucap Al langsung menggenggam tangan dari istrinya dan memaksa keluar dari mension tersebut dengan amarah dan benci nya.
Mereka berdua sudah didalam mobil dan menuju pulang ke Mension kediaman Al Chapone , Al berkali-kali melirik kearah istrinya yang duduk disamping nya itu, Nana hanya memasang wajah cuek nya rak menghiraukan Al sama sekali, wanita itu masih sakit hati dan marah atas sikap dan perlakuan suaminya yang tidak begitu baik kepada wanita yang telah melahirkan nya itu.
Tak lama mereka pun sampai di Mension, bahkan mobil baru berhenti tanpa dibukakan pengawal Nan langsung turun tidak menunggu Al sama sekali dan langsung pergi masuk ke dalam Mension dan berlari ke arah kamar mereka.
"Nana, tunggu." Al pun mengejar istrinya namun Nana mengabaikan suaminya itu. tiba didalam kamar nans langsung masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaian nya dengan baku rumahan sedangkan Al sudah menunggu istrinya itu untuk bicara di depan pintu ruang ganti.
Setelah selesai berganti baju Nana pun keluar dari ruangan itu.
Ceklek...
Hampir kaget karna saat Nana membuka pintu suaminya sudah siap siaga untuk menahan dirinya.
"Nana, ayo kita bicara. atau kau mau makan di bawah?" ajak Al melupakan apa yang terjadi
"Minggir, aku tidak mau." ucap Nana langsung mendorong Al dan hendak pergi dari sana namun secepat kilat Al menahan tangannya.
"Kau tidak bisa mengabaikan aku seprti ini, Nana." Al yang biasanya tidak pernah di acuhkan siapapun seketika di acuhkan istrinya menjadi emosi
"Apa? kau mau marah? mau maki aku, silahkan." teriak Nana
"Sudah cukup, aku tidak ingin bertengkar dengan mu." Al mencoba kembali tenang dan tidak ingin ribut dengan wanita nya itu.
"Cukup apa nya? kenapa kau jahat sekali Al? kenapa?kenapa kau begitu kurang ajar kepada ibu mertua? kenapa?" tanya Nana berteriak
"Sudah cukup, Na. aku tidak ingin membahas nya." Al berusaha menahan emosi nya dari tadi namun Nana terus saja memancing dirinya.
__ADS_1
"Apa? apa? kenapa? apa karna kau seorang MAFIA? iya begitu? jadi kau bisa seenak nya? begitu?" ucap Nana lagi
"CUKUP NANA, CUKUP. KATA KU SUDAH, SUDAH." teriak Al
"Aku wanita, aku merasakan apa yang dirasakan ibu mertua, Al. aku merasakannya... kenapa au begitu egois hahk?" ucap Nana, dan saat itu juga Al mendekati istrinya bahkan sangat dekat.
"Kau mau tau? iya? kau mau tau kan?" tanya Al sambil matanya memerah karna amarah
"Ya, kau benar aku egois pria egois, aku MAFIA ya kau benar MERIANA SEAN." ucap Al dengan lantang suara nya.
"Kau wanita, ya aku tau... wanita perasaan begitu peka kan?" tanya Al lagi dan Nana hanya diam.
"Aku benci dengan wanita yang berselingkuh di saat ayah ku sekarat, Nana.. aku benci." ucap Al
"Aku iblis Nana suami mu ini iblis,memperlakukan wanita yang melahirkan nya dengan tidak baik dan kurang ajar, tapi apakah kau tau bagaimana wanita yang melahirkan suami mu itu menyakiti hati dan perasaan suami mu ini? apakah kau tau?" tanya Al
"DIA BERMAIN GILA DISAAT AKU SEDANG MENGURUS AYAH KU YANG SEKARAT NANA,DENGAN MATA KEPALA KU SENDIRI DIA MENGHIANATI AYAH JUGA AKU ANAK NYA, AL KECIL TERLALU MENDERITA."
Al lansung terduduk, kembali ingatan nya memutar di kepalanya "Al kecil terlalu disiksa oleh pria bejat itu, Nana.. Al kecil selalu menderita.. aku bukan orang baik." ucap nya dengan keringat yang sudah bercucuran di tubuhnya.
Saat Nana duduk mengimbangi suaminya seketika Al berbicara.
"Jangan dekati aku, pergi."Al lansung menutup telinganya dan memejamkan kedua matanya.
Bersambung....
Trauma masa kecil itu di sebagian orang bisa berdampak hingga dewasa ya 🙏🙏🥰💪💪💪
yuks support othor terus.
__ADS_1