Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Beli perhiasan


__ADS_3

Happy reading


🌱🌱🌱🌱🌷🌷🌷


Sore itu masih diperjalan menuju rumah pribadinya Al Chapone yang tadinya tidak bisa tenang setelah mendapatkan laporan dari anak buah nya yang berjaga di rumah tersebut akhirnya ia bisa berfikir dengan tenang bahkan ia berulang kali memutar sepotong vidio yang memperlihatkan Nana yang sedang memasak sambil mengomel-ngomel kepada Hollin pelayan dirumahnya itu.


Baju yang disediakan oleh pelayan di kamar Al khusus untuk Nana pun ternyata ia pakai dan memilih memakai drass biru selutut, entah mengapa wajah Al menjadi teduh jika melihat tingkah Nana yang selalu tidak sabaran dan suka-suka nya itu alias suka bar-bar sendiri.


"Berhenti di toko perhiasan." perintah Al kepada sang sopir andalan nya itu


"Baik tuan." ucap Mike, pria muda yang di angkat Al menjadi sopir pribadinya .


Tak lama mereka pun tiba di depan toko perhiasan "Kita sudah sampai Tuan?" ucap Mike sambil melepaskan sabuk pengaman di badannya.


"Belikan aku perhiasan satu sett yang harga paling mahal juga keluaran terbaru di toko itu." ucap Al bersuara datar kepada sopir pribadinya itu


"Baik Tuan."


sambil menunggu sopirnya keluar dari toko tersebut Al kembali memutar sepotong vidio di ponselnya dan lagi-lagi ia tersenyum bahkan senyum yang jarang sekali ia tampilkan.

__ADS_1


"Istri itu berhak atas suaminya." Kata-kata Nana di dalam vidio itu membuat Al geleng kepala.


"Ternyata dia berani juga? selain pinter bicara ternyata dia bisa masak juga." gumam Al kelingan tingkah Nana


"Permisi tuan, ini pesanan nya ." ucap Mike kepada Al yang asik sendiri tersenyum bahkan tak mendengar ucapan sopirnya sendiri.


"Tuan." panggil Mike lagi dan Al tetap tidak peduli, ia kembali tersenyum


Senyum tuannya itu membuat Mike takut, pasalnya selama ini Al atau Al Chapone tidak pernah sama sekali tertawa semenjak pergi nya wanita itu namun dirinya saat ini tertawa, membuat Mike benar-benar takut.


"Tuan... tuan., "


"Eh.. kau sudah datang." ucap Al


"Masuklah dan ayo pulang, saya sudah tidak sabar." ujar Al sambil mematikan ponselnya


"Tidak sabar?" Mike mengulangi kata-kata bos nya itu dengan pelan


"Saya rasa bos tidak sakit kan?" batin Mike bertanya namun ia kembali fokus menyetir mobil.

__ADS_1


Tak lama mobil yang di kendarai Mike juga ada Al disana akhirnya tiba di depan halaman rumah besar Chapone. semua pengawal dan pelayanan bagian depan sudah berbaris menyambut kedatangan tuan muda besar mereka yang baru tiba.


Al membawa paper bag sedang yang berisi perhiasan wanita di tangannya lalu ia turun dari mobil.


"Selamat sore Tuan." sapa seluruh pelayan dengan menundukan separuh tubuh mereka sedangkan Hollin yang melihat dari kejatuhan tuan nya datang semakin cemas bahkan wajahnya pucat.


"Oh astaga, mati aku.... tuan datang,Nona Nana kenapa kau membuat ku dalam bahaya seperti ini." Batin Hollin sambil mere mas tangannya yang sudah keringat dingin, karna Hollin tau jika tuan nya marah besar selesai sudah.


"Selamat datang tuan." Hollin langsung menghampiri Al sambil Hendak membawakan barang yang ada di tangan tuan nya


"Biar kan aku saja." ucap Al tidak ingin barang yang di tangannya di bawakan orang lain


"Baik tuan."


"Dimana wanita itu?" tanya Al kepada Hollin, dan jelas Hollin pun tau siapa yang di maksud


"Nona Nana sedang masak di dapur Tuan, kami sudah mencegahnya agar beristirahat saja di kamar mu Tuan, tetapi Nona." belum selesai Hollin bicara Al lebih dulu bicara sambil berjalan.


"Aku mau berdua saja di dapur, dan jangan ada yang ganggu kami di dapur, paham." ketus Al langsung berjalan ke arah dapur membuat Hollin diam seribu bahasa.

__ADS_1


Bersambung.....


Bantu support like dan vote othor ya 🙏🙏🙏🥰


__ADS_2