Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Bab 32 (Otw liburan)


__ADS_3

Happy reading


Negara A


Pagi ini dikediaman Al chapone semua pelayan disibukkan akan keberangkatan Tuan Muda mereka, padahal hanya liburan beberapa hari tetapi pelayan disana tak bisa diam saja, mereka semua di sibukan karna ini kali pertama tuan nya kembali untuk menenangkan fikiran dengan liburan.


Mereka tau betul jika Tuan mereka tak pernah mengenal lelah bahkan istirahat pun hanya beberapa jam itupun dapat dihitung.


"Ina, apa semua barang-barang Tuan dan Nona sudah kau cek kembali? apa ada yang kurang?" tanya Hollin kepada anggota pelayan yanga da dirumah besar itu.


"Siap cik, semua nya sudah saya cek kembali dan semuanya sudah lengkap." ucap Ina Sang pelayan.


"Baiklah, suruh sopir angkat koper ini ke mobil karna sebentar lagi Tuan rumah akan keluar dari kamar nya." perintah Hollin dan Ina pun langsung melaksanakan nya.


Jika di luar kamar semua pelayan disibukan akan barang apa saja yang akan di bawa Tuan mereka namun berbeda terbalik dengan pemilik rumah yang ada didalam kamar.


Mereka sedang sibuk dengan penampilan masing-masing "Suami, apa tidak ada baju yang lain di lemari ini?" tanya Nana masih memakai baju handuk nya


"Mana aku tau, kau pikir aku tidak punya pekerjaan lain selain mengurusi pakaian mu dilemari itu? itu semua Hollin yang urus, jadi jangan tanya aku." ucap Al dengan wajah tembok nya.


"Hollin juga kalau bukan perintah dari mu mana mungkin berani," Umpat Nana bersuara pelan namun ternyata Al masih bisa mendengarnya

__ADS_1


"Apa kau bilang?" ketus Al


"Aku bilang baju dilemari ini bagus-bagus, terimakasih." Nana langsung beralasan agar nyawanya terselamatkan dan ia segera berjalan menuju lemari untuk mencari pakaian yang cocok dengan nya sedangkan Al hanya memperhatikan gerak gerik wanita itu.


Al kembali memainkan ponsel nya sambil menunggu si lambat menggantikan pakaian nya. Nana sibuk memilih pakaian yang cocok menurut nya namun semua pakaian didalam lemari itu pun rata-rata sama semua hanya model dan warna saja yang membedakan, .


Tak lama Nana pun memakai pakaian yang ia rasa itu sudah cocok dan itu adalah pilihan terakhirnya.


Nana berdiri di kaca rias lalu memutar-mutar tubuhnya, belahan tengah baju belakang nya terlihat jelas memperlihatkan punggungnya yang putih bersih dan halus, Nana sedikit risih namun ia pikir mungkin ini cara pakaian orang-orang kaya, karna ia pernah melihat cara berpakaian kakak tirinya.


"Hey kenapa kau lama sekali?" Tiba-tiba Al mendekat namun Nana yang kaget Al datang langsung membalikan tubuhnya namun dengan tak sengaja kaki wanita itu tergelincir karna tumit di high heels nya yang begitu runcing dan


"Kau tak apa?" tanya Al, ntah darimana datangnya pertanyaan itu keluar begitu saja dari dalam mulut Laki-laki yang biasanya tak pernah memperdulikan orang siapapun itu.


"Aku.... " Nana menatap bola mata hitam Al, mereka berdua saling pandang


"Aku baik-baik saja kok suami." ucap Nana mencoba menjawab pertanyaan Al, namun ia memaksakan dirinya untuk berdiri namun saat hendak berdiri


"Aggghhhh." Lagi-lagi kakinya kesakitan, antara high heels nya yang kekecilan atau terlalu krap membuat ia kesulitan berjalan.


"Duduk disana dulu." Al membawa Nana ke pinggir ranjang lalu Laki-laki itu berjongkok dihadapan kaki istrinya itu dan dengan perlahan Al melepas kan High heels Nana

__ADS_1


"Awsss.... " ringis Nana karna di pinggir mata kakinya ada jejak memerah


"Sakit?" tanya Al menatap mata Nana dan ia hanya bisa membalas dengan anggukan kepalanya


"Tunggu disini sebentar." ucap Al lalu Laki-laki itu mengambil obat di dalam laci kecil yang ada id kamar tersebut.


Setelah mengambil obat berupa salep Al dengan perlahan meletakan kaki Nana di paha nya lalu mengoleskan saleb dingin tersebut di kaki wanita itu.


"Suami, biar aku saja.. aku bisa kok" Nana sungkan karna Al direpotkan oleh ulahnya.


"Diamlah." jawab Al


setelah memberikan saleb tersebut Al sedikit mengurut kaki Nana sehingga jeritan kecil kelaur dari mulut Nana.


"Aghhhh.... sakit."


"Ahhhhh.... " Nana yang menjerit Al yang salah tanggapan


"Diamlah Nana, kenapa kau membuat ku tidak fokus."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2