Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Robert Wijaya dan Nana


__ADS_3

Happy reading


*******


Acara begitu meriah disaksikan live secara langsung di TV nasional itu membuat hari terbahagia yang Nana rasakan, setelah melepaskan pelukan nya selama ini tak pernah Nana rasakan wanita itu pun berjalan untuk menemui suaminya kembali namun saat ia berjalan dirinya tak sengaja berpapasan dengan laki-laki selama ini ia sayangi tetapi terlalu sibuk dengan urusan dunia dan mengabaikan putrinya.


"Tunggu." lelaki tua itu menghentikan langkah Nana dan wanita itu pun langsung menghentikan langkah nya.


"Apa kabar, Nak?" tanya lelaki tua itu menatap penuh bangga akan wanita dihadapan nya itu.


"Baik." jawab Nana


"Apa kau baik-baik saja?" tanya laki-laki tua itu lagi kepada Nana


"Tuan Robert Wijaya." Nana menyebut nama papah nya itu membuat laki-laki tua itu melihat jelas wajah Nana.

__ADS_1


"Aku baik,dan selalu baik-baik saja." jawab Nana lagi dengan membuang pandangannya.


"Bagaimana kau bisa sampai di titik ini? maksud papa kenal dengan anak dari keluarga Chapone?" tanya Papa Nana lagi


"Sebenar apapun tingkahku, sebaik apapun prilaku hidupku, kebencian dari manusia itu pasti ada. jadi aku Meriana Sean tidak terlalu ambil pusing terus jalan aja." ucap Nana sambil menatap dua saudari tiri nya itu.


"Mungkin aku berjodoh nya semua ku, di abaikan kelaurga ku di pungut oleh suami ku." ucap Nana menyindir papa nya.


Saat papa dan anak nya itu berbicara tiba-tiba Merlin istri dari Robert pun datang menghampiri mereka. "Nana, sayang sekarang kau sudah bersuami ya dan lagi hamil,,, selamat ya sayang." ucap Merlin bermuka manis lebih ke penjilat bagi Nana yang melihatnya.


"Cih..." ucap Nana berdecih


"Saya tidak pernah memposisikan diri saya sebagai orang yang paling kuat, tapi jika ditanya saya kenapa? kalian ga perlu tau karna belum tentu kalian yang mental nya baik-baik saja ga akan bisa mengerti saya. sebagian orang ada yang mengerti tentang mental health seseorang, karna dia ada si posisi itu, namun banyak juga orang yang belum pernah merasakan cuma bisa berkata dengan perkataan nya saja."ucap Nana panjang lebar


"(Sabar aja, di luar sana banyak kok yang lebih berat masalahnya di banding kamu,) padahalsaya tidak butuh kata perbandingan." ucap Nana mencontohkan apa yang sering orang lain bilang padanya.

__ADS_1


Robert begitu malu akan perkataan putri nya yang begitu dewasa itu. "Jadilah pendengar ya baik papa untuk anak mu, bukan membandingkan masalah seseorang dengan yang lainlain, porsi kekuatan dan kesabaran orang lain itu beda-beda." ucap Nana pada akhirnya dan pergi dari hadapan orang tuanya.


"Permisi."


Nana pun kembali berjalan namun di hadang langsung oleh temennya "Cie.. yang udah baikan sama papah nya." ucap Keke menyindir Nana sambil tertawa


"Apaan sih ga ada Ke." ucap Nana


"Lah terus tadi itu apa?" tanya Keke kepo


"Bayangin ni ya kamu berdoa, Ya Tuhan hilangin beban orang tuaku, tiba-tiba kamu yang hilang... nah begitu lah yang aku rasakan."ucap Nana dan Keke pun langsung menahan tawa nya.


"Kamu harus berhasil dulu baru bisa dihargai, terkesan kejam. tapi dunia butuh pembuktian, Ke." ucap Nana pada akhirnya.


Bersambung...

__ADS_1


Nan tuh ya 🤭depan suaminya oon +oneng, tapi sok bijak di depan orang lain 🤣🤣🤭membagong kan


Bantu like komen dan vote ya sumpah othor dobel up hari ini 🙏🙏😇


__ADS_2