Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Pura pura bodoh (Skip)


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


Mansion Chapone.


malam itu saat Al memintanya Nana menolak dengan alasan perutnya tidak mendukung dan Al sebisa mungkin menahan gairahnya untuk tidak menyerang istrinya. iya tidur dengan memaksa kamu memejamkan matanya dan ternyata hari sudah pagi, a melihat istrinya sendiri tadi bergerak seakan gelisah tak apalah itu namun Al hanya diam.


Nana pagi itu yang sudah bangun kegelisahan tidak karuan lalu ia menatap wajah suaminya yang tertidur sekilas, sebenarnya ia tidak tega telah menolak suaminya malam tadi. Sesekali, Nana mirip ke arah jarum jam dan saat ini jam masih sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi namun Nana sudah bangun sedari tadi.


Nana hanya bisa berdiam diri di dalam kamarnya saja sejak 15 menit yang lalu'' is kok panas ya?'' gumam Nana sambil bergerak-gerak gelisah. sesekali Nana mendongkak, dia menatap ke arah AC di atas sana. suhunya normal seperti biasanya ia pakai namun yang ia rasakan hanyalah rasa panas gelisah dan lain sebagainya.


" astaga, kenapa Rasanya seperti ini, sih?" wajah Nana memerah hampir menangis. dan Nana mengatup rapat kedua pahanya saat merasakan sesuatu yang berbeda pada area intimnya.


"Ssssshhhh... oghhhh... " Nana beranjak dari atas ranjang meninggalkan suaminya sendirian yang masih tertidur kemudian turun dan melepaskan seluruh pakaiannya. Nana melempar asal, Iya juga turut melepas tali pengait miliknya. Sungguh, demi apapun Nana tidak berbohong.choco soft pink-nya terasa gatal, Nana tidak mengerti, wanita itu mendadak menginginkan sentuhan lebih.


tidak berhenti di sana, Nana juga turut melepas hot pants-nya berikut dengan ****** ********.


Basah!


Oh sial!


Apa sih yang terjadi dengannya saat ini?


"Al, Yeah. aku membutuhkannya. Astaga.'' nanas berteriak semakin menutup rapat kedua pahanya.


Nana melangkah menuju dan menaiki ranjang mereka lalu lanjut perjalanan dengan tubuh polosnya.


" Sayang... " teriaknya, wajahnya memerah. Nana terus bergetar.


Sementara Al, Iya sempat tersentak saat mendengar teriakan Nana. Ya paham, Al kembali menutup rapat kedua matanya.


Pura-pura tidur!


Licik sekali dia.


" sayang, bangun.'' Nana menyibak selimutnya, membuang asal ke atas lantai. wanita itu langsung mendaratkan bok ongnya di atas perut pria itu.


"Ughh.... Baby." Al tersentak, Ia membuka pejaman matanya dan pandangannya pun bertemu dengan tubuh polos istrinya itu dengan perut yang membesar.


Glek!


Al meneguk salivanya susah payah.bisa bisanya dengan keadaan hamil istrinya Masih kelihatan sangat seksi dan menggairahkan.


"Hey sayang, Apa yang kau lakukan?hm?" tenya Al pura-pura bodoh, ia menegakkan tubuhnya duduk hingga posisi Nana pun semakin bergeser.


" aku ingin bercinta, please?'' mohon Nana membuat seketika Al mendapatkan jackpot dadakan dari istrinya setelah apa malam tadi ia ditolak mentah-mentah.


"Wow.. keinginannya manis sekali.'' batin Al terkekeh puas melihat wajah istrinya tersebut.


" Malem nanti aja ya sayang ?"Al mencoba mempermainkan Nana.


Nana menggeleng kuat, wanita itu tidak setuju dengan pendapatnya.'' bercinta dulu please aku sudah tidak tahan.''


Sungguh, sebenarnya Al tidak tega melihat istrinya seperti itu pasti sangat menyiksa pikirnya.''ugh.. sayang dia berk edit, Aku menginginkanmu,Al."

__ADS_1


Nana menarik tangan Al lalu membawanya ke arah miliknya, Al semakin susah meneguk salivanya saat merasakan area itu mulai basah dan Al mengusap pelan, sungguh ya sangat merindukan bagian ini.


"Kau yakin sayang?apakah baby kita tidak keberatan atas keputusan mu ini?" tanya Al


Nana mengangguk cepat, sesekali wanita itu memejamkan kedua matanya saat merasakan jari suaminya menekan area sensitifnya itu''ugh... yeah, aku yakin."


"Lihat aku." minta Al sambil meraih tengkuk Nana sehingga istrinya itu pun langsung menatap manisnya.


" Aku tidak pernah memaksamu,hm?kau paham? kau yang menginginkannya, sayang.''


Nana hanya mengangguk saja, wanita itu tidak bisa lagi berpikir panjang."Please, touch mereka please?" Iya kembali memohon.


"Dengan senang hati, little baby. " balas Al, serak. ia menurunkan kedua kakinya hingga menapak di atas lantai. Al membenarkan posisi Nana dan membiarkan wanita itu duduk menyamping di atas pangkuannya, Al memberi isyarat agar Nana membuka kedua pahanya. setelah itu Al mulai menggoda inti Nana dan mengge sek pelan hingga dengan perlahan ia membenamkan jari tengahnya di dalam sana.


Sementara mulutnya, turut memberi sentuhan hangat di atas puncak bukit kembar Nana.


"Aghhhhh.... " Nana mende sah panjang, dia mendongkak sementara pinggulnya ikut bergerak, menyambut gerakan tangan Al pada intinya.


"Al sayang, ahhh... ahhh... " tubuhnya bergetar, Nana menekan lengan Al agar jemari semakin bergerak cepat sesuai dengan apa yang diinginkannya. sehingga tak membutuhkan waktu lama, Nana pun mendapat Puncak pertamanya.


Al melepas choco chip itu dari mulutnya, ia mengeluarkan jarinya dari dalam sana Lalu menatap Sayu wajah istrinya itu. Sungguh, Kau sangat merindukan wajah saya ini, di mana saat Nana berada di atas puncak gayanya seperti ini.


"Sudah cukup?" tanya Al


Nana menggeleng, tubuhnya masih terasa panas sementara miliknya pun juga masih berked ut. Nana masih menginginkan sentuhan, karena hanya dengan jari pun sepertinya tidak cukup membuatnya.


"Belum sayang, belum cukup. please."


tanpa banyak kata, Al menggeserkan tubuh Nana dan pria itu melangkah lebar menuju ranjang mereka ke tengah. Sungguh, Ia pun semakin tak kuasa menahan gairahnya.


senjatanya berdiri kuat, sehingga membuat Nana menatap takjub. Ugh, sungguh, dia pun sangat merindukan senjata itu, Nana rindu saat memanjakan nya.


"Kau serius ingin melakukannya, hm?" tanya Al kembali.


"Yeah... " jawab Nana sambil mengangguk pelan bahkan tubuh polosnya terus bergerak gelisah.


" tidak mau dipikirkan dulu?''


" Oh astaga, Aku menginginkanmu.sialan, Kenapa kau malah bertanya terus, sayang.'' Pekik Nana kesal merasa dipermainkan suaminya.


Al terkekeh sambil menggesekkan ujung miliknya pada celah basa itu.


" Jangan kurang ajar, sayang? kau berani membentak suamimu? berani sekarang?''


"Sayang, please." Nana memohon.


" Aku belum ingin melakukannya sebelum kau berjanji.'' ucap Al namun tetap menggesek pelan di bawah sana.


"Janji apa?" tanya Nana


"Berjanjilah, jika setelah ini kau tidak akan pernah meninggalkanku dan tidak akan pernah menolakku.Ayo, Baby Berjanjilah atau kita tidak akan melakukannya.''


" kau mengancamku?''pekik Nana


"Ya, Aku sedang mengancammu, kenapa? kau tidak suka?''

__ADS_1


" Aku... " Nana hanya membalas namun Al kembali melanjutkan kalimatnya.


" aku tidak peduli atas ketidaksukaanmu, Ayo berjanji. kau tidak...''


" aku berjanji, yah yah aku berjanji tidak akan meninggalkanmu.'' balas Nana


Al tersenyum puas


" kau bisa saja mengingkari janjimu,Nana. tapi hasil benih itu tidak akan bisa membuatmu pergi jauh dariku. aku yakin, kau tidak pernah punya pilihan selain bersamaku.''


Al mulai mendorong ereksinya. Sulit, sepertinya ada sesuatu yang menghalanginya.


Sssttttt.... Nana meringis dan Al lantas mengangkat pandangannya.


Al mulai menggerakkan pinggulnya dengan Gerakan teratur, Iya berusaha bermain dengan Lembur karena tidak ingin memberi pengalaman buruk saat bercinta bersama istrinya.


"Ahhhhhh... aahhhh... sayang." rintihan kesakitannya mulai tergantikan dengan desa han nikmatnya.


" ada apa, hm? katakan mau apa, baby?" tanya Al, ya terus menatap tajam wajah Sayu itu


setelah itu ia menegakkan tubuhnya lalu mengangkat pinggul nanas sedikit lebih tinggi dan mulai memberi hujamannya''oh... yeah... ahh.. sayang."


tubuh polosnya tersentak kuat, apalagi kedua gundu kannya yang terus bergoyang ke atas dan kebawah.


kamar itu mendadak panas, penuh oleh suara erangan dan desa han keduanya. bahkan tubuh Mereka pun sudah basah oleh peluh. menit Terus berlalu, album terus memberi hujaman kuat dan dalamnya sehingga membuat Nana mend esahh panjang, suaranya bergetar kalau Ia mendapat Puncak kenikmatannya.


Sesekali, Al menatap wajah Sayu itu, Iya tahu jika saat ini Nana mulai lelah meski istrinya itu terus saja mend esah.


"Kita sudahi aja, hm? aku tau istriku lelah."


Nana menggeleng, meski lelah namun ia masih ingin.'' kita bisa melakukannya nanti sayang.'' lanjut Al.


pria itu mulai bergerak cepat, sungguh Ya sudah tidak tahan untuk menahan pelepasannya lebih lama.


"Ah... ah.... sayang.... ah.. "


"Nana, ahhhh... shitttt! Baby..." Al menghentakkan pinggulnya beberapa kali, membiarkan cairan cintanya tumpah dan memenuhi rahim hangat istrinya. dengan perlahan, hal menarik senjatanya sehingga tak Ayal membuat nanah kembali meringis pelan. Perih.


Al berbaring di samping Nana dan membawa wanita itu masuk ke dalam pelukannya. keduanya sibuk menormalkan Deru nafas yang terkenal namun Al terus mendekap erat.


ia menjauhkan kepalanya lalu mengecup lembut kening wanita miliknya itu


"Terimaksih."


Nana mengangguk, wanita itu berusaha beringsut, mendekat butuhnya dengan pria itu. Al paham, Iya menarik pulang lalu memeluknya begitu erat.


" aku mencintaimu. "


Bersambung....


Vote


Vote


Vote

__ADS_1


othor ya 😍🙏


__ADS_2