
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Kerahkan semua anak buah mu, Ben. bila perlu lacak ponsel istriku." perintah Al yang berdiri di depan pintu mobil nya
"Baik tuan." Ben langsung mengambil ponsel nya dan mengubungi anggota nya.
"Agggghhhh... sial." teriak Al kesal dan menendang pintu mobil.
Laki-laki itu langsung masuk kedalam mobil untuk pulang ke mansion nya berharap jika Nana pulang ke mansion nya saat ini.
"Nana... Nana... Nana." Di sepanjang jalan Al kembali menyebut-nyebut nama Nana.
"Kenapa jadi begini,,, Nana.. please..." Ponsel istrinya itu aktif, Al yang memang mengambil nomor Nana dari Ben langsung menghubungi istrinya namun tidak di angkat sudah berulang-ulang kali.
"Please sayang, angkat.. biar aku jelaskan... Nana.. Nana.. please.. "
Tuttttt.....
Kembali nomor yang Al telpon tidka mengangkat nya dan tak lama Al pun tiba di halaman mansion nya dan sudah banyak para pengawal juga pelayan yang akan menyambut tuan nya itu.
"Bangsat kalian." ucap Al melihat seluruh pengawal nya yang ada di depan rumah nya itu
Al langsung turun dari dalam mobil dan menggebuki satu-satu anak buah nya.
Brukkk...
Brukkk...
Brukk...
"Sialan kalian, kerja apa tidur hahk?" teriak Al kepada para pengawal nya yang hanya menahan sakit di gebukin bos mereka tanpa perlawanan.
__ADS_1
Prakkk....
Al kembali memukuli wajah pengawal nya "Kau." tunjuk Al kepada salah satu ketua pengawal bagian Mansion nya itu.
"Kau tau berapa gaji mu sebulan? aku mengeluarkan uang ku lima puluh juta membayar orang payah seperti mu,, hahk?" maki Al begitu penuh amarah.
"Istri ku keluar dari Mansion ku tidak ada yang tau? tidak ada sopir yang mengantarkan nya,, Bajingann kalian semua.. keparatt." amarah Al tumpah begitu saja
"Kalian hanya orang-orang yang tidak berguna, paham kalian." teriak Al lagi lalu masuk kedalam Mansion
Semua pengawal merasa bersalah atas kelalaian mereka juga tugas mereka sedangkan Pelayan disana hanya bisa pasrah dan bergidik ngeri jika tuan nya sudah marah besar .
"Nana... Nana.." panggil Al dari lantai utama sambil melihat ke arah pintu kamar nya berharap istrinya itu keluar dari dalam kamar nya itu.
"Hollin.. Hollin... " Teriak Al memanggil kepala pelayan di Mansion nya itu, Hollin yang tau apa yang akan dia dapatkan dari tuan nya itu hanya bisa pasrah
"Saya, tuan." ucap Hollun mendekati tuannya yang sedang marah besar itu
"Mana Nana? apa dia pulang tadi?" tanya Al dengan matanya yang begitu merah, laki-laki itu sulit mengendalikan emosinya kecuali bersama wanita bernama Nana, Al dengan Nana entah mengapa tidak bisa marah bahkan emosi yang sudah di ubun-ubun pun tak sanggup ia keluarkan jika berhadapan dengan istrinya itu.
"Aiisshhhh... sudahlah."Al lagi-lagi harus mendengarkan alasan yang sama.
Namun saat Al hendak keluar dari Mansion nya tiba-tiba Ben menelpon agar Al kembali ke Mansion Nyonya besar dan Ben menunggu tuan nya itu di depan Pintu Mansion.
" Aku harap ini berita baik Ben."gumam Al lalu masuk ke dalam mobil nya untuk menemui Ben di Mansion ibunya.
Tak lama mobil Al pun sampai di depan pintu besar Mansion tersebut dan benar saja Ben sudah menunggu dirinya di depan pintu tersebut bersama anggota nya yang lain.
"Apa yang kau dapatkan?" tanya Al setelah turun dari mobil.
"Anggota saya masih mencari Nyonya muda tuan sampai saat ini." ucap Ben belum selesai bicara
"Bangsatt aku tidak butuh laporan basi mu itu, jika istri ku belum juga di temukan." ketus Al emosi dan hendak pergi meninggal kan Ben disana namun saat Al hendak melangkah Ben berkata.
__ADS_1
"Kau akan kaget tuan dengan siapa Nyonya muda bertemu kemarin." ucap Ben lagi
"Siapa?" tanya Al dan membalikan tubuhnya.
"Kami menemukan CCTV Nyonya muda di rumah sakit kemarin Tuan, dan ini."Ben memberikan rekaman tersebut kepada Al.
Saat melihat CCTV di ponsel Ben seketika rahang Al mengeras tangan nya mengepal dan mata nya membesar dan saat itu juga Al membanting ponsle tersebut.
trakkk....
ponsel itu pun pecah dan Al pun langsung menginjak nya. "KEPARATT." teriak nya dan Al langsung masuk kedalam Mansion itu dan mencari wanita tua yang tak lain adalah ibu nya sendiri.
Al langsung menodongkan pistol ke arah kening Nyonya Meeryana membuat semua orang disana kaget.
"Al jangan.," teriak Ivana kaget
"Kau... " ucap Al kepada Nyonya Meeryana yang hanya diam diperlakukan anaknya seperti itu
"BELUM CUKUP KAU MENGHANCURKAN PAPAH KU, HAHK?" Al begitu emosi dengan pistol ia pegang
"Al, cukup." teriak Ivana lagi, lalu Al melihat gadis itu sekilas
"PANGGIL ANAK MU ITU KEMARI JANGAN JADI PENGECUT, NYONYA MEERYANA." teriak Al lagi
"Apa maksud mu?" tanya Nyonya Meeryana
"Jika kau sayang dengan orak kepala mu itu bawa EL AGATA menemui ku." Ucap Al lalu pergi dari sana untuk mencari keberadaan bajingan kecil itu yang sudah bermain-main dengan nya.
Bersambung...
Al dan EL itu saudara tiri ya 😉Al keturunan Chapone dan EL keturunan dari keluarga Agata
Terimakasih yang udah begitu sabar menunggu author update
__ADS_1
jangan lupa follow ig author ya agar dapat notif dan perkembangan setiap episode (@yuliaputry03) 🙏🙏
Like, komen dan vote ya gays