Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Tidak bisa mengontrolnya lagi part 2


__ADS_3

Happy reading


Skip


skip


Skip


❤️❤️❤️🔥🔥🔥❤️❤️❤️❤️


“Bagaimana sayanh ? Enak kan..?” tanya Al menggoda istrinya ,Nana hanya diam dan membuang muka, tapi dari wajahnya, Al tahu Nana tidak menampik dengan apa yang ia ucapkan padanya. istrinya hanya membuang muka…. malu….


Al mulai menanggalkan seluruh pakaian yang ia kenakan. Kini iapun sudah tak mengenakan sehelai kain pun . Al naik ke tempat tidur dan merangkak menghampiri istrinya, sambil berbisik


“Sudahlah.yank…, tak perlu malu…., nikmati saja…. Apalagi yang kamu pertahankan dariku ? Semua bagian tubuh mu yang paling rahasiapun sudah


suamimu inijelajahi , bahkan istriku ini sudah mendapatkan puncak kenikmatan nya yang akhir-akhir ini jarang istriku dapatkan…” Kata Al mempengaruhi pendirian Nana dengan alasan sedari tadi lagi mengandung, sambil kembali merang sang istrinya dengan memberikan ciuman hangat pada bibirnya dan mere mas bukit kembar Nana yang tak membosankan untuk direm as dan dipilin-pilin.


Rupanya kata-kata Al mempengaruhi pendirian istrinya itu sehingga akhirnya dia membalas ciuman Al dengan sangat ganas dan bernafsu ditambah lagi bahwa dirinya memang sudah terbakar nafsu berahi setelah sekian lama Al berikan rangs angan-rangs angan yang mengantarnya mencapai puncak kenikmatan yang sangat hebat.


Ciumannya pada Al semakin panas dan menggairahkan, bahkan tangannya sudah berani mere mas dan bermain di senjata Al yang sudah sangat tegang. Akhirnya badan Al ia putar 180 derajat sehingga kepalanya yang berada


di atas menghadap milik istrinya dan wajahnya yang berada di bawah menghadap senjata Al.


ia rengkuh pan tatnya yang mon tok lalu kembali lidah dan bibir Al mempermainkan milik istrinya sekali lagi dengan cara yang berbeda. Kembali dia melenguh..


“Ouh….ouh…..Aku tak tahan…aku tak tahan…Ouhhh” erangnya.Tak Al pedulikan erangannya, Al terus menji lati dan mengh isap milik istri nya dan terkadang ia tusukkan lidahnya kedalam liang milik Nana yang beraroma khas. Gerakan pan tatnya semakin menjadi. Dan tiba-tiba Al merasa bibirnya mulai melu mat senjata Al dengan penuh nafsu.


Al melayang…dengan apa yang Nana lakukan sehingga bibir dan lidah Al diam bekerja…. Jila tan dan hisa pan pada senjata nya semakin bervariasi


“Ouhh….” Al pun melenguh nikmat..


Al takut. Bahwa pertahannannya akan bobol, maka Al konsentrasikan mengo ral kembali milik istrinya dengan ganas dan cepat. Dia menjerit…


“Aaah sayang…aku tak tahan……aku tak tahan.. masukkan…. Sekarang auh…”


Tak Al pedulikan permintaannya, Al semakin bersemangat meng*ral miliknya yang indah ini. Tiba-tiba badan istrinya menghentak menggulingkan tubuh Al kemudian dia bangun , memutarkan badannya , kemudian dalam posisi menungging dia mengarahkan senjata suaminya yang sedang berdiri tegak ke arah miliknya yang sudah sangat basah, lalu menekan pan tatnya ke bawah dan…


Blessshh….senjata Al mulai memasuki milik Nana perlahan-lahan. Mata Al nanar berkunang-kunang merasakan kenikmatan yang sukar ‘tuk


dibayangkan. Perlahan-lahan pan tatnya mulai turun naik, sementara kedua tangannya merengkuh pundak Al dari belakang sambil bibirnya dengan penuh nafsu menciumi dan menghisap bibir Al.


Gerakan pan tatnya semakin cepat, kepala sudah mulai terdongak sambil mengeluarkan nafas mendengus seperti orang orang yang sedang ‘pushup’


“Ehh..euh…hekks…hekss…euh…”


dengusan itu terus menerus keluar seiring dengan hempasan pant atnya menekan milik Nan sehingga senjata nya seperti diko cok-koc ok, dipelintir dan dih isap-hisa p dengan sangat nikmat. Mata Al terbeliak- beliak menahan nikmatyang tak terperi

__ADS_1


Merasa kakinya kurang nyaman, akhirnya istri nya itu meluruskan kakinya sehingga dia telungkup menindih tubuh suaminya. Tangannya masih meraih pundak Al sebagai pegangan dan gunung nya itu ia tempelkan pada dada Al. Kemudian kembali memaju mundurkan pant atnya agar miliknya dapat bergesekan dengan senjata dan senjata Al dapat keluar masuk hingga sampai ke pangkalnya.


Gerakannya semakin cepat, kedua kakinya mulai kejang-kejang lurus dan erangannya semakin memburu “ Ouh… hekss….heks…heks…”


Dan akhirnya…dia kembali menjerit panjang “Aaaaaahhhhkkkks……….”


Badannya kembali melenting terdiam kaku, mulutnya menggigit pundak Al dan kedua tangannya menarik pundak Al dengan sangat keras dan kaku, dan beberapa detik kemudian keluar helaan nafas panjang dari Nana seperti melepas sesuatu yang sangat nikmat…”Ouhhhhhh…”


Pan tatnya berke dut-ked ut, dan terjadi konstr aksi yang sangat hebat di


dalam miliknya yang Al rasakan sangat mencengkram kuat-kuat seluruh batang senjata nya dan diakhiri dengan ked utan-ked utan dinding milik Nana yang memijit sanjaya Al membuatnya diri Al melenguh menerima sensasi yang sangat nikmat dari milik istri nya ini.


“ohh….” Keluh Al.Ked utan pan tatnya makin lama makin melemah dan akhirnya tubuhnya ambruk menindih tubuh Al


Cukup lama Nana menikmati sensasi orga sme sambil telungkup lemas diatas tubuh suaminya,Kemudian mata terbuka menatap Al sambil berkata "sayang, kau membuat ku tak bisa berkata-kata“ katanya sambil mengecup bibir Al.


Sudah hilang rasa malu Nana pada suaminya . Al hanya tersenyum manis padanya sambil membalas kecupannya dengan menghisap bibirnya dalam-dalam.


Kedua tangan Al memeluk istrinya dan meletakkan telapak tangannya pada kedua pundaknya yang masih telungkup menindih tubuh Al. Lalu pan tat nya, Al gerakan keatas dan kebawah sambil kedua tangannya menarik pundaknya kebawah membuat senjata Al yang masih tegang menggesek dinding milik isterinya dan memberikan kenikmatan pada Al dan padanya. senjata Al dengan lancar keluar masuk liang milik Nana yang masih tetap sempit menjepit dan mere mas-re mas senjata nya dengan ketat. Sensasi kenikmatan mulai kembali menjalari seluruh urat syaraf nya dan Al pun mulai mendengus nikmat


“Ouhhh…ouhh…”


Akibat gerakan nya ini, membangkitkan kembali gairahnya yang baru saja mendapatkan puncak kenikmatan dan gesekan- gesekan ini memberikan kenikmatan- kenikmatan padanya sehingga akhirnya


pan tatnya kembali bergerak maju mundur dan keatas kebawah meraih kenikmatan yang lebih.


Dia kembali memompakan tubuhnya diatas tubuhku, dan gerakannya makin lama semakin cepat dan kembali erangan nikmat nya yang khas keluar dari mulutnya


“Ehh..euh…hekks…hekss…euh…”


Dan kembali mata Al terbeliak-beliak menahan nikmat.


Gerakannya semakin cepat, dan tak lama kemudian kembali kedua kakinya kejang-kejang lurus dan erangannya semakin memburu “ Ouh…hekss….heks…


heks…”


Dan akhirnya…dia kembali menjerit panjang “Aaaaaahhhhkkkks……….”


Badannya kembali melenting terdiam kaku, mulutnya menggigit pundak Al dan kedua tangannya menarik pundak suaminya dengan sangat keras dan kaku, dan beberapa detik kemudian keluar helaan nafas panjang darinya seperti melepas sesuatu yang sangat nikmat…”Ouhhhhhh…”


Pan tatnya berke dut-ked ut, dan terjadi kons traksi yang sangat hebat di


dalam milik istrinya yang Al rasakan sangat mencengkram kuat-kuat seluruh senjata nya dan diakhiri dengan ked utan-kedu tan dinding milik Nana yang memijit senjata Al membuat Al diri nya melenguh kembali menerima sensasi yang sangat nikmat dari milik istrinya ini.


“ohh….” Keluhnya .


Kedu tan pa ntatnya makin lama makin melemah dan akhirnya tubuh Nana kembali ambruk menindih tubuh Al untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Pencapaian kenikmatan nya yang ia dapatkan di atas tubuh Al , terus dilakukannya berulang-ulang, hingga akhirnya untuk yang kesekian kalinya dia benar-benar ambruk diatas tubuh suaminya dan tidak bisa bergerak lagi karena kehabisan tenaga.


Dia menggelosorkan tubuhnya disamping tubuh , sambil berbaring miring saling berhadapan dan berpelukan.


Al yang belum mencapai puncak, tidak ingin berlama-lama istirahat takut nafsuku surut dan senjatanya melemah, maka Al mulai menindihnya dan tangannya kembali mere mas-rem as bukit indah milik istrinya serta memilin-milin chochonchip warna merah muda istrinya itu yang menjulang menantang. Kemudian kembali bibir Al menciumi bibirnya dengan penuh nafsu.


Nafsunya bangkit kembali walaupun dengan tenaga yang masih lemah, tangannya meraih senjata Al dan diarahkan kedepan milik Nana, pahanya terbuka lebar memberi jalan pada senjata suaminya untuk segera menelusuri milik istrinya. Al mendorong pan tat istrinya begitu kepala senjatanya tepat berada di milik istrinya . Dan


Blessh…., senjata Al kembali menjelajahi milik Nana yang sempit yang sudah sangat basah milik istrinya ini dan “ouhh…” lenguh mereka berbarengan menahan nikmat.


Pa ntat Al mulai mengayuhkan senjatanya agar lancar keluar masuk menggesek- gesek dinding milik Nana yang selalu memberikan sensasi nikmat. Gerakan Al makin lama makin cepat dan berirama.


Pinggulnya mulai bergerak membalas setiap gerakann Al , sehingga lenguhan Al dan erangan nikmat dari terdengar saling bersahutan


“Ouh…ohhh…enak…banget…ohhhh…”


dengusnya..


“Auh…auh…makasih


sayang….ouh….nikmat…oh…” erangnya


Gerakan Al makin lama makin cepat dan keras tak beraturan sehingga terdengar suara yang cukup keras dari beradunya dua milik mereka


Plok…plok…plok…


Demikian pula dengan gerakan pinggulnya semakin keras menyambut setiap gerakan pa ntat suaminya ., sehingga bunyi beradunya semakin


keras


Plok…plok…plok…


Dan akhirnya mulut Al mulai meracau..”Ouh…yank…Aku …mau … keluar, aku mau… keluar ouh…”


Dan Nana juga meracau sambil menarik- narik tubuh suaminya dengan keras “ Ayo.. sayang… bareng… bareng…”


Dan akhirnya secara bersamaan mereka berdua menjerit bersahutan melepas nikmat mencapai puncak. Badannya dan badan Al melenting dan menjerit


“Aaaaahhhh….”


Dan …cret…cret…cret mayones kental


terpancar beberapa kali membasahi seluruh rongga milik istri nya ini dan dibalas dengan kontraksi dan kedu tan-kedut an yang hebat didalam milik Nana yang menandakan mereka mendapat puncak yang tak terlukiskan nikmatnya.


Lalu badan Al ambruk jatuh menimpa tubuhnya dan gelosorkan kesamping tubuhnya agar tidak membebani istrinya. Mereka berbaring sambil berpelukan dan merasakan sisa-sisa kenikmatan dengan mata terpejam dan nafas tersengal-sengal seperti habis berlari dikejar harimau.


"Love you sayang."

__ADS_1


bersambung....


othor ikut ngosngosan ngetik nya, jari terasa keriting 🙈🙈🔥🔥vote dong 🤭🤣


__ADS_2