Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Akhirnya.


__ADS_3

Happy reading


❤️💕❤️💕❤️💕


Malam itu semakin memanas dimana Al meluapkan emosi dan unek-unek nya selama ini, karna bagi mereka yang mengenal dirinya di dunia mafia, Mereka selalu berfikir hidup Al senang, hidup Al bahagia apapun yang ia mau bisa bahkan selalu dikelilingi orang-orang.


Setelah kakaknya meluapkan segala amarah nya El pun mendekati Al yang sedang berdiri dihadapan Nana. "Kau benar kak." Tiba-tiba El berbicara membuat Al membalikan tubuhnya menatap kearah El dan membelakangi Nana, sedangkan Nana diam mendengarkan nya.


"Aku merebut kebahagiaan mu, aku merebut ibu mu, aku merebut kasih sayang yang harus nya kau saja yang memilikinya." ucap El dan Al diam masih menatap wajah pemuda itu.


"Tapi kebahagiaan yang mana yang aku dapatkan? kasih sayang seorang ibu mana yang aku rasakan?" tanya El kepada Al sedangkan nyonya Meeryana diam dan menunduk malu, merasa bersalah akan anak-anaknya.


"Tidak perlu aku ceritakan tentang hidupku dan penderitaan ku, sudah pasti kau tak Kak, karna kau orang besar." ucap El dan memang benar adanya.


"Aku bahagia dilahirkan dari rahim wanita terpandang, dari rahim wanita dan dari keturunan keluarga kaya... tapi apa aku mendapat kan semua itu? jawabannya tidak, tidak kak." ucap pemuda bernama El itu.


"Dari aku lahir hingga besar, aku hanya di asuh oleh seorang pembantu dari keluarga Agata, aku diasingkan oleh keluarga kandung ku, sedangkan El kecil tidak tau salah nya dimana?" ucap El lagi mata pemuda itu sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, dia akan lemah jika membahas masalah hidup nya bersama keluarga kandung nya.

__ADS_1


"Aku diceritakan Bibi yang mengasuh ku bahwa kau AL CHAPONE adalah kakak ku, aku tidak percaya, aku kaget namun bercampur bahagia karna kakak ku orang terkenal dan ditakuti negara, tetapi." El diam dan menyekah airmata nya.


"Setelah besar El tau kak kenapa kau membenci ku, ternyata kesalahan orang tua membuat kau sangat membenci ku." ucap El


"Jika aku tau dari kecil, aku lebih memilih tidak dilahirkan kak agar kau tidak membenci diriku." ucap El dimana disana nyonya Meeryana sudah menangis dan Nana pun ikut menangis.


Mereka berdua adalah saudara satu ibu tetapi karna kesalahan orang tua atau biasa di sebut keluarga brokenhome membuat anak menjadi korbannya,.


Nana pun menarik tangan suaminya agar menatap dirinya "Sayang, kau disakiti seseorang yang kau inginkan dan kau, menyakiti banyak orang hanya untuk membuat mu pulih, termasuk El. dia tidak salah sayang, dia hanya korban. dia hanya anak yang dilahirkan dan dihukum atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan." ucap Nana kepada suaminya yang masih diam mematung.


"Kakak ipar gak papa kok," ucap El


"Tolong jangan paksa aku lagi." ucap El sedikit mengeraskan suaranya lalu menatap semua orang satu persatu.


"Berhenti paksa aku mengerti semua orang. mengerti mama, papa, kakak, keadaan. aku juga mau dimengerti, Mengapa harus aku yang selalu mengalah? padahal hatiku juga sudah sangat terluka, biarkan kali ini aku meluapkan semua. jangan paksa aku mengalah lagi, karna ini sungguh menyesakkan hatiku."ucap El berteriak.


"Sekali saja? aku sangat lelah." ucap El lagi.

__ADS_1


"Kak Al, kau boleh membenci ku tapi apa boleh aku memeluk mu? sekali saja, aku merindukan itu semua, apa boleh?" Pinta El dengan berani kepada Al di hadapan semua orang, ditolak atau tidak El memberanikan dirinya, namun yang El dapatkan Al hanya diam, sedangkan Nana sudah mencoba memberi kode dengan memegang tangan suaminya untuk mengabulkan permintaan El tersebut.


"Apa boleh?" tanya El lagi.


"Aku janji setelah ini pergi jauh dari keluarga ini, apa boleh?" tanya El


"Oke, aku sudah dapat jawaban ku.. aku pamit permisi." ucap El pasrah dan melangkahkan pergi kaki nya dari hadapan semua orang namun saat hampir ia di ujung pintu Al melangkah dan berjalan mendekati El lalu Al memegang leher El seakan ingin mencekik leher pemuda itu, "Agh... " El sedikit kesakitan dan Al langsung memutar tubuh El menghadap dirinya


"Lihat aku." ucap Al kepada El dan melepaskan tangannya dari leher El.


"Kau ingin memeluk ku kan? ingin memeluk Al CHAPONE kan? maka lakukan." Al langsung melebarkan tangannya.


El kaget , matanya berbinar dan berkaca-kaca bagai mimpi disiang bolong. "Ayo." ucap Al lagi


El langsung memeluk Al begitu erat nya dan Al pun memeluk El dengan erat nya "Kak, Terimakasih." ucap El masih memeluk Al sedangkan disana semua orang ikut terharu.


"Jangan terimakasih, kau pantas mendapatkannya.. kau adik ku El."

__ADS_1


Bersambung...


Like, komen dan Vote ohtor receh ini ya 🙏🙏🥰


__ADS_2