Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Otw Bandara


__ADS_3

Happy Reading


🌹🌹🌹🌹


Setelah percakapan konyol Nana kepada Hollin gang memang tak paham maksud Nana akhirnya mereka menyudahi karna Ben asisten Allah sudah memanggil Nana untuk masuk kedalam mobil dan jangan membuat bos nya kembali menunggu karna akibat nya nanti akan menjadi fatal.


Karna Nana yang hanya memiliki satu nyawa hanya bisa mengekori Ben dari belakang dan masuk kedalam mobil dan langsung dian tak banyak bicara seperti tadi ia begitu bahahia tersenyum kepada Hollin.


"Apa yang kau bicarakan?" tanya Al tanpa melihat wajah Nana


"tidak ada." jawab Nana namun percayalah jawaban seperti itu tidak membuat Al menjadi puas


"Ben, suruh dia berkata jujur." perintah Al membuat Nana kaget


"Nona, Tuan hanya ingin kau menceritakan apa yang kau ceritakan kepada Hollin sehingga kau begitu lama didalam sana tadi, tapi jika kau tidak mau bicara aku bisa memutarkan kembali rekaman CCTV di ponsel ku." ucap Ben dengan suara biasanya ia menjelaskan dengan Nana sedangkan Al hanya mengotak atik ponsel nya.


"What?" Nana langsung kaget dan melihat ke arah Ben dan kemudian langsung emkiagat kearah Ak yang begitu santai nya sedangkan dirinya sudah berkeringat dingin karna juka CCTV nya di putar sudah pasti dirunya mendapatkan masalah besar karna tadi sudah beraninya membicarakan suaminya sendiri kepada orang lain tepat nya menggosip kan Al CHAPONE.


"Bagaimana, Nona?" tanya Ben sambil mengambil ponselnya

__ADS_1


"Ah ya tidak perlu, biar aku sampaikan." Nana langsung menarik nafas nya panjang


"Ehmm... suami tadi aku cuma ngobrol biasa kok sama bibi Hollin soalnya dia lucu," ucap Nana sebisa mungkin meyakinkan Al agar tak menatapnya curiga.


"Terus?" tanya Al


"Ya terus, aku memuji dirimu yang memang jarang marah sama pelayan dirumah... hehe" ucap Nana sambil terkekeh


"Kau berani bersandiwara juga Nona." batin Ben hanya menggelengkan kepalanya.


"Ohoo... "Al hanya ber O saja seakan pecaya dan tidak namun ekspresi nya tetap lah sama.


"Baik, Tuan." jawab Ben dan langsung menjalankan mobil menuju bandara.


"Bibi Hollin yang baik, terus dia tu rajin bahkan sudah ku anggap seperti keluarga ku sendiri." coba cerita kan yang lain, kenapa sedari tadi itu itu saja yang kau ulang-ulang.


Al mulai merasa jika Nana mempermainkan dirinya.


"Kau masuk kandang macan Nona, jadi berhati-hati lah dalam memilih perkataan mu." batin Ben sambil melirik Nona nya itu.

__ADS_1


"Ehmm....aku bilang gini juga, kalau ada yang nyariin aku bilangin aku ga nyariin dia." hcap Nana sambil mikir keras


"emang ada yang nyariin kamu?" tanya Al sebenarnya ikut terhibur


"ga ada sih." jawab Nana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Pupptttssss." Al langsung menutup mulutnya.


"Nana juga sering nanya kediri Nana sendiri suami,." ucap gadis itu sambil mobil membawa mereka berjalan


"Apa?" ucap Al


"Sering nanya ke diri sendiri, sebenarnya bakat yang Nana punya itu apa? suka heran." ucap nya murung


"puppsssttt.... kau ini ada-ada saja." gumam Al kepada Nana sebenarnya laki-laki itu hendak tertawa namun images nya jauh lebih berharga bagi seorang Al.


"Dan percayalah, menangis tanpa suara itu nggak kedengaran." ucap nya lagi namun seketika Ben yang lebih jawab duluan


"Lah... emang."

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2