Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Melihatnya hanya ada benci.


__ADS_3

Happy Reading


♥♥♥♥♥


Pagi ini Nana sedang di sibukan menyiapkan pakaian suaminya untuk pergi dan dirinya pun tetap selalu belajar apa saja tugas seorang istri.


"Mau sarapan di bawah atau aku bawakan ke kamar?" tanya Nana kepada Al yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang laki-laki itu.


"Sarapan di luar aja nanti." ujar Al karna pagi ini ia harus buru-buru pergi


"Apakah aku nanti boleh pergi sebentar?" tanya Nana dengan begitu hati-hati agar suaminya tidak marah


"Mau kemana?" tanya Al sambil mendekati istrinya


"Aku mau menemui teman ku keke, aku mau berkunjung ke kost nya dia, apa boleh?" tanya Nana lagi.


"Pergilah." Al mengijinkan nya


"sayang, apa kau punya uang. nanti aku mau belanja sama Keke,boleh?" ucap Nana lagi


"Jangan tanya uang dengan ku Nana, ambil ini." Al pun memberikan card untuk istrinya belanja, Lagi-lagi Nana selalu menganggap dirinya tidak punya uang, namun Al sebisa mungkin menahan emosinya.

__ADS_1


"Apa ini bisa aku gunakan?" tanya Nana


"Ya." jawab Al


"Apa menggunakan kata sandi atau pasword dan semacam kode-kode gitu." tanya Nana lagi


"Tanggal pernikahan kita." jawab Al tanpa melihat istrinya sibuk memasang jam tangan , bukan tidak mau Al meladeni Nana karna seketika itu juga laki-laki itu tidak bisa mengendalikan dirinya jika menanggapi semua pertanyaan konyol istrinya itu.


"Tapi aku tidak ingat tanggal berapa?" ucap Nana lagi


Pletakkk.....


"Makanya jangan konyol, ini." Al pun mengambil dompet dan dan menunjukan sebuah foto kecil pernikahan mereka dan tertera tanggal disana.


"Hehe... sorry,, ya udah aku ingat sekarang, apa kau mau pergi sekarang? apa mau aku antarkan ke depan?" tanya Nana lagi dan Al pun menganggukan kepalanya.


"Ehm..." ia hanya menjawab dengan berdehem.


"Baiklah, sudah siap? ayo turun." Nana pun membawakan tas kecil suaminya itu dan mereka berdua pun turun dari kamar itu, namun disaat mereka berdua turun di lantai bawah semua orang sudah kumpul hendak menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya mereka, di banyaknya Pelayan dan pengawal yang berdiri ternyata Ivana pun ikut menghadiri di barisan mereka.


Al begitu tegap dan tegas nya berjalan, betapa gagahnya laki-laki itu bahkan penampilan maskulin sekali tak heran jika banyak wanita tergila-gila kepada nya dan Nana salah satu wanita beruntung bisa berada di samping Al chapone.

__ADS_1


"Mobil sudah siap, Tuan." ucap Ben mendekati Tuan nya yang baru saja sampai di lantai bawah.


"Ya." jawab Al, Al pun melirik keseluruh pelayan dan pengawal nya lalu melihat wanita yang tak begitu asing baginya, Al melihat Ivana entah kenapa hati nya selalu ingin marah jka mengingat bagaimana wanita itu pergi dari nya dan mempermalukan dirinya waktu itu, tanpa kabar dan datang hanya secarik kertas yang dia berikan, mengingat itu membuat Al yakin bahwa apa yang dia pilih saat ini adalah pilihan yang tepat.


"Aku pergi dulu, hmm." Al melihat Nana lalu berpamit pada istrinya


"Ya baiklah, ehm... Hati-hati sayang." ucap Nana sambil menciumi punggung tangan Al dan memberikan tas yang di tangannya kepada Ben sang asisten suaminya.


Akhirnya mereka pun pergi dan berpisah di Mansion tersebut.


Al sedang fokus dengan ponselnya sedangkan Ben sibuk menyetir. "Tuan, apa boleh saya bicara?" tanya Ben


"Aku sedang tidak ingin membahasnya Ben." Seakan tau apa yang akan di bicarakan anak buah nya itu, Al langsung menolak nya.


"Baik Tuan." Ben pun hanya bisa kembali diam dan kembali menyimpan kedalam saku celana nya benda yang ia pegang tadi.


"Biar aku selidiki sendiri." batin Ben begitu yakin.


Bersambung.....


Bantu dukung like dan Vote othor ya 😭😭🙏🙏🙏terimakasih ☺☺🥰

__ADS_1


__ADS_2