
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
pagi itu dua orang suami istri itu benar-benar kelelahan akan percintaan mereka, Nana benar-benar dibuat kualahan oleh suaminya namun Nana tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Al karena disini dirinya lah yang memulai duluan dan meminta dan memaksa Al.
"Sayang... jam berapa?tanya Nana yang masih terbaring ditempat tidur.
Al pun mencoba bergeser dan perlahan melihat ke arah jarum jam besar yang ada didinding kamar nya itu " Jam sepuluh sayanh."ucap Al
"Hah?" kaget Nana langsung membuka matanya dan mencoba untuk duduk namun kesulitan dikarnakan perutnya yang besar.
"Aghhhh.''
"Perlu bantuan?"tanya Al
" Pake nanya, ayo bantu angkat."ketus Nana
"Galak banget yang." ucap Al pelan namun Nana masih bisa mendengar nya.
"Lagian jadi laki ga ada peka-peka nya, malahan pake nanya." ucap Nana dengan wajah cemberut dan mulut menggerutu.
"Iya.. iya... maaf." ucap Al, Akhirnya drama pagi itu pun selsai dan Al juga Nana pagi itu sudah dengan pakaian rapi dan satu koper baju untuk tinggal di rumah mertua nya.
"Eh... kok besar kali koper nya yang? kamu membawa semua ya pakaian ku dilemari?" tanya Nana di ruang tamu saat mereka hendak menuju mobil.
"Disana bukan hanya ada baju mu yank, baju ku juga." jawab Al santai lalu kembali membawa koper itu dan menyuruh pelayan untuk meletakan di dalam mobil nya.
"Loh... loh... apa kau juga akan tinggal disana?" tanya Nana kaget.
"Tentu." jawab Al singkat
"loh, kenapa?"
"Ngapain aku dirumah ini jika istriku tidak ada? ayo kita berangkat nanti kesiangan." ucap Al membuat Nana masih berfikir panjang.
"Iihhhh.. ternyata suamiku bisa bucin juga, tuh... contohnya mau ikut juga." senyum Nana
"Emang bener kalau udah bucin mau dinasehati orang se-Indonesia ga akan masuk ke otak." kekeh Nana lagi
__ADS_1
"Bucin kau, Bucin Kan?" ucap Nana kepada suaminya yang sudah jalan meninggalkan nya lebih dulu keluar Mansion.
""""""**""""""
Disisi lain tepatnya di Mansion nyonya Merryana, dua orang yang baru saja berbaikan itu antara ibu dan anak selama puluhan tahun ini , kini mereka tak ingin menghabiskan waktu yg tersisa dibuang-buang saja.
"Mah, ini masak apa?" tanya El kepada mamah nya.
"Ini adalah menu dan makanan tiap kali mama ingin masak dan ini makanan favorit mama." ucap Nyonya Merryana
"Salad?"ucap El
" iya."
"Kamu mau coba?" tanya Mariana kepada anaknya itu sambil memegang semangkuk salad dan ingin mrnyodorkan kepada El.
"Tapi El nggak suka itu mah." ucap nya langsung menutup mulut rapat-rapat
"Ini salad sayur, seger dan sehat. ayo cobain dulu." Mah Meeryana memaksa El untuk membungka mulutnya.
"Ayo... aaaa... " bagaikan seorang mama yang sedang menyuapi anaknya yang masih kecil yang hendak makan dan El yang tadinya menolak seketika membuka mulutnya.
Hap
"Gimana? enak?" tanya Mama Meeryana kepada anaknya
"Emhhh... biasa aja." ucap El
"Aaaaa.... lagi mah." ucap nya yang mana mah Meeryana seketika itu juga tersenyum.
"Tadi bilangnya biasa aja tapi lagi... ayo sini... aaa." ucap mah Meeryana dan mereka berdua disana tertawa dan bahagia bersama.
"Egeemmm... egemmm... " Tiba-tiba Nana menyadarkan mah dan El. dan seketika itu juga Meeryana dan El langsung melihat siapa yang datang.
"Nana?"
"Kakak ipar?"
dua orang itu kaget akan kedatangan Nana dan juga beserta suaminya.
__ADS_1
"Bahagia banget ya? terus kami di lupain." ucap Nana sedangkan Al yang baru saja menyusul istrinya masuk hanya memasang wajah seperti biasa, cuek.
"Eh... sayang, kau mengunjungi ku? ayo sini gabung."ucap Mama Meeryana kepada menantunya itu.
" Terimaksih mah, Nana mau gabung juga."ucap Nana
"Sayang, ayo kita kesana juga." ajak Nana kepada Al dengan membalikan badanya menghadap ke arah Al.
"Hmmmm." jawab Al
"Senyum sayang senyum, kalau mau cemberut ngapain ikut tadi." ketus Nana memarahi Al membuat Al kaget akan sifat istrinya baru-baru ini yang begitu mudah marah, sedangkan Mama dan El menahan tawa mereka.
"Iya.. iya... yank." ucap Al menurut saja
saat Nana hendak berbalik untuk berjalan menuju kearah Mama mertuanya kakinya hampir terkilir "Awssss.... "
pekik Nana dan semua orang kaget.
"Nana."
"Sayang."
"Gak papa kok... hehe." Nana terkekeh
"Makanya yang tadi kan udah aku bilang jangan pake sendal itu, pake aja sepatu atau sendal yang ga ada tumit nya, nanti kek gini kan." ucap Al
"kalau aku pake sendal ga ada tumit nya, aku tu pendek banget kalau jalan sama kamu, jadi suka-suka aku lah."ketus Nana dengan wajah masam.
" Ya.. ya... mana suka mu lah, dasar lemah."gumam Al pelan mengatai Nana lemah namun ternyata Nana masih bisa mendengar ucapan suaminya itu.
Nana kembali membalikan tubuhnya menghadap Al lalu sedikit berteriak ia berkata
"Jangan bilang istri lemah ya, buktinya obat kuat diciptakan untuk para suami, CATET."
"hey." Al kaget dan langsung menutup mulut Nana
bersambung.....
Vote
__ADS_1
vote ya 🙏🙏😉