Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Welcome to Amsterdam


__ADS_3

Happy reading


♥♥♥♥♥♥


Setelah perdebatan masalah gorengan selesai bahkan restoran yang ada di dalam pesawat itu menjadi serba sibuk pasal gorengan ulah Nana yang tadinya hanya ingin mengerjai suaminya saja. Namun Nana sejak kejadian di pesawat itu ia tidak berani banyak bicara bahkan meminta yang aneh-aneh.


"Suami, aku mau tidur.. boleh?" tanya Nana karna sedari tadi dirinya bosan dan mulai mengantuk melihat suaminya yang sibuk dengan leptop nya.


"Kemarin kan kepala mu." Perintah Al agar Nana merbaring menyandar dipundak nya.


"Tidak perlu, aku bisa tidur dengan bantal ini aja kok." tolak Nana agar tidak menyusahkan Al karna dirinya takut lagi-lagi membuat masalah baru.


"Suami," Nana kaget karna Al langsung merangkul tubuhnya dan membawa Nana masuk kedalam pelukan nya.


"Tidurlah." ucap Al sambil mengusap-usap punggung Nana dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya sibuk memainkan laptop yang ada di dekatnya itu.


Nana tadi nya risih karna ia tidak pernah selama ini di perlakuan seperti itu bahkan kini ia merasakan ada yang beda, jantungnya selalu bergetar jika Al selalu mendekati dirinya apalagi sampai menyentuh tubuhnya, Dan Akhirnya Nana pun terlelap dalam pelukan suaminya yang nyaman juga wangi, Al melirik sekilas wajah Nana lalu kembali fokus dengan laptop nya.


Tiga jam kemudian.......


Welcome to Amsterdam.....


Pesawat yang dinaiki Al juga Nana sudah mendarat di Negara Belanda atau lebih tepatnya keberadaan mereka sekarang adalah di ibukota Belanda yaitu Amsterdam.


Dan Amsterdam lah tempat dimana Al memilih untuk mereka liburan. Tak bisa di bayangkan oleh Nana, dirinya yang notabene nya juga anak orang kaya namun tidak pernah sama sekali pergi ke LN atau luar negeri.

__ADS_1


Namun kini, setelah keluar dari bandara dan naik mobil yang sudah di atur oleh anak buah Al, Nana didalam mobil tak henti-hentinya menganggumi keindahan kota tersebut.


"Suami, kita beneran ada disini kan?"tanya Nana langsung melihat wajah Al


" Ya."jawab Al singkat, jelas dan padat.


"Wah.. amazing... " Nana berseru gembira


"Berarti nanti Nana bisa makan Kroket, S peculaas, Patatje oorlog, Stroopwafel, Frikandel,Roti dan Kari di restoran Suriname... boleh kan?" Nana didalam mobil tak henti-hentinya mengingat makanan yang ia ketahui khas Amsterdam itu


"Kau tau semua makanan populer itu? apa kau sudah pernah juga memakannya?" tanya Al sambil menatap Nana dengan memicingkan matanya


"Tidak, aku tidak pernah memakannya namun setiap negara aku mengetahui makanan apa saja yang ter-enak dan terhits di setiap Negara mereka." ucap Nana yang memang benar adanya.


"Jangan mempermainkan aku Nana, dan jangan ragukan uang ku, paham."ucap Al mengingatkan Nana agar tidak meragukan kekayaan dirinya.


" Baikah."gumam wanita itu pelan.


"Eh... ini kita mau kemana?" tanya Nana sedikit heran karna mobil yang membawa mereka masuk kedalam sebuah Mall besar di kota Amsterdam


"Kau bilang mau liburan kan?" tanya Al dan Nana langsung menagnggukan kepalanya begitu yakin


"Mari kita mulai dari sini, kau bisa belanja sepuasnya disini." ucap Al begitu meyakinkan Nana dengan nada bicaranya pun ia turunkan sedikit.


"Beneran?"

__ADS_1


"Iya."jawab Al


"Thank you." Nana begitu bahagia nya dan berterimakasih kepada Al


"Katakan, apa yang ingin kau beli di dalam nanti?" tanya Al sudah begitu senang karna Nana berani bilang terimakasih kepadanya, mendengarkan kan itu saja berulang-ulang membuat Al begitu bahagianya .


"Suami boleh aku pegang tangan mu sebentar?"Nana bukannya menjawab pertanyaan Al namun dirinya balik bertanya sambil meminta izin


" Lakukan."ucap Al mengijinkannya, dan Nana pun langsung menggengam tangan Al begitu erat lalu mata nya menatap mata Al dan dari mata dagangnya Al pun balik menatap Nana.


"Kau adalah satu-satunya nya laki-laki yang meratukan aku seperti ini... terimakasih... love you." ucap Nana seakan yang sedang bicara itu adalah hatinya bukan mulut nya.


Deg.....


Bersambung.....


Bonus Visual Al dan Nana


Al Chapone, irit bicara bertubuh kekar dan angkuh.



Meriana Sean , gadis cantik mungil namun pecicilan + norak.


__ADS_1


__ADS_2