
Happy reading
♥♥♥♥♥
Hari ini hari terakhir Nana dan Al berada di Amsterdam atau biasa di sebut ibukota Negara Belanda tersebut, dan Nana tidak akan menyia-nyiakan hari terakhirnya dinegara itu, ia akan membuat momen dimana mereka suatu hari nanti sulit untuk melupakan tempat ini jika tidak bisa untuk kesini lagi.
"Aku mau ke taman, apa boleh?" Nana merengek dihadapan Al yang sedang menghisap rokoknya di balkon kamar mereka itu.
"Suami, gimana?"tanya Nana lagi karna Al tidak merespon dirinya sama sekali.
" Mau apa?"tanya Al mematikan rokoknya dan menatap istrinya itu.
"Mau ke taman, aku bosan.. apa boleh?" ucap Nana lagi menampilkan senyum manis nya
"Jangan menggoda ku." gumam Al mengalihkan pandangan nya ke arah lain .
"Tidak," Jawab Nana cepat dan kembali membiasakan wajahnya karna kalau tidak Nana sudah pasti tau apa yang akan dilakukan suaminya itu padanya nanti.
"Mau ke taman?" tanya Al lagi sambil menaikan alis nya menatap Nana
"Iya, bolehkan?" kembali bertanya onyol kepada suaminya itu
"Aku mau ke taman asalkan." Al kembali seakan sedang berfikir keras mempertimbangkan permintaan istrinya itu membuat Nana takut akan tidak mau nya Al.
__ADS_1
"Asalkan apa? aku akan memenuhinya dengan kemampuan ku, katakan?" ucap Nana begitu semangatnya, karna benar wanita itu bosan hanya dikurung suaminya di dalam kamar hotel itu
"Asalkan... ehmmm...mulai saat ini kau harus memanggilku dengan sebutan sayang, kalau mau sih, gak juga gak papa." ucap Al sambil berjalan masuk kedalam kamar dan hendak kemabli berbaring ketempat tidur nya.
"Ehhh... eh... tunggu,, baik lah aku setuju." Nana berteriak menyetujui permintaan suaminya itu
Al langsung membalikan tubuhnya dan mendekati Nana, semakin dekat sehingga Nana mundur ke belakang namun ia berpapasan dengan tembok kamar itu dan membuat dirinya hanya bisa menunduk .
"Setuju apa?" tanya Al.
"Setuju Sayang." jawab Nana begitu lantang nya
"Katakan lagi."
"Sayang." ucap Nana
"Sayang." jawab Nana begitu sabar nya
"Lagi." Al seakan sedang mempermainkan istrinya
Nana yang sudah tidak bisa menahan emosinya pun mendekatkan tubuhnya dan menempelkan badannya ke tubuh kekar suaminya itu.
"Sayang... sayang.... sayang... sayang, gimana? masih kurang?" ucap Nana membuat laki-laki bernama Al Chapone itu yang biasanya irit bicara apalagi tersenyum namun mendengar istrinya emosi seperti itu tanpa sadar Al tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
"Pupppssssttt.... Hhhhh... Nana kau lucu sekali... puppsssttt." Al langsung menutup mulut dengan tangannya sangking begitu lupa diri akan jati dirinya membuat Al lepas tawa begitu saja.
Namun disaat Al tertawa bahagia disana hanya Nana yang merasakan ada yang aneh dalam diri suaminya itu "Sayang, kau kenapa?"Nana ikut bertanya
" Kau lihat aku lagi apa... hhh?"tanya Al masih cekikikan
"Tertawa." jawab Nana
"Betul... berarti suamimu ini sedang tertawa, sedang bahagia." jawab Al kembali mengingat wajah Nana yang tadi sehingga dirinya kenbali tertawa.
"Owh... aku heran aja, ku kira kau tidak bisa tersenyum yank.. hehe." jawab Nana sambil terkekeh berharap di tuan tidak langsung ambil hati dengan omongan nya itu.
"Ya sudah, ayo kita ke taman, mau ke taman kan?" ucap Al langsung menggenggam tangan Nana
"Iya"
"Ya udah ayo." Al kembali menarik tangan Nana
"Oke-oke." akhirnya setelah perdebatan konyol itu selesai mereka kini sudah berada di dalam mobil dan sudah otw menuju taman yang di inginkan Nana istrinya.
Dan tak lama mobil yang di kendarai Al juga Nana di dalam nya tiba di sebuah taman di kota Amsterdam yang begitu mewah juga indah. dan mereka berdua pun bergegas turun.
"Wah.... bagus banget." gumam Nana begitu mengagumi pemandangan di depan mata nya itu, namun setiap gerak gerik Nana tak lepas dari pandangan Al.
__ADS_1
"Kau hanya milik ku Nana.,"
Bersambung.....