
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Setelah selesai berbicara didalam mobil dan Nana mendapatkan jawaban nya akhirnya sepasang suami istri itu pun masuk kedalam Mansion mereka dan langsung masuk ke dalam kamar dan mereka pun langsung mandi setelah selesai mandi mereka berdua sibuk dengan kesibukan masing-masing dimana Al yang sibuk dengan ponselnya sedangkan Nana sibuk menyisir rambutnya yang panjang juga basah.
Al melihat kearah istrinya "Kau kenapa sayang?" tanya Al kepada Nana, pasalnya Al merasa aneh sendiri melihat istrinya sedari tadi senyum-senyum sendirian ga jelas seperti itu.
"Aku? aku gak papa kok yank." jawab Nana sambil tersenyum
Al pun berdiri lalu mendekati Nana dan memegang rambut istrinya itu dan membelai nya lembut "Katakan, senyuman mu itu kenapa?" tanya Al menatap wajah Nana dari pantulan kaca didepan nya.
"Aku sangat bahagia suamiku mengijinkan aku tinggal bersama ibu mertua ku sampai lahiran." jawab Nana lalu berdiri menghadap Al
"Karna kau meminta nya mana akan aku kabulkan."ucap Al
" Kenapa begitu?"tanya Nana
"Karna kau istriku." jawab Al
__ADS_1
"Oh begitu." jawab Nana
namun saat mereka sedang asyik bicara tatapan mata Al sibuk melihat ke arah baju yang Nana pakai di mana kondisi perut yang sudah membesar " kenapa pakai baju kayak gitu? kan Itu bajunya sempit, nanti baby kita nggak bisa bernafas, Ayo tukar.'' ucap all tidak suka melihat Nana memakai baju yang memakai celana karena dengan kondisi istrinya sedang hamil besar itu ia tidak ingin anak dalam kandungan istri itu kenapa-kenapa dan tidak nyaman akan baju yang dipakai istrinya.
" tapi bajunya nyaman kok,Yang.'' jawab Nana membantah perintah dari suaminya itu.
"Cepet tuker."ucap Al lagi namun Nana tidak bergerak dari hadapan nya sama sekali membuat Al menarik nafas panjang nya.
" Huhffss." Al pun berjalan ke arah lemari pakaian lalu mencari baju yang pas dan nyaman untuk Istrinya tidur malam ini.
setelah mendapatkan baju yang ia inginkan Al bergegas mendekati Nana kembali'' pakai baju ini.'' Al langsung memberikan baju itu ke tangan Nana.
"Daster?" tanya Nana membuka lebar baju yang diberikan suaminya tadi
"Nyaman banget loh sayang pake baju itu, iya kan?" ucap Al sambil tersenyum
"Yank, aku tu paling kesel kalau tidur pake daster, iya sih adem nyaman cuman pas bangun-bangun kek korban pencabulan." ucap Nana sambil mengerucut kan bibirnya.
"Gak papa di cabul suami sendiri." jawab Al begitu santainya membuat Nana melotot kan matanya lalu pergi dari hadapan Al untuk ganti baju yang ia pakai.
__ADS_1
tak lama main apa yang keluar dari ruang ganti dengan memakai baju daster pilihan suaminya berbahan kain seperti tisu tersebut, Al melihat Nana dari ujung kaki hingga ke atas kepalanya, walaupun perut istrinya yang membesar Nana benar-benar terlihat begitu seksi dengan memakai baju daster tersebut bagi Al.
Nana mendekati suaminya namun Allah langsung menghentikan langkah istrinya itu, Kenapa ada jendulan dibalik baju seperti itu? kau tidak memakai b ra mu? kau ingin menggodaku?'' Al langsung menuduh Nana yang bukan-bukan .
"Aku tidak menggoda mu tapi.... " belum sempat Nana membela diri Al langsung mendekati Nana dan mendorong pelan istri nya ke atas ranjang mereka.
Al menatap begitu Intens wanita yang ada berada di bawah kungkungannya itu, Al hanya bertumpukan dengan kedua lengannya hingga jarak wajah mereka sangat begitu dekat, sedangkan badannya sudah begitu dekat.
Nana Terkesima saat mendapatkan ciuman ganas dari suaminya, apalagi saat ini dirinya sedang di bawah kungkungan Al. sebagai manusia yang sangat normal dan Wajar saja jika dia akhirnya mulai menikmati ciuman ganas Al yang tadi .
"Kenapa kau diam? bukan nya kau telah berhasil menggoda suamimu dengan tubuhmu itu?"tanya Al dengan menyeringai "Laij kali jangan pernah coba-coba membangunkan yang dibawah."
"Tapi aku nggak menggoda mu, sayang." jawab Nana
namun Al tidak memperdulikan alasan yang Nana berikan kepadanya dan Al langsung kembali membungkam bibir istrinya itu, bibir Nana yang begitu manis setiap kali menginginkannya, Al lagi-lagi kembali mencium bibir Nana dan Nana merasakan kembali desakan benda lembut itu di bibirnya, dia membuka kembali mulutnya membiarkan lidah itu masuk ke dalam rongga mulutnya. sampai akhirnya mereka begitu sangat menikmati ciuman itu. Al menangkup tengkuknya untuk memperdalam ciuman itu, sementara Nana mempererat pelukan nya ke leher suaminya .
mereka berhenti sebentar mengambil nafas dan saling menatap dalam-dalam, kembali mereka melanjutkan percumbuan itu kembali dan saling tukar saliva, saling membelikan lidah mereka. mereka kembali teringat bagaikan orang yang sedang melakukan malam pertama mereka.
"Boleh aku melakukan nya?" Al melepaskan ciuman nya lalu menatap Nana dan meminta ijin.
__ADS_1
Bersambung.....
Vote othor ya 🥰😊