Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Nana kenapa?


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah hal konyol yang mereka bicarakan kini ke empat orang tersebut sedang makan siang mereka direstoran China tersebut. Nana memilih banyak diam dan fokus mencicipi semua makanan yang ada di meja tersebut dari pada ia ngebanyol membuat dan mengganggu orang yang sedang makan disana.


"Mau lagi?" Al memberikan makanan yang sedari tadi Nana makan dan memberikan kedalam pikir istrinya kembali namun tiba-tiba.


"ehhmmmm... mmmmmm.... mmmm.. " Nana merasa tenggorokannya tidak enak dan tiba-tiba


"Hueeekkk... ehmmm... hueeekkk..." Nana seketika itu juga muntah dan berdiri mencari toilet.


"Aku mau .. huekkk.. ke toilet." ucap Nana kebelakang restoran itu mencari toilet meninggalkan suaminya juga asisten dan Keke.


"Ada apa ini?" ucap Al wajah nya ikutan cemas dan seketika amarah nya memuncak, Al berdiri dan memberikan perintah


"Ben, cek makanan ini. jika ada apa-apa kepada istriku, hancurkan tempat ini." perintah Al dengan wajah sangar dan langsung mengejar Nana, Keke disana ikutan cemas namun tidak bisa berbuat apa-apa.


Ben langsung berdiri dan mencari manager restoran tersebut,Ben tidak bisa diam saja kalau terjadi apa-apa kepada nyonya muda nya.Keke pun ikut berdiri dan mengikuti Ben untuk mencari tau juga akan apa yang terjadi.


Sedangkan di toilet Nana tak henti-henti nya ingin muntah dan Al yang di luar toilet menggedor gedor pintu itu agar istrinya membukakan.


Prakkkk....


Prakkk....


"Nana, buka pintu nya... Nana... buka." teriak Al begitu kesal karna tidak bisa masuk kedalam toilet dan melihat langsung apa yang terjadi pada istrinya itu.

__ADS_1


Al pun mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu tersebut namun saat hitungan ke tiga Nana pun keluar dari dalam toilet dengan wajah nya yang habis ia basuh dengan air.


"Huhhfffssss." Al melihat istrinya keluar dari dalam toilet dan seketika ia menghembuskan nafas nya dengan lega.


"Apa kau baik-baik saja? ada yang sakit? dimana? sayang katakan?" ucap Al begitu cemas akan terjadi sesuatu kepada istrinya itu, wajah Nana yang pucat juga diam nya Nana membuat Al semakin yakin bahwa telah terjadi sesuatu pada istrinya itu.


"Sayang, katakan yang mana sakit?jangan diam begini." Al langsung memegang pipi Nana dan membersihkan bekas air yang masih ada di pipi istrinya itu.


"Apa kau menangis? perut mu masih mules?" tanya Al lagi namun Nana hanya menggelengkan kepalanya.


Brakkkk...


Al tiba-tiba menendang kotak sampah terbuat dari besi itu dan sampahnya pun berhemburan membuat Nana kaget akan sikap suaminya itu yang tiba-tiba marah.


"Sial." teriak Al dan mengusap wajah nya dengan kasar.


"Akan ku hancur kan restoran tak berguna ini, istriku sampai sakit perut..." dengan wajah memerah Al kendal pergi mencari pemilik restoran tersebut namun seketika tangannya di tahan Nana.


"Jangan bohong, aku tidak akan segan-segan menghancurkan siapapun yang menyakiti mu, Na." ucap Al membuat Nana seketika tertegun mendengarkan nya.


Wanita itu untuk pertama kali nya merasa sangat di cintai dan di hargai apalagi sangat di peduliin sampai segitunya.


"Aku hanya baru pertama kali makan makanan China jadi di mulut ku menerima di perut enggak, maaf ya udah ngerepotin lagi." Nana langsung menundukkan wajahnya walau sebenarnya perutnya masih terasa mual.


"Ehhhhhh...baiklah aku mengerti jika seperti itu." Al menarik nafas lalu membuang nya namun ia pun sebisa mungkin memahami istrinya itu.


"Mau makan di tempat lain saja?" tanya Al dan Nana berfikir

__ADS_1


"Apa aku boleh makan di tempat lain dan kau mengabulkan nya?" tanya Nana menatap wajah suaminya.


"Tentu, aku akan mengabulkan dimana pun istriku mau makan." ucap Al meyakinkan Nana apa yang baru saja ia ucapkan.


"Baiklah aku pegang janji mu, aku mau makan di rumah nyonya Meeryana, apa boleh?" tanya Nana setrika Al diam


"Sayang, apa boleh?" Nana kembali menanyakan nya.


"Kenapa mau makan disana? disana tidak ada makanan yang ingin kau makan seperti di restoran pada umumnya." ucap Al dengan wajah cuek nya jika berhubungan dengan snaits tua yang sangat ia benci entah apa masalahnya


"Aku hanya ingin makan dirumah mertua ku, apa tidak boleh?" ucap Nana pelan dan berhati-hati agar tak membuat suaminya marah.


"Aku menikah tapi aku juga butuh restu, apa boleh?" tanya Nana kembali


"Tapi kalau gak boleh juga gak papa." ucap Nana memaklumi


"Aku bukan tipe pria yang ingkar janji, sayang. ayo kita pergi kesana." ucap Al pada akhirnya membuat Nana tersenyum


Bersambung....


ada yang mau support othor 😭😭dukung like dan vote othor ya, yang penasaran gimana goong nya nanti, gimana saat Al mengetahui semua nya 🤭sabar ya


follow dulu dong ig, fb, dan tiktok othor.


fb:Yulia Putry


tiktok:Yuliaputry99

__ADS_1


ig:Yuliaputry03


❤️❤️❤️


__ADS_2