
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
malam itu saat El menyampaikan isi hatinya juga batinnya bahkan lukanya kepada Nyonya Mariana yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri, Nyonya Meeryana hanya diam dan menundukkan kepalanya, bohong Jika ia tidak menyesali semua ini. bohong Jika ia tidak menangis akan perbuatannya selama ini, wanita macam apa? ibu macam apa dirinya? dia gagal menjadi orang tua untuk anak-anaknya.
El menatap lengkat wajah ibunya itu bahkan wajah ibunya itu sangat mirip sekali dengan sang kakak "Mah,anakmu sudah dewasa yg dulu lukanyaa dikaki sekarangg di hati." ucap El tersenyum kecut menatap mamah nya itu.
"El, pergi dulu .permisi.'' ucapan El hendak pergi dari sana namun secepat kilat nyonya mariana menahan tangan pemuda itu.
El melihat ke arah wajah mamanya'' El mau pergi mah, El sudah menjauh dari putra anda yang berharga selama ini bagi anda, dari anda juga suami anda telah menghindar selama ini. dan jika ingin pergi lagi dengan senang hati El akan melakukannya.'' sebenarnya l berkata dengan berapi api namun ia tetap menjaga dan menghormati wanita yang lebih tua darinya itu, bahasa sakit dan sesak begitu hujan dadanya. l harus kuat karena dialah satu-satunya pelindung bagi dirinya.
"E--Ell... izinkan Mama berbicara?'' mama berbicara dengan raut wajah mohon dan tampak butiran air mata berjatuhan di pipinya.
__ADS_1
" El.. izinkan Mama berbicara nak? Mama sangat menyesal dengan apa yang terjadi di masa lalu juga kepada kamu dan kakakmu.'' ucap merriana kepada El dengan raut wajah penyesalan dan sudah seharusnya beliau orang pertama yang sangat menyesal dengan apa yang terjadi selama ini.
" Maafkan mah nak.'' dan tiba-tiba mama bersujud dan memegang kedua kaki l membuat pemuda itu seketika kaget dibuatnya.
"Apa yang Mah lakukan?" seketika tubuh El menjadi kaku dia begitu bingung harus berbuat apa bagaimana bisa seorang Nyonya Helena atau wanita dari keluarga capone bisa bersujud di bawah kakinya.
" jangan seperti ini mah.'' l menolak agar mamanya tidak melakukan seperti apa yang ia lakukan.
"Berdiri lah Mah jangan seperti ini." El membawa mama nya agar berdiri.
Mama pun akhirnya berdiri dibantu oleh l, mereka berdua pun duduk di sofa dengan tubuh tegap berusaha untuk tampak tidak lemah.
"Maafkan Mah, El."
__ADS_1
melihat mamanya yang tampak menyesal dan menyedihkan membuat l begitu tenyu melihat keberanian, tadinya wanita itu egois dan tinggi hati ini menjadi begitu lama tak berdaya kepada nya dengan begitu menyedihkan. hati dan pikirannya bergejolak antara ingin pergi dari rumah itu karena terlalu banyak Sisi pahit yang ia rasakan di rumah itu namun di Sisi Lainnya l sangat merindukan sosok orang tua yang sesungguhnya yang tidak pernah ia rasakan selama ini.
"Aku banyak bersalah kepada mu."dengan wajah menunduk Meeryana tak berani menatap putra bungsu nya itu.
" Mah.. "panggil El dan Meeryana pun langsung menolehkan wajahnya menatap El
" Boleh El peluk?"tanya El dan Meeryana diam
"Apakah boleh?" tanya El lagi dan seketika Meeryana langsung berpindah duduk dan langsung memeluk tubuh anaknya itu begitu erat.
"Aku merindukan mu mah."
Bersambung.....
__ADS_1