Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Kesempatan berdua


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️❤


sejak istrinya menyindir siang itu Al tidak banyak bicara dia hanya diam sambil melihat dan menikmati pemandangan di mana istrinya itu benar-benar menikmati salad buah Buatan Mamanya itu.


"Mah,, ini bener-bener enak banget, Nana nggak pernah makan ini mah bahkan di tempat Nana tinggal aja sama Al nggak pernah makan kayak gini,enak banget,'' ucap Nana memuji dan menikmati Apa yang masuk ke dalam mulutnya.


" mau lagi?'' ucap Mama Meeryana kepada menantunya itu dengan tersenyum bahagia karena inilah kebahagiaan sesungguhnya yang baru ia rasakan di mana ia merasakan Ibu seutuhnya mertua sebenarnya.


"Mau.. mau... " Nana begitu antusias saat ditawarkan untuk menambah lagi.


" pelan-pelan kakak ipar, harusnya makan tuh bagi-bagi suami,'' Sindir El kepada Nana, Nana pun langsung membalikkan tubuhnya melihat suaminya yang duduk di samping dirinya.


" eh lupa, sayang kau mau? ini enak banget loh, mau?'' tanya Nana namun Al menggelengkan kepalanya.


" kamu aja,'' jawab Al kepada istrinya itu.


Nana melihat ke arah mertuanya dan melihat ada raut wajah kesedihan dari kantung mata mertuanya itu'' kau menyayangiku?'' tanya Nana kepada suaminya dan Al Tahu betul Strategi apa yang sedang Nana mainkan untuknya itu.


''Kau wanita yang paling aku sayang,'' jawab Allah

__ADS_1


Nana tersenyum puas akan jawaban suaminya lalu ia pun mengambil sepiring salad buah yang baru saja disajikan oleh mertuanya kembali itu dan menghadap ke arah suaminya'' ayo aaaa..buka mulutnya, kau menyayangiku Jadi apa yang aku makan kau harus sudah memakannya oke.'' perintah Nana seakan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.


Oh yang selama ini selalu menolak dengan caranya agar dan tidak menyentuh makanan tersebut Namun lagi-lagi demi istrinya demi wanita yang ia cintai demi Segalanya Untuk Nana Ia pun memakannya.


Hap


" gimana? Enakan? Mama emang hebat kan buat salatnya? Iya kan sayang?'' ucap Nana begitu bahagianya dan ingin mendengar langsung dari mulut suaminya sendiri memuji makanan tersebut.


"Iya."


"Ya apa?" ucap Nana lagi


"Ya.. ya ini enak,"jawab Al pasrah akan kata tegas istrinya itu.


" mamah, kakak. El izin ke kamar mandi bentar ya,''El tiba-tiba ikutan berpamit dari hadapan Kakak dan Mamanya itu.


"Ya." jawab Al dan mama bersamaan tanpa sadar.


di sana tinggallah mereka berdua yang mana saling Diam Tanpa adanya bicara satu sama lain, Al hanya diam sambil menikmati salad buah yang ia makan yang diberikan oleh istrinya tadi sedangkan Mama Mariana curi-curi pandang melihat anak tertuanya itu.


"Egggheemm." Meeryana pun berdehem membuat mata Al bergerak ke kiri melihat sekilas mamah nya itu.

__ADS_1


"Al, bisa mama bicara?" tanya nyonya Meeryana disana dengan menatap wajah putranya dari samping.


Sedangkan El dan Nana hanya memantau dari arah kejauhan.


"Aku tidak punya waktu.. tapi--." belum sempat Al meneruskan ucapannya nyonya Meeryana kembali berbicara.


"Aku hanya ingin meminta maaf, " ucap nya langsung dan tulus.


"Aku selalu memaafkan,"


"Saya tidak pernah bilang kalau saya orang baik, tapi saya selalu berusaha baik dengan orang di sekitar saya. Jika mereka menemukan saya jahat berarti mereka yang bermasalah dengan saya." ucap Al pada akhirnya.


"Ternyata saya salah," ucap nyonya Meeryana sambil menghapus bulir air mata nya yang mulai jatuh di sudut matanya itu.


"Saat aku merasa kesulitan mendidik anakku, dan ternyata ada lagi yang lebih sulit dari itu yaitu mendidik diri sendiri. menjadi orang tua yang sabar, menjadi orang tua yang selalu belajar untuk bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya,''


" Namun aku gagal dengan itu semua."ucap Meeryana pada akhirnya menyesali semua yang telah terjadi kepada keluarga nya.


" Mama minta maaf ya nak karena Sampai detik ini kamu belum bisa merasakan kebahagiaan yang sempurna seperti mereka. Tapi ingatlah Al kasih sayang mamah tidak akan pernah pudar, meskipun sampai saat ini keluarga kita sedang diterpa badai dan gelombang yang harus menghantam, maafkan aku Al.. kau boleh membenci ku, "ucap Meeryana lagi.


" saya tidak pernah memutuskan hubungan dengan siapapun, saya selalu ada Jika memang saya dibutuhkan. Saya hanya sedang menjaga kesehatan mental saya yang saya rasa telah dihancurkan ketika mengingat perlakuan itu. dan saya hanya akan berdiri di tempat di mana saya dihargai dan menerima saya, meskipun Akhirnya saya akan sendiri. jika memang merasa saya yang jahat biarkan semoga mereka sadar dengan apa yang mereka lakukan, terkadang memang kita harus saling menjauh agar, tidak saling menyakiti, karna semua ada masanya, "ucap Al panjang lebar.

__ADS_1


Vote dong


Vote


__ADS_2