Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Luapan emosi Al Chapone


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


sore yang sudah menunjukan malam itu di Negara A tersebut keadaan semakin menegangkan dimana keluarga besar itu memiliki konflik satu sama lain dan semua itu belum selesai sampai saat ini, Al melepaskan ikatan ditangan dan kakinya yang diikat oleh anak buat Jay tadi siang kepadanya lalu Al pun berjalan mendekati El dan Mama juga papa tirinya itu.


Prok...


prok...


prok....


"Wah... wah... wah... " Al bertepuk tangan kepada adik juga mama nya yang ada di tengah-tengah orang disana, semua orang langsung melihat kearah Al yang sedang berjalan dan bertepuk tangan ke arah Perkumpulan itu.


"Drama keluarga bahagia." ucap Al namun Nana secepat kilat berjalan mendekat ke arah suaminya dan menghentikan langkah Al


"Sayang, jaga bicaramu. kasihan El." ucap Nana pelan namun masih bisa di dengar mereka di sana.


"Wah hebat sekali, EL AGATA anak dari JAYDEN AGATA." ucap El mengabaikan Nana

__ADS_1


"Sayang?" Nana kembali memanggil suaminya itu agar berhenti bicara agar tidak menyakiti siapapun lagi disana.


"Masih kurang EL AGATA?" tanya Al kepada El yang masih di posisi berlutut di hadapan nyonya Meeryana namun mata El melihat kearah wakah kakak nya itu.


"Kau laki-laki beruntung El, Kebahagiaan ku, mamah ku, sekarang istriku pun begitu membels mu... apa yang kau punya?" ucap Al lagi.


"Sayang, sudah cukup... El ga seperti itu." ucap Nana menyadarkan suami nya karna sebenarnya mereka adalah korban dari keegoisan orang tuanya.


"Cih... Ayah sama anak sama saja." ketus Al


"Al, dia juga papa mu. dia suami mama hormati dia nak." nyonya Meeryana memberikan pengertian kepada anak sulung nya itu.


"Ingin dihormati? Cih... banyak orang yang ingin dihargai tapi lupa cara menghargai, Saya menghargai seseorang bukan dilihat dari usianya tapi dilihat dari caranya memperlakukan saya, BAJINGAN PUN AKAN SAYA HORMATI JIKA DIA MENGHARGAI SAYA, PAHAM." ucap Al menegaskan kata-katanya.


"Apa masih belum cukup?" tanya Al kepada El yang sudah mulai berdiri mengimbangi kakaknya.


"Sayang, sudah cukup." ucap Nana lagi


"Apa belum cukup bajingan ?kau dan ayah mu itu merusak semua nya, hahk?" tanya Al dengan amarahnya lalu mencengkeram kerah baju El yang mana disana El hanya diam dan pasrah di perlakukan kakaknya seperti itu karna ini bukan kali pertama dirinya seperti itu.

__ADS_1


"Sayang, sudah cukup lepaskan El.. dia tidak salah kasihan dia." ucap Nana namun Al yang sudah mulai emosi melepaskan tangannya dari kerah baju El dan menatap tajam Nana istrinya, Nana kaget saat Al menatap dengan sorot mata tajam nya ke arah dirinya.


"Kasihan? kau bilang kasihan? bukan hanya dia Nana yang menderita, aku juga."


"Bukan cuma dia yang terluka, aku juga."


"Bukan cuma dia yang terlantar, aku juga."


"Dan aku lebih dulu merasakan pahit nya sampai sekarang." teriak Al dengan matanya memerah menekankan dada nya tepat didepan wajah Nana yang menatap suaminya.


Semua orang disana hanya diam dan menyaksikan apa yang terjadi tanpa berani ikut campur.


"Kau pikir aku bahagia dengan kekayaaan selama ini? begitu? aku lebih memilih hidup melarat asal keluarga ku cukup, aku lebih memilih makan nasi dan lauk seadanya asalkan tidak tertekan... bukan cuma kau Nana, aku juga anak yang dilahirkan oleh keluarga berantakan," teriak Al disana.


"Kalian hanya mengenal garang ku tapi tidak dengan luka ku, kalian hanya melihat aku membunuh tapi tidak dengan nyawa ayah ku yang dibunuh secara perlahan oleh sakit yang ia paksakan, apa masih belum cukup?masih kurang cukup?" tanya Al dimana matanya sudah memerah menahan gejolak di dalam dadanya yang begitu sesak.


"Nana... " Al langsung mendekati istrinya lalu memegang pipi Nana dengan kedua tangan nya.


"Jangan bilang kasihan kepada orang lain atau siapapun itu, aku iri melihatnya sayang, aku iri... aku butuh itu semua, aku tidak pernah mendapatkan belas kasih selama ini dan... " Al menarik nafas nya panjang memohon kepada istrinya.

__ADS_1


"Dan jangan pernah ajari aku sabar, aku pernah nganterin papah ku ke kuburan tapi aku tungguin malah nggak balik-balik." ucap Al pada akhirnya


bersambung.....


__ADS_2