Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Ngidam kedua?


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Setelah bersusah payah manjat pohon bahkan tanggan Al pun sampai tergores akhirnya laki-laki itu bisa manjat juga bahkan ia turun dari pohon membawa lima buah mangga untuk istrinya.


"Sayang... gimana?" tanya Nana saat Al datang menghampiri dirinya


"Ini... sudah dapet." ucap Al lagi memberikan lima mangga kepada istrinya


"Ayo buka sekarang, aku mau memakan nya." ucap Nana


"Ben, kau sudah menyiapkan nya?" tanya Al kepada Asisten nya itu dan benar saja Ben memang sudah menyiapkan piring, pisau dan garpu untuk buah mangga nya.


"Sudah Tuan." ucap Ben mendekati Nyonya dan Tuan nya untuk memberikan piring yang dia pegang.


Al pun lalu mengiris semua mangga yang ia peroleh dari memanjat tadi dan bisa Al lihat mangga yang ia bawa pun belum betul-betul masak namun melihat bibir istrinya dari tadi seperti sudah tidak tahan lagi jadi Al pun tetap terus membuka dan mengiris mangga tersebut.


"Udah nih.. " Ucap Al memberikan mangga irisannya kepada Nana sedangkan Ben hanya berdiri di belakang tuannya.


"Ehmmmmmmm.... wah... enak banget, yank." ucap Nana saat memakan satu buah iris mangga di hadapan Al.


"Ah yaya... makan lah,, enak ya." ucap Al hanya bisa menuruti apa yang di katakan istrinya itu.


"Emmmmm... enak bener... seger." ucap Nana sendirian makan mangga itu dengan ekpresi aneh menurut Al dan Ben yang sedari tadi memperhatikan nya.


"Asisten Ben, kau harus coba ini enak banget loh... emmmm." ucap Nana kepada Ben


Al langsung melihat ekpresi wajah asisten nya "Ben, kau mau?" ucap Al sambil mengakat kedua alisnya


"Saya?" tunjuk Ben kepada dirinya


"Ni ambil, jangan malu-malu... enak kok." ucap Nana menyodorkan piring yang berisi mangga kepada asisten Ben


"Ayo Ben di ambil." ucap Al tersenyum jahat.


Ben yang melihat wajah Tuan ny begitu bahagia akhirnya Ben pu mengambil satu iris mangga dan memakannya saat masuk kedalam mulut Ben.


Hap.....


laki-laki itu terdiam namun matanya melebar tak berkedip.

__ADS_1


"Gimana rasanya? enak kan?" ucap Nana kepada Asisten Ben.


Glekkkk.....


Ben bukannya mengunyah namun ia langsung telan mangga sialan itu baginya.


"Ya, enak Nyonya." ucap Ben dengan wajah terpaksa nya.


"Benerkan apa kata ku, sayang giliran dirimu... ayo makan mangga nya." ucap Nana mentitah suaminya pula untuk memakan Mangga yang ia makan tadi.


"Aku juga?" tanya Al kepada istrinya dan Nana pun langsung menganggukan kepalanya,.


"Iya kau lagi Tuan, mangga nya enak kok... tapi untuk orang hamil." ucap Ben namun Al langsung melototkan matanya kearah Ben.


"Ayo yank, kamu sayangkan dengan aku.. ayo makan." ucap Nana lagi dengan mengeluarkan jurus keraguannya kepada suaminya.


"Ya ya... aku makan." ucap Al


Al pun mengambil satu irisan mangga dan menggigitnya namun saat gigitan pertama Al kaget dan..


"Hueeekkkk.... " Al memuntahkan mangga yang ia gigit


"Herssss...." Seketika Al merinding menjulurkan lidahnya keluar


"sayang, kamu kenapa?"ucap Nana lagi


" Ya ampun ini masem sekali sayang, sudah cukup jangan dimakan lagi nanti sakit perut."Al langsung melarang istrinya sedangkan Ben menahan tawanya disana.


"Ya baiklah..." ucap Nana kepada suaminya


Al pun sibuk membersihkan dirinya dngan tissue sedangkan Nana membuka ponsel nya namun saat Nana melihat semua acara seperti popcash mengundang Evelyn yang mana itu adalah saudara tiri Nana, Nana memutar sekilas percakapan Saudaranya itu di media sosial.


"Ya... papa dan mama ku sangat menyayangi ku apapun aku inginkan akan mereka turuti bagi mereka harta bukan segalanya,aku keluarga besar dari Wijaya group... ya aku kaya." ucap Evelyn di dalam sebuah acara popcash itu.


Nana mengepalkan tangannya lalu berfikir apa yang harus dia buktikan, namun saat Nana memandang wajah suaminya seketika itu juga di mendapatkan ide.


"Sayang.. " panggil Nana mendekati Al


"Ada apa?" tanya Al


"Aku.." Nana mengelus-elus perut nya didepan Al

__ADS_1


"Ngidam lagi?" ucap Al sedikit kesal namun ia tahan, ia fikir setelah ini apa lagi yang akan dia lakukan, dan bisa saja manjat pohon yang jauh lebih besar.


"Tepat sekali, kau memang suami ku yang peka... aku ngidam." ucap Nana sedangkan asisten Ben geleng kepala sambil tersenyum karna baru kali ini Tuan nya itu nurut sekali.


"Apa ngidam mu?" tanya Al


"Apa kau akan mengabulkan nya?" tanya Nana terlebih dahulu karna dia takut suaminya itu akan menganggap dirinya matre


"Ya, akan aku kabul kan semuanya." begitu entengnya Al mengucapkannya.


"Aku ngidam ingin memiliki perusahaan besar atas nama ku? juga... juga... ingin di kenalkan di kalangan pebisnis mu bahwa aku istri dari Al Chapone." ucap Nana ragu-ragu dan menundukan kepalanya dihadapan Al.


Al mengerutkan keningnya melihat ekpresi istrinya itu.


"Tapi... tapi kalau kau tidak bisa, tidak papa kok sayang,, aku bisa memahami.. apalagi kita kan butuh banyak uang nantinya saat lahiran." ucap Nana lagi menunduk, dan Ben tertawa kecil karna melihat nyonya nya itu lagi-lagi meragukan suaminya itu.


"Semua permintaan mu besok akan aku kabulkan," ucap Al begitu tegasnya membuat Nan mengangkat kepalanya


"Benarkah?" Nana kaget


"Ya."


"Ben siapkan acara untuk besok, undang semua pemilik perusahaan di negara ini.. dan jangan lupa undang semua awak media atau wartawan, karna akan aku kenal kan istri Al Chapone ke seluruh dunia." perintah Al


"Siap, Tuan."


Nana tercengang dia kaget.


Bersambung....


Bantu othor like komen dan vote ya biar hari ini ajthor dobel up up up 💪💪🥰🥰🥰 Vote ya vote


ig :Yuliaputri03


yang udah follow ig othor terimakasih banyak yang belum folow terimakasih sedikit 🤭🤭🤣🤣🤣bercanda...


Yuk bantu vote seikhlasnya biar othor tambahan semangat.


Salam


Lubuklinggau

__ADS_1


__ADS_2