Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Bab 29 (Tato bulan sabit)


__ADS_3

Happy reading


🌷🌷🌷🌷🌷


Sorry itu dikamar yang kerap suara tersebut Nana benar-benar teriak membuat telinga Al yang mendengar begitu terganggu ulah wanita yang berstatus istrinya itu.


"Kau kenapa?" tanya Al heran kepada Nana yang menutup matanya dengan kedua tangannya sendiri


"Suami, kenapa kau tidak memakai handuk atau celana?" ucap nya terbata-bata


"Mana ada orang mandi memakai handuk atau pun celana, berhenti omong kosong aku mau mandi." ucap Al lagi


"Tapi.. kau tidak memakai apapun,, ya sudah aku keluar saja." Nana masih menutup mata dengan kedua tangannya lalu hendak berdiri dari bathtub namun Al dengan cepat mencegah wanita itu


"Tunggu, Mandikan aku." perintah Al langsung membuat Nana syok dan berhenti dan mematung.


"Ayo cepat." ucap Al lagi langsung merendamkan tubuhnya kedalam bathtub yang disediakan Nana tadi.

__ADS_1


"Tapi kau bukan orok lagi, suami." ucap Nana masih membelakangi Al , tak ingin melihat yang sengaja ia hindari sedari tadi.


"Orok? what?" Al langsung bertanya seakan tak paham


"Maksud ku , kau itu kan sudah besar bukan bayi lagi... jadi tidak perlu dimandin . tangan dan kaki mu sudah kuat kok suami." ucap Nana seakan apa yang ia katakan selalu benar dan tanpa sadar membantah ucapan Al.


"Ya aku tau itu, tapi aku tidak bisa menggosok punggung ku maka aku perlu bantuan mu, ayo lakukan, kau itu selalu menjawab ucapan ku terus." Dengan wajah masam dan suara khas nya Al membalas bantahan Nana


"Lalu selama ini kau bisa saja mandi sendiri tanpa harus di gosok punggung mu tuan suami, dasar kau nyusahin orang saja." Nana Mengumpat Al begitu panjang nya namun lagi-lagi ia hanya mengucapkan dalam hatinya


"Ayo cepat, kenapa kau ini lama sekali sih? apa kau tidak bisa bekerja? tidak tau apa-apa? apalagi mengurus suami mu sendiri?" tanya Al seakan memojokan Nana


Nana langsung mengoleskan sabun cair ke punggung Al lalu dengan perlahan menggosok punggung kekar laki-laki berstatus suaminya itu, Nana sempat merabah tato suaminya yang ada dipunggung bergambar bulan sabit, namun saat Nana asik memegang tato bulan tersebut Al langsung menahan tangan wanita itu.


"Eh... " Nana ikut kaget, Al langsung memutarkan tubuhnya menatap wajah Nana


"Jangan sentuh bagian itu." ucap Al namun tanpa di sadari tatapan mata keduanya begitu dalam hingga jantung mereka berdua berdebar.

__ADS_1


Nana langsung reflek melepaskan tangannya dari tangan Al dan langsung memegang dadanya yang berdebar-debar sedari tadi dan Al langsung mengalihkan pandangannya, entah apa yang mereka berdua rasakan seakan mereka sendiri menutupi nya.


"Keluarlah, aku mau membasahi tubuh ku di shower,,, siapkan pakaian kita dan panggil Hollin untuk memasuki nya kedalam koper." perintah Al kepada Nana yang sudah mau berdiri


"Buat apa suami? kau tidak akan mengusir ku kan?" tanya Nana langsung menatap wajah Al karna ia fikir Al begitu marah karna ia memegang tatonya dan tidak fokus dengan apa yang ia perintahkan tadi


"Packing, kau tau kan?" tanya Al dan Nana menganggukkan kepalanya


"Ck..." Al berdecak melihat tingkah wanita dihadapan nya itu yang lambat sekali mikir


"Kau mau liburan kan?" ucap Al lagi dan Nana kembali mengangguk


"Ya sudah packing barang kita, besok kita liburan ke Amtersdam."


"Hahk?"


Bersambung......

__ADS_1


Yukk support terus karya receh othor ini ya.


__ADS_2