Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Keributan di dalam Cafe


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


Hari pun mulai sore Nana kebingungan mau pulang kemana sedangkan ke kost Keke pasti Al menemukan nya, wanita itu pun membayar tagihan pesanan nya itu dengan card yang ada di tangannya namun saat dirinya mau pergi tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menghampiri Nana.


"Kamu yang pernah nikah nikahan waktu SD sama saya, inget ya kita belum cerai."ucap laki-laki itu pada Nana dan langsung duduk di meja Nana, Nana yang tadi nya mau berdiri ia urungkan.


" Tito? Anak Mama eh salah Tito? kamun ngapain disini?"tanya Nana dengan suara ala-ala orang kaget tapi mengejek laki-laki itu.


Ya Tito adalah teman Nana semasa sekolah, laki-laki itu selalu mengejar Nana bahkan sampai saat ini, Cinta monyet seorang Tito pu berlanjut ke jilid dua kepada Nana.


"Tadi aku lagi makan di cafe ini juga dan." belum sempat Tito menjelaskan Nana langsung menebak


"dan pasti sama mama kan?hehe... iya kan?" ucap Nana dan Tito langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Tapi mama udah aku usir suruh pulang kok Na, hehe.. gimana penampilan aku sekarang? cool nggak?" ucap Tito lalu bertanya.


"Ehmmmm." Nana melihat dari atas hingga kebawa


"Lumay... eh... maksudnya perfekto hehe perfect ." ucap Nana dan Tito langsung tersenyum bahagia.


"Btw kamu ngapain sendirian disini Na?Mau jadi pacar aku?" setelah nanya Nana sudah tau jika temannya itu lagi-lagi mengucap kan hal yang sama


"Tito, aku sekarang udah ada ini." Nana menunjukan perut nya lalu mengelus-ngelus perut nya itu.

__ADS_1


"Apa itu? lapar?" tanya Tito tidak paham


"No." jawab Nana


"Kenyang? apa sih?" Tito tidak paham


"No, aku sekarang lagi hamil." ucap Nana dan yito langsung menutup mulut temannya itu dengan tangannya


"Ehhmmm... ehmmm.. " Seketika itu juga Nana kesulitan untuk berbicara karna mulut nya di tutup.


"Berhenti menggila Nana, jangan suka ngada-ngada nanti di dengar orang." ucap Tito lalu melepaskan tangan nya dari mulut Nana.


"Aku tidak mengada-ngada, memang aku sekarang lagi ham." belum selesai Nana bicara kemabli Tito menutup mulutnya


"Ehmmm... ehmm... "namun saat itu juga Al datang dan langsung menggenggam tanganmu laki-laki bernama Tito itu dan saat itu juga dia hendak memukul Tito.


Brukkk


Al melayangkan tinju nya ke arah wajah Tito


"Al jangan." teriak Nana kaget dan semua orang di cafe itu langsung melihat ke arah keributan sedangkan Tito langsung terjatuh ke lantai karna memang laki-laki itu lembek dan tidak jago dalam urusan berkelahi


"Beranis sekali kau menyakiti Nana hahk." Ucap Al laku kembali menarik kerah kemeja baju Tito dan menyuruh laki-laki itu berdiri.


"Tapi tuan dia ngaku-ngaku hamil makanya aku tutup mulut dia tadi." ucap Tito sedangkan Nana hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya

__ADS_1


"Dia istri ku, paham kau." ucap Al seketika membuat Tito kaget.


Al langsung melepaskan tangannya di tubuh Tito lalu mendekati istrinya "Ayo pulang." ucap Al begitu pelan tak ingin orang lain menonton kan mereka.


"Tidak mau." jawab Nana memasang wajah masam nya


"Jangan menyusahkan aku Nana, di luar itu bahaya.. ayo pulang." ucap Al lagi dirinya sudah selembut mungkin agar tida ribut.


"Aku bilang tidak ya tidak." ucap Nana namun karna Al sudah mulai gemas ucapannya selalu di bantah akhirnya Al langsung menggendong istrinya itu layak nya menggendong karung beras.


"Al, lepasin." teriak Nana sedangkan semua orang melihat kearah mereka termasuk Tito namun Al tidak memperdulikan teriakan istrinya, sampai didalam mobil Al langsung dengan pelan-pelan meletakan Nana di bangku tengah dan Al pun masuk.


"Al, aku aku turun.. aku nggak mau pulang." Lagi-lagi Nana memberontak di dalam mobil


"Jangan pernah memanggil dengan sebutan Al, panggil dengan kata sayang, paham." ucap Al kepada Nana namun wanita itu langsung mendiamkan Al


"Kau dengar aku?"tanya Al kepada Nana namun lagi-lagi Nana tetap diam


Al langsung memutarkan tubuh Nana menghadap dirinya " Tadi kau bicara ng gas kepada suami mu ini sekarang kau mendiamkan aku? jangan jadi istri durhaka ya Na."Ucap Al namun seketika itu juga Nana menggenggam tangan Al dan berkata.


"JIKA BERSUARA LANTANG DAN MENDIAMKAN SUAMI ITU DURHAKA, LANTAS BAGAIMANA DENGANNYA YANG KADANG SELALU MENYEPELEKAN DAN MELUKAI HATI ISTRINYA?" tanya Nana seketika itu juga.


"Ayo jawab?"


Bersambung....

__ADS_1


Maafin othor ya kadang bikin lama nunggu 🙏🙏tetap dukung dan support ohtor receh ini ya like komen dan vote othor 🙏🙏


__ADS_2