
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Pagi itu Al langsung masuk kedalam pabrik pembuat tas tas mewah juga brend. Ben yang sudah mengatur karyawan disana agar bersikap biasa saja kepada Al saat masuk nanti.
"Selamat pagi semua." ucap Al menyapa semua karyawan disana yang berjumlah puluhan , dan ini kali pertama Al menyapa karyawan nya sendiri seumur hidupnya.
Nana ikut melambaikan tangannya kepada teman-teman suaminya itu "Hay." ucap Nana tersenyum ramah dan semua orang menyambutnya dengan tersenyum .
"Perkenalkan dia istriku Nana, Meriana Sean." Al memperkenalkan Nana kesemua orang disana dan seketika itu juga semua orang kaget dan mengangah.
"Sayang, mereka kenapa?" bisik Nana ke telinga Al.
"patah hati seorang jomblo."bisik Al menggoda Nana dan seketika itu juga Nana terkekeh kecil, tak heran jika suaminya banyak di idolakan para wanita bahkan jika dirinya ada dibarisan karyawan wanita disana, Nana juga psti akan patah hati .
"Sayang, pabrik ini berapa lantai?" tanya Nana
"Lima." jawab Al
"Lima? wow ,,, terus kamu bagian apa?"tanya Nana dan saat itu juga Al bingung mau jawab apa saat Al hendak mencari bantuan Ben langsung memasang wajah pura-pura tidak tau.
" Ehmm... Ben, aku disini kerja bagian apa? lupa soalnya."ucap Al sambil melototkan matanya kearah Ben, Nana langsung berbalik menatap Asisten Ben untuk meminta jawabannya.
"Ah ya.. tuan muda bekerja di bagian.. bagian jahit... ya ya bagian jahit tas, nyonya muda." jawab Ben asal karna tak punya jawaban lain sedangkan di sana yang ia lihat nanyanya para karyawan yang sedang menjahit tas.
"Sayang, benarkah itu?" Nana langsung bertanya kepada suaminya
"Iy... iya... " jawab Al terpaksa ulah asisten bodohnya itu.
"Baiklah aku mau kerja, kamu mau tunggu di ruangan ku?" tanya Al
__ADS_1
"Karyawan memiliki ruangan?" Nana kembali kaget dan bertanya
"Oh tidak tidak, maksudnya kau mau istirahat? disini ada tempat istirahat buat karyawan." ucap Al begitu cepat
"Owh begitu, tidak. kau kerja saja sayang.. aku mau keliling di pabrik ini boleh?" tanya Nana
Al termenung sebentar "Apa boleh?" tanya Nana lagi.
"Ya, pergilah.. jangan terlalu jauh nanti kau tersesat, jika butuh apa-apa hubungi aku. oke." pinta Al dan mengijinkan istrinya
"Siap komandan." Begitu senang nya akhirnya Nana pun berkeliling di pabrik itu.
Namun saat Nana asik berkeliling tiba dia dibagian gudang Nana tidak sengaja melihat orang yang perasaan ia kenal namun dia bingung dan siapa namanya.
"Dia.. ehm... dia siapa ya?" Nana kembali berfikir sedangkan orang yang ia lihat sedang mensortir kulit tas yang terbuat dari kulit hewan langkah.
"Ehm... ah ya... dia tuan El." Nana langsung mengingat orang itu dan langsung berjalan menemui nya
"Hallo." Nana memukul pelan bahu El
"Eh... Kamu? Nona Nana." El kaget kenapa wanita yang bertemu sekali dengannya waktu itu ada disini namun saat kemudian dia teringat bahwa wanita ini adalah istri dari AL CHAPONE.
"Hay... kau kerja disini juga? tanya Nana kepada El
El langsung meninggalkan pekerjaan nya sebentar dan menemui nana disana.
" Ya, aku bekerja dipabrik ini tapi aku hanya bagian sortir saja. mencari tambahan penghasilan."ucap El kepada Nana
"Wah... berarti kamu temen suamiku dong?"ucap Nana lagi
" Bukan temen tapi kakak ku, tapi ya sudah lah nona hidup ini rumit."batin El tersenyum
__ADS_1
"Ah tidak, kami beda." ucap El lagi
"Ah ya kau benar, kau bagian sortir sedangkan suamiku bagian menjahit disini." ucap Nana dan seketika itu juga El menahan tawa nya
"Puppposssstttt."
"Kau kenapa?" Nana menaiki satu alisnya karna melihat wajah El seakan mengejek.
"Kau bilang apa Nona? suamimu disini bagian menjahit? puppsstttt... siapa yang bilang?" tanya El sambil menahan tawa nya yang hampir pecah
"Asisten nya sendiri yang bilang dan suamiku mengakui nya bahwa dia menjahit disini." ucap Nana begitu yakin
"Ah yaya... kau benar... suamimu hanyalah karyawan disini."El ikut masuk dalam drama kekonyolan ini, padahal El sendiri tau jika kakak nya itu pemilik pabrik ini.
Nana melamun dan menatap ke arah pohon yang tak jauh dari pabrik itu lalu ia mengelus perut nya.
" Nona, kau kenapa?"tanya El ikut menatap arah pandang Nana
"Aku hamil."ucap Nana
" Lalu?tanya El bingung dan tidak paham, karna wanita itu hamil juga punya suami pikirnya.
"Menyukai tak harus memiliki, itu lah caraku memandang mangga tetangga."ucap Nana melihat mangga yang ada di sebelah pabrik itu.
El seketika mendapatkan ide " Nona Nana, kenapa kau harus pusing. ibu hamil itu apapun keinginan nya pasti di kabulkan suaminya, jangankan mangga tetangga,pindahin pohonnya pun pasti akan dilakukan oleh suami dari ibu hamil itu."ucap El lebih ke menghasut Nana yang polos
Nana diam sambil mencernah kata-kata laki-laki di hadapan nya itu "Ah ya.. kau benar juga,, terimakasih sarannya.. aku pergi dulu... sampai jumpa." Nana langsung pergi dari sana sedangkan El benar-benar menahan tawanya.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen, dan bantu vote othor ya 🙏🙏🙏🥰
__ADS_1
Kita double2 up ya 😉