Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Luka Fisik


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


setelah mengeluarkan argumennya yang membuat Ivana terdiam saat itu juga El pun meninggalkan wanita itu dengan pikirannya yang masih termenung. setelah berjalan lebih dulu memasuki Mansion keluarga besar Nyonya Merryana atau lebih tepatnya ibu kandung nya itu ,El kembali mengingat wajah gadis bernama Ivana itu yang pucat pasi saat ia tawarkan sebuah pernikahan"Kau tidak akan mundur dan bisa jadi kau akan maju demi berpegang teguh ucapan dan sumpah yang kau buat sendiri itu,Ivana." gumam El tersenyum jenaka.


Sedangkan di taman belakang Mansion Ivana masih berdiri diam menatap danau kecil yang ada disana, fikiran nya berkecamuk antara keraguan juga siapa El? bagaimana bisa dia menerima lamaran sebuah pernikahan yang mana dia sendiri tidak mencintai laki-laki tersebut bahkan El pun bisa jadi sama saja tidak mencintai dirinya. Namun kembali lagi ini bagai boomerang bagi dirinya dan harga dirinya didepan semua orang jika ia gagal moveon dari Al Chapone.


"Kenapa begini?" gumam Ivana pelan.


"Aku harus apa? Menerima nya? menjalaninya? tapi El kan?" wanita itu kembali berperang dngan otaknya lalu menatap danau yang begitu sunyi itu dan kembali teringat dimana dulu dirinya sering duduk santai menghabiskan waktu weekend bersama Al do danau kecil itu.


"Al, ternyata kita hanya di takdirkan untuk mengenal saja ya." gumam Ivana


"Ternyata selama ini kau hanya singgah dan seharusnya aku menyuguhkan kopi bukan hati." gumam Ivana lagi sambil tersenyum memgejek dirinya.

__ADS_1


Wanita itu kini sadar jika cinta tidak bisa dipaksakan dan memaksakan dan dia harus terbiasa akan itu semua, Ivana kembali terdiam namun tanpa sadar dirinya memikirkan wajah El, laki-laki yang mana disaat dirinya sedang sendirian El selalu ada, disaat dirinya hancur El selalu datang entah sebagai orang yang memberikan motivasi atau mengejek dirinya.


Ivana tersenyum "Ternyata kau lucu juga ya El, baiklah aku akan menerima tawaran mu." gumam Ivana sudah yakin dengan keputusannya dan langsung beranjak pergi dari danau itu untuk ikut masuk ke dalam Mansion.


Sedangkan didalam Mansion El yang sedang membersihkan luka nya menggunakan kain kecil yang ia berikan es batu kecil yang ada di pipi nya akibat pukulan kakaknya .


"Mau, bibi bantu Tuan." ucap pelayan di Mansion itu melihat tuannya sedikit kesulitan


"Gak papa bi, El bisa kok. bibik istirahat saja karna ini sudah malam. kalian itu kerja nonstop dari pagi dan kalian bukan robot, istirahat lah. gpp kok." ucap El kepada pelayan yang perkiraan umurnya sudah menginjak kepala lima itu.


Namun saat El kembali sibuk dengan apa yang ia lakukan tiba-tiba langkah kaki mendekati dirinya "Bik, El kan sudah bilang tid... " belum selesai El bicara saat melihat siapa orang yang datang mendekati dirinya itu.


"Mah?" kaget El


Nyonya Meeryana hanya diam namun langkah nya semakin mendekati El.

__ADS_1


"Maaf Mah, setelah membersihkan luka ini El bakal pergi kok dari sini." ucap pemuda itu didepan wanita yang mana itu adalah mamah nya .


"Apa sakit?" nyonya Meeryana langsung memegang pipi El yang memerah akibat putra pertama nya


El tersenyum "Ga ada rasa sakit yang jauh lebih sakit di buang dari keluarga mah."


"Ini gak sakit kok, karna yang luka fisik El bukan hati dan luka fisik bisa di obati." ucap El kepada Mamah nya


Bersambung


vote vote vote othor dong supaya makin semangat ini. 🙏🥰


VOTE YA


VOTE

__ADS_1


VOTE 😉


__ADS_2