
Happy Reading
♥♥♥♥♥♥
Setelah mendengarkan celoteh Nana sepanjang perjalanan menuju bandara akhirnya mereka pun sampai dan kali ini Al sendiri yang memutuskan untuk tidak di kawal agar Nana merasa tidak terlalu risih dan nyaman. Setibanya di bandara mereka semua turun termasuk Ben yang membawakan dua koper sedang milik tuan dan nona nya, Nana yang sedari tadi berjalan mengimbangi Al berusaha untuk tidak berbuat masalah yang mana nantinya merugikan dirinya sendiri.
"Silakan, Tuan." Ben memberikan jalan untuk tuannya masuk kedalam pesawat dimana tempat duduk nya sudah tersedia dan Ben pun bisa segera kembali ke markas mereka untuk memantau pergerakan.
"Ya, pergilah." ucap Al dan langsung masuk kedalam pesawat tersebut bersama Nana yang mengiring nya.
"Wow.... bagus banget." batin Nana hendak sekali berteriak begitu keras menganggumi keindahan yang terlihat depan matanya itu, namun ia takut malah mempermalukan dirinya sendiri terutama Al.
Nana hanya bisa mengagumi dalam diam namun raut wajah juga tingkahnya tidak bisa di bohongi sangat terlihat jelas.
"Kau mau makan? atau mau snack?" tanya Al setelah mereka berdua duduk di bangku mereka berdua
"boleh?" tanya Nana sambil menatap mata suaminya
__ADS_1
"Kau istriku, jadi apapun yang kau ingin kan. semua boleh." tegas Al mengingatkan Nana siapa dirinya sekarang
"jadi berhentilah bertanya seperti itu, katakan apa yang kau mau?" ucap Al lagi
"Serem amat sih." batin Nana namun jauh dari lubuk hatinya dia begitu bahagia mendengar semua yang di ucapkan Al kepada nya, setidaknya dia merasa dirinya masih di perhitungan oleh orang lain yang sekarang menjadi bagian dalam hidupnya.
"Apa disini ada gorengan? seperti pisang, tahu, bakwan." ucap Nana menyebutkan keinginan nya
"what? ba.. bak.. bakwan? wait.. disini bukan penjual warung kopi yang ada gorengannya Na Na."ketus Al merasa mulai di permainkan istrinya, bagaimana bisa di dalam pesawat yang tidak akan mungkin berhenti mendadak untuk membeli gorengan sedangkan ini diudara bukan di darat.
"Aghhhhhh." Al pun mengerang melihat wajah Nana seperti itu membuat dirinya tidak bisa menahan diri terlebih lama.
"Hey... kemarilah." Al langsung memanggil pramugari yang sedang berdiri di ruangan tempat khusus penumpang itu dan pramugari tersebut pun mendekati penumpangnya
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya seorang pramugari cantik itu
"Bawakan aku gorengan sekarang." ucap Al dan langsung mengeluarkan sejumlah uang dan memberikan nya kepada wanita itu.
__ADS_1
"Maaf tuan disini tidak ada." belum sempat wanita pramugari itu menyelesaikan ucapannya Al lebih dulu memotong pembicaraan nya.
"Jangan bilang tidak ada, gunakan dapur pesawat ini buat gorengan.. aku tidak mau tau." suara Al sudah naik satu oktaf membuat semua orang yang ada didalam pesawat kaget termasuk Nana.
"Suami.. " panggil Nana.
"Cepat, buatkan." Al lalu mengusir wanita itu dan dengan menundukkan wajahnya wanita itu pun pergi dari tempat itu.
"Suami, kenapa kau kasar sekali? kalau dia bilang tidak ada, ya sudah gak papa.. aku pesan yang lain saja." ucap Nana
"Berhenti mempermainkan aku Na Na, bahkan pesawat ini pun bisa ku jadikan atas nama mu." ucap Al memperingati
"Ah ya kau benar... tapi aku rasa tidak perlu." Nana dengan cepat menolak nya.
Bersambung.....
__ADS_1