
Happy Reading
β₯π΄β₯π΄β₯
Al yang semalaman beristirahat di hotel dekat bandara tidak bisa tenang ingin cepat pulang, pasal nya penerbangan tidak bisa dilakukan oleh nya karna cuaca dan Al harus menunggu besok pagi baru bisa pulang. sedangkan untuk menghubungi Ben dirinya pun percuma akrna signal buruk dan akhirnya Al hanya bisa pasrah dan meluap kan emosinya dengan meminum minuman ber Alhokol kadang-kadang ia melempar Alhokol itu ke dinding dengan emosi yang meluap-luap.
"Agggghhhhhh... berani dia datang untuk menyakiti, ku habisi kau."ucap Al begitu berapi-api dan tak lama dirinya pun tertidur dengan tubuh bau Alhokol dan bekas darah di tangannya.
Dan pagi pun tiba dengan di bantu anak buah nya Al pun sudah naik kedalam pesawat untuk pulang ke negara asal nya. setelah sadar Al membersihkan dirinya dan kembali duduk dengan tenang agar pesawat pun tiba dengan cepat.
Al mengambil ponselnya dan menghubungi Ben dan ternyata menyambung.
"Hallo tuan."ucap Ben di balik telpon
" Aku sekarang di dalam pesawat dan tidak lama lagi aku mendarat, siapkan mobil di bandara aku akan ke mansion orang tua itu."perintah Al dan langsung mematikan ponselnya tanpa mendengar penjelasan dari Ben.
Ben hanya bisa menghela nafas nya, apa yang terjadi akan segera terjadi inilah kenapa Ben menghindarinya namun makin larut semuanya akan terbongkar.
******
Di Mansion Al Chapone , Nana mengemas hasil tespek atau benda keramat yang sudah ia uji coba pagi-pagi sekali tadi dan hasil nya garis dia, oleh wanita itu ia masukan kedalam kotak kecil dan ia berikan pita berwarna pink di atas nya.
__ADS_1
"*Mau buat baby dengan ku?"
"Mau buat baby dengan ku*?"
Perkataan suaminya waktu itu terngiang-ngiang ditelinga Nana dan wanita itu tersenyum bahagia tak sabar ingin bertemu dengan suaminya.
"Dicintai balik oleh orangyang aku cintai, the best happiness in love."ucap Nana lalu meletakkan kota kecil nya itu di atas meja rias nya lalu Nana turun dari kamar nya untuk sarapan pagi.
Namun saat dirinya turun ia tak sengaja mendengar percakapan para pengawal yang sedang bebicara di lorong samping menuju pintu dapur.
"Tuan Al sudah sampai di bandara, tapi tuan langsung ke mansion Nyonya besar Meeryana pagi ini jadi kita tidak perlu menunggu tuan." ucap salah satu pengawal dan Nana mendengarnya sangat jelas.
Nana mengurungkan niat nya untuk ke dapur dirinya langsung naik ke atas dan masuk ke kamar nya. "No, jangan bilang Al mau marah-marah lagi sama mama mertua,, no tidak boleh." ucap Nana
Nana pun selsai merapikan penampilan nya namun saat turun ke bawah untuk mencari kepala pelayan yaitu hollin namun dirinya tidak menemukan siapapun di ruang tamu sedangkan Nana buru-buru.
Kali ini Nana keluar dari mansion tidak pakai sopir dia menaiki taksi online diam-diam. di dalam taksi itu jantung Nana berdebar-debar tak karuan dan seketika dirinya gugup dan grogi.
Tak lama Nana sampai di pintu gerbang depan Mansion mertua nya, setelah turun dari mobil taksi itu Nana bisa melihat ternyata mobil suaminya pun baru sampai, Nana berjalan masuk beriringan dengan mobil yang masuk sehingga satpam pun tak melihat dirinya, entah mengapa dia mobil yang ada Al di dalam nya berhenti sebentar sedangkan Nana tidak peduli, wanita itu terus berjalan dan bersembunyi di balik pot bunga yang begitu besar di samping pintu masuk Mansion.
Nana mulai tersenyum melihat suaminya sudah mulai turun saat dirinya hendak melangkah untuk mengaget kan Al namun kembalikan nya Nana kaget saat Al berlarinn masuk ke dalam Mansion dan menyebutkan nama.
__ADS_1
"Ivana... Ivana."teriak Al dan seketika Nana langsung memundurkan langkah nya.
" Ivana."teriak Al didalam Mansion.
Nyonya Meeryana dan Ivana yang sedang berada di dapur pun langsung keluar menemui Al yang berteriak-teriak.
Nana yang penasaran ada apa pun langsung mencoba berdiri didepan pintu.
"Al, ada apa?" tanya Ivana membuka celemek di bajunya dan berjalan mendekati Al, Al pun langsung berlarian dan menarik Ivana masuk kedalam pelukan nya.
"Maafkan aku, maafkan aku Iva maafkan aku."Al memeluk begitu erat tanpa sadar orang yang di depan pintu mematung dan tangannya terasa bergetar, kotak kecil itu seketika ia genggam begitu erat seakan sedang meminta beri sedikit kekuatan.
" Aku yang salah maafkan aku Va."Al langsung mengecup kening Ivana dan saat itu juga dada wanita yang ada di depan pintu Mansion itu bergetar dan sangat terasa sesak dengan apa yang dia lihat barusan depan mata kepalanya sendiri.
Deg.....
Bersambung.....
Bantu support othor like, komen, dan bantu vote othor ya..
yang mau patah hati waktu dan tepat d persilahkan π€ππjangan salahkan othor cukup Al saja ya π€π
__ADS_1
Yuk follow IG othor yang punya ig, bisa komen di reel othor disana ya perkembangan Al dan Nana π₯°π