Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Pergi untuk nya.


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


"Loh kok mati telpon nya?" ucap Nana sambil meriksa ponsel dirinya takut jika kehabisan pulsa atau apa, Nana kembali mencoba menghubungi nomor suaminya lagi.


"Dia tadi ada bilang apa ga ya? misalnya bahagia atau apa? kenapa nomornya udah ga aktif?" Nana kembali di buat cemas karna hamil membuat perasaan gampang sekali berubah-ubah .


Nana langsung menyimpan ponselnya di dalam tas lalu kembali menemui dokter dan berpamit untuk pulang.


Setelah berpamitan dengan dokter Nana berjalan di lorong rumah sakit untuk menuju ke luar arah parkiran.


Namun saat di lorong sepi itu tiba-tiba tangan nana di pegang seseorang "Hey.. " pekik Nana kaget


"Nana." panggil orang itu


"El?" kaget Nana karna ternyata yang memegang tangannya itu adalah El temannya.


El langsung melepaskan genggaman tangannya di tangan Nana lalu mencoba fokus menarik nafas panjang nya. "Ehm... ada apa? kok kamu ada di rumah sakit juga? siapa yang sakit El?" tanya Nana masih dengan wajah polos nya .


"Nana, apakah kakak ku eh maksud ku apakah suami mu Al ada dirumah sekarang?" tanya El kepada Nana


Nana menatap aneh El lalu dia berkata"tidak ada, suamiku di luar negeri."jawab Nana


"Luar Negeri?" El kaget dan mengulangi perkataan yang disebutkan Nana barusan.


"Ya, luar negeri. kenapa emangnya?" tanya Nana kepada El


"Coba kamu telpon lagi, Na." pinta El kepada Nana dengan wajah begitu cemas seakan El tau apa yang terjadi kepada kakak nya itu saat ini.

__ADS_1


"Ya baiklah, akan aku coba telpon lagi." Nana kembali mengambil ponselnya dan membuat panggilan kembali ke ponsel Al dan ternyata nyambung namun belum di angkat sama sekali.


Nana mengangkat bahunya berulang-ulang kepada El karna dari tadi tidak di angkat-angkat, "Telpon aja terus sampai di angkat." ucap El dan benar saja tak lama ponsel itu pun di angkat.


"Hallo sayang, apa kau sibuk? kenapa lama sekali ngangkat nya?" tanya Nana mengeraskan pengeras suara ponselnya agar El ikut mendengar percakapan Nana dengan suaminya.


"Sayang." panggil Nana lagi


"Aghhhhh.... "


Bugggg....


Bruk......


Nana kaget, wanita itu mematung. dia bisa mengenal dengan jelas suara dan jeritan suaminya itu.


"Aggghhhhhhh.... "


"No... " ucap Nana menjatuhkan ponselnya sambil menjerit


"No itu bukan suamiku, kenapa dia? siapa yang menjerit kesakitan itu? No,, dimana suamiku?" ucap Nana menolak jika itu adalah Al suaminya.


"Hallo.. Nona manis, " Tiba-tiba ada suara dari telpon itu kepada Nana


"Siapa kau? mana suamiku? kenapa ponselnya ada dengan mu? mana suamiku, lancang sekali kau ya." ucap Nana menanyakan dimana suaminya.


"Suamimu ada bersama ku, jangan cemas dia baik-baik saja." ucap orang itu


"Kau ingin mendengar suaranya? baiklah akan aku suruh suami mu bicara."

__ADS_1


Bruuuukkkkk....


Suara pukulan kembali terdengar.


"Aggggghhhhhhhh."


"No.. no... kau memukuk suami ku? hentikan... bajingan, ku habisin kau berani melukainya.. hentikan." Mata Nana sudah memerah dada nya terasa sakit seakan sedang merasakan sakit yang dirasakan suaminya.


"Wow... ternyata kau sudah benar-benar menjadi istri mafia pemberani ya? baiklah, jika ku lenyapkan suami mu kau bisa mengendalikan semuanya kan."


"Tutup mulut mu BANGSAT." teriak Nana begitu emosi saat kata melenyapkan suaminya dikatakan orang itu.


"Kau sakiti suamiku, habis kau." teriak Nana lagi lalu ponsel itu mati.


"Aku harus pergi,, ya ya aku harus menyusul Al. dia butuh aku sekarang dia butuh aku." Ucap Nana sambil bergegas mengambil ponselnha dan ingin pergi ke bandara untuk menemui suaminya.


"Nana tunggu dulu, kau jangan gegabah." El menghentikan langkah Nana.


"Gegabah apa nya? suami ku terluka, suamiku disiksa orang bahkan mau di lenyapkan orang, aku tidak mau itu terjadi El. aku sebentar lagi akan mempunyai anak bukan hanya satu tapi tiga dan mereka sangat membutuhkan sosok Daddy nya... aku tidak bisa diam saja."ucap Nana dimana airmata nya akhirnya tumpah juga.


El diam tentu laki-laki itu juga sangat tau betul kecemasan seorang wanita terhadap suaminya atau orang terkasihnya.


Nana langsung memegang perut nya yang besar "NAK,,, kalian adalah alasan Mommy untuk tetap kuat menjalani lika liku kehidupan ini, kalian adalah semangat hidup Mommy tak ada alasan Mommy untuk menyerah sekuat apapun rintangannya Mommy akan berjuang untuk kalian." ucap Nana dan El pun sangat kagum melihat nya.


"Ayo nak kita jemput Daddy pulang."


bersambung....


Like, komen, vote.

__ADS_1


follow IG yuliaputry03 🙏🙏🙏🥰


__ADS_2