Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Bab 22


__ADS_3

Happy reading


🌱🌱🌱🌱🌱


Siang ini di kantor Wijaya Group semua orang sedang di sibukan akan pelacakan keberadaan putri tuan Wijaya dari istri pertama dulu nya yaitu MERIANA SEAN atau biasa di panggil Nana itu. Pemilik perusahaan itu bersikeras untuk mencari dan melacak keberadaan putri nya itu, ia tak ingin dianggap mantan istrinya sebagai laki-laki yang tak becus mengurus anak walaupun begitulah yang terjadi sekarang ini.


"Bagaimana, bram?" tanya Robert Wijaya pemilik perusahaan itu


"Belum ada informasi yang kami dapatkan Tuan, namun besar kemungkinan Nona Meriana masih disini sekitar kota ini." ucap Bram sebagai asisten tuan besar Robert itu.


"Baik lah, kau pantau dan cari terus putri ku itu sampai ditemukan keberadaan nya, aku tidak mau menerima alasan apapun." ucap Wijaya kepada asisten nya itu


"Baik Tuan." Bram pun paham akan perintah bos nya itu


Robert Wijaya, pria tampan yang tak lagi muda itu pun berjalan menuju arah jendela ruangannya dan ia pun berdiri tegap di hadapan jendela yang langsung menembus pandang ke arah luar , laki-laki tua itu melamun entah apa yang sedang ia fikirkan, hanya dirinya lah yang tau .


"Berikan obat ku." perintah Robert kepada Bram yang sedang mengotak-atik komputer nya di ruangan itu


"Baik tuan akan saya ambilkan." ucap pria bernama Bram


Bram berjalan mendekati bos besar nya itu lalu memberikan sekotak kecil obat milik bos nya itu "Ini Tuan." ujar Bram dan di Terima langsung oleh Robert Wijaya

__ADS_1


"Apa aku salah, Bram?" tanya Wijaya begitu serius menatap wajah asisten nya itu, Bram yang paham akan pembicaraan Tuan nya itu langsung mengeluarkan pendapat nya .


"Terkadang kita merasa apa yang kita lakukan sudah benar dan memang apa yang kita berikan seolah bagi kita itu sudah benar namun tidak dengan mereka yang mendapatkan itu semua bahkan mereka yang diperlakukan, Tuan." ucap Bram


"Maksud saya, ada yang merasa begitu puas atau ter-adili namun ada juga yang sebaliknya.. dan tuan harus tau itu juga." ujar Bram lagi menambahkan pendapat nya


"Aku akan memikirkan nya nanti."Robert Wijaya langsung pergi meninggalkan Bram sendirian disana


" Kau masih belum paham akan situasi keluarga mu Tuan."gumam Bram sambil geleng-geleng kepala melihat Tuan nya itu makin menjauh.


*******


"Mana wanita nya?" Tiba-tiba orang setengah wanita dan setengah pria dan bisa di bilang waria centil datang ke rumah besar milik Al Chapone bukan karna sengaja atau tanpa sebab, sudah pasti ia kerumah itu pun atas perintah tuan rumah tersebut.


"Mirabella,tuan Ben paling tampan." ucap tamu tersebut dengan logat kemayu nya


Ben yang sudah terbiasa tak menanggapi dan selalu berwajah datar di hadapan semua orang tak memperdulikan nya.


"Ayo ke kamar tamu, wanita nya ada disana sekarang." Ben mengajak Mirabella untuk menuju kamar di mana ia sedang mencari wanita yang ia maksud


Cek lek....

__ADS_1


Setelah tiba di kamar Ben langsung membuka pintu tersebut dan tampak lah Nana yang memakai baju putih polos dan baru saja membersihkan dirinya.


"Dia siapa?" tanya Nana kepada Ben akan Mirabella tersebut.


"Eyke.. Mirabella,panggil saja bella dan eyke MUA yu." ucap wanita setengah pria itu dengan suara lemah lembut di buat-buat itu.


Nana memasang wajah aneh namun lebih tepat nya enek akan laki-laki tampan namun berprilaku atau berjiwa perempuan itu.


"Baiklah, aku tinggal dulu. kalau ada perlu apa-apa panggil saja." ucap Ben meninggalkan Nana berdua dengan Mirabella


Mirabella memperhatikan tubuh Nana dari atas sampai bawah "Pakai susuk apa?" tanya Mirabella blak-blakan


"Susuk? aku bukan dukun mas eh mbak." ucap Nana menepis ucapan Mirabella tersebut


"Lalu bagaimana bisa yu mau menikah dengan Tuan Al sedangkan eyke tau selera Tuan Al itu bagaimana." ucap Mirabella lagi


"Yu pasti cari muka kan didepan Tuan Al, yu bermuka dua di depan tu laki." tuding Mirabella kepada Nana


Namun Nana berdiri dengan tegap lalu mengeluarkan kata ajimat nya"Saya ga suka bermuka dua mba, harga skincare mahal."


"??." Mirabella tak berkutik

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2