Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Bekerja


__ADS_3

Happy Reading


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Pagi itu Al sudah bersiap untuk pergi selain dunia mafia dia juga mempunyai usaha sendiri maka dia sebut itu pekerjaan agar istrinya tidak selalu menyudutkan dirinya akan keuangan seolah akan habis.


"Sayang,,, mau kemana?"tanya Nana mendekati suaminya yang sudah begitu rapi pagi-pagi sekali


Al mengehentikan langkahnya di ruang tamu itu karna istrinya sudah turun dari lantai dua kebawa, sedangkan Asisten Ben sudah lebih dulu standby di dekat bos nya itu.


" Sayang mau kemana?"tanya Nana lagi turun dari tangga dan menghampiri Al


"Hati-hati jalan nya Na, nanti baby nya kenapa-kenapa didalam sana." ucap Al tidak menjawab pertanyaan istrinya.


"Iya iya... mau kemana?"tanya Nana lagi


" Mau kerja."ucap Al kepada istrinya sedangkan Ben menahan tawa nya disana.


"Kerja? beneran? sayang kau memiliki pekerjaan? bukan pengangguran?" tanya Nana dengan ekpresi kagetnya, Karna yang Nana tau suaminya itu hanya bisa memerintahkan orang lain terus membunuh , itu lah yang wanita itu tau.


"Haiiisssss." Al mengusap wajah nya sambil memijit pelipis matanya.


"Ya.. suamimu ini punya pekerjaan sayang, jadi aku harus bekerja supaya baby kita tidak ke la pa ran." ucap Al sesabar mungkin dan mengeja kata lapar di depan istrinya, kembali Asisten Ben menutup mulut dengan tangannya.


"Wahhh... kau daddy yang bertanggungjawab.. istrimu ini bahagia sekali." ucap Nana sambil bertepuk tangan.


"Konyol sekali." gumam Al pelan, karna pagi-pagi dia harus bermain drama-dramaan bersama istrinya.


"Ya sudah aku pergi dulu ya?" ucap Al ingin berpamit pergi sambil memegang tangan kanan Nana.


"Aku mau ikut, boleh?" tanya Nana memasang wajah memohon


"Ikut?" Al mengulangi kata-kata istri nya.

__ADS_1


"Iya, boleh?" tanya Nana dan Al diam


"Boleh?" tanya Nana lagi dan Al langsung melihat ke arah Asisten Ben.


"Please." Nana sudah mengeluarkan jurus maut nya.


"Aku bosan dirumah."ucap nya lagi


" Baiklah, ayo kita pergi."Akhirnya Al pun mengajak Nana ke tempat kerjanya.


Setelah menunggu Nana berganti pakaian Al dan Nana pun sekarang sudah didalam mobil dan sedang dalam perjalanan.


"Sayang apa tempat kerja mu jauh?" tanya Nana


"lumayan." jawab Al sambil memainkan rambut Nana yang terurai dan wangi.


Nana pun celingukan melihat kearah luar jalan "Wah... sate." ucap wanita itu melihat tukang sate dipinggir jalan


"Tidak." Jawab Nana


"Lalu?" tanya Al


"Aku tu sampe sekarang heran aja sama tukang sate, yank." ucap Nana


"Kenapa?" Al kembali bertanya


"Heran aja, dia yang keringet tapi sate yang dia kipas, aneh kan?" ucap Nana dengan wajah membingungkan nya.


"huhfffssss... " Al menarik nafasnya


"Kalau dia kipas dirinya yang ada sate nya ga masak-masak lah, sayang." ucap Al menahan geram nya.


"owh iya ya,, hehe. "Nana pun terkekeh malu akan ke konyolan dirinya yang sulit ia hilangkan.

__ADS_1


Tak lama akhirnya mereka sampai di sebuah pabrik tas , pabrik yang begitu besar namun saat mobil Al sampai semua karyawan berbaris namun Ben lebih dulu turun dan membubarkan semua karyawan disana.


" Wah besar banget,, sayang kau kerja disini? berapa gajimu?"ucap Nana saat turun dan langsung menggandeng tangan suaminya sedangkan karyawan disana di buat bingung namun mereka hanya bisa diam walau melihat itu semua.


"Gaji?" tanya Al mengulangi pertanyaan istrinya itu


"Ya gaji? berapa?" ucap Nana sedangkan Al bingung


"Denger ya suamiku, sayangku. Sesibuk apapun seorang istri, dia tidak akan pernah lupa kapan suaminya gajian."ucap Nana sambil tersenyum dan Al langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Ya kau benar, gaji ku satu bulan tujuh juta."Jawab Al ngasal.


"Lumayan," ucap Nana


"Kenapa kau selalu meragukan suami mu Nyonya muda, bahkan kau menganggap dia penganguran, huhfffss." batin Ben


"Sayang aku selalu berdoa kepada Tuhan kita,kau mau dengar bagaimana aku berdoa untuk mu?" tanya Nana kepada suami nya.


"Ya, aku mau dengar.. katakan." ucap Al


"Tuhan, sukseskan lah suamiku diatas keraguan orang lain." ucap Nana sambil melihat langit.


Al hanya bisa tersenyum melihat begitu polos istrinya itu.


"Bukan orang lain yang meragukan ku tapi dirimu sendiri yang meragukan ku, Nana." batin Al sambil menahan tawanya


Bersambung....


Maaf ya author baru update, bismillah semoga othor bisa crazy up ya hari ini 🤭🙏🙏


Maafkan lah jika karakter Nana othor buat seperti itu, karna sesuai dengan deskripsi. Nana itu anak orang kaya namun tidak pernah merasakan itu semua. 🤭🥴


Like komen dan vote othor ya 🙏🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2