Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Meminta restu


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹


"Hallo, Tuan."Ben menelpon Al


" Ya."jawab Al singkat dan dirinya sudah ada di dalam mobil bersama istrinya.


"Tuan tidak ada apa-apa didalam makanan yang dimakan nyonya muda, bakan tadi saya sendiri yang menyaksikan langsung uji kab makanan itu di dalam kantor restoran tersebut." ucap Ben menyampaikan apa yang ia ketahui


"Ya aku tau." jawab Al tanpa merasa bersalah karna dirinya semua jadi seperti ini


"Urus semua kekacauan disana, bila perlu bayar berapa pun.. aku dan istriku mau mengunjungi Mansion wanita tua itu dan istriku mau makan disana, jadi temani Keke teman Nana itu belanja apapun keinginannya dan sampai kan maaf Nana kepada teman nya itu karna tidak bisa menemani nya." ucap Al panjang lebar lalu langsung mematikan ponsel tersebut tanpa mendengarkan ucapan Ben terlebih dahulu.


"Pasang sabuk pengaman nya sekarang, kita akan berangkat." ucap Al kepada Nana yang duduk disamping nya


"Baik komandan." Ucap Nana begitu girang nya apa yang ia inginkan dikabulkan oleh suaminya.


Perjalanan yang lumayan memakan banyak waktu karna jarak dari Mall menuju Mansion lumayan jauh. Nana pun sampai ketiduran dan tak lama mereka pun sampai dan Nana pun langsung bangun dari tidur nya.


"Kita sudah sampai?" tanya Nana saat Al memarkirkan mobil nya tepat di halaman Mansion orang tuanya itu, bahkan semua pengawal yang bertugas berjaga di Mansion tersebut pun sudah berbaris rapi menyambut kedatangan putra pertama nyonya besar mereka.


"Ayo turun." Al mengajak istrinya turun dari mobil dan mereka berdua pun turun.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Muda dan." mereka melihat Nana sekilas


"Nyonya Muda, panggil dia nyonya muda.. dia adalah istriku." ucap Al menegaskan kata-kata nya.


"Baik Tuan, selamat datang nyonya muda." pengawal itu menundukan kepala mereka kepada Nana, Nana begitu merasa sangat di hormati dan disegani.


Entah darimana ia memulai hubungan itu dengan suami nya entah kapan dia dan suaminya saling mencintai namun bagi Nana itu semua tidak lah penting sekarang, karna dirinya begitu sangat-sangat bahagia akan ini semua.


"Nyonya besar, ada?" tanya Al sedangkan Nana hanya menggelengkan kepalanya melihat suaminya menanyakan ibu nya sendiri seperti orang asing atau tamu dari mana saja.


"Ada Tuan, mari." seorang pengawal juga pelayan datang dan mengajak Tuan dannyonya muda mereka untuk menemui nyonya besar.


Setelah berjalan menuju tuang tamu Al dan Nana melihat seorang wanita cantik tak lagi muda itu sedang duduk di kursi nya smbil membaca buku.


Nana saling pandang dengan suaminya dan seketika Nana pun langsung menggenggam tangan Al "Aku mau bicara dengan nya, boleh?" gumam Nana pelan dan Al menganggukan kepalanya.


Nyonya Meeryana langsung melihat siapa yang datang, Nana berjalan perlahan mendekati Meeryana sedangkan Al tetap berdiri di tempat nya.


Nana berjongkok di hadapan Meeryana yang menatap dirinya begitu dalam, ada rasa gugup dan grogi di hati Nana namun rasa ingin dan keberaniannya terus berkobar.


"Sebaik-baiknya hubungan akan terasa hampa tanpa adanya restu kan, nyonya?" tanya Nana dan Meeryana hanya diam dan kembali menatap mata Nana yang ingin bicara dari hati ke hati itu.


"Nyo.. Nyonya.. " Nana kembali menguatkan hati nya

__ADS_1


"Katakan, karna aku pun juga tau apa yang ingin kau katakan." ucap Meeryana kepada Nana


 "Semua orang dapat melalui berbagai tantangan dalam perjalanan cinta, termasuk dalam mendapatkan restu, aku sudah menikah dengan putra mu nyonya.. apakah aku bisa meminta restu dengan mu.. maaf jika perkataan ku salah."ucap Nana menundukan kepalanya.


"Salah Nana, jika memang itu terjadi dan aku merestui mu kenapa kau msih memanggil ku nyonya?" ucap Meeryana dan seketika itu pula Nana menengadahkan wajah nya.


"Panggil aku Ma, sini peluk." ucap Meeryana dan ia langsung melebarkan tangannya agar Nana masuk kepelukan nya, Nana langsung melihat Al suaminya dan saat itu juga Nana mengangkat tubuhnya dan memeluk Meeryana begitu erat.


"Terimakasih Ma." ucap Nana menitihkan air matanya dan tanpa sadar Al pun ikut terbawa suasana melihat itu semua .


Setelah berpelukan cukup lama Nana pun melepaskan pelukannya "Sayang, kemari lah." Nana mengajak suaminya duduk bersama mereka untuk bergabung dan Al pun dengan sifat dingin nya duduk bergabung disana.


"Ma, sebenarnya Nana kesini pengen makan salad buah yang ada disini, apa ada?" tanya Nana kepada Meeryana namun tiba-tiba dari arah dapur.


"Ama, salad nya udah jadi." seorang wanita masuk kedalam ruang tamu dan membawa kan semangkuk salad di tangannya dan seketika itu juga Al berdiri dan menggengam tangan istrinya


"Ayo kita pulang, Nana." ucap Al menahan amarah nya.


"Tapi sayang, aku mau." Nana menolak namun seketika Al membentak nya tanpa sadar


"KATA KU PULANG MAKA PULANG, NANA." ucap Al


Deg.....

__ADS_1


Bersambung...


Yuk perang dan konflik segera di mulai 🤭🤭🤣🤣tahan jaga emosi, bantu support othor dulu dong, maksa ini 🤣🤣biar up lagi 😉


__ADS_2