
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
"Tidak bisa begitu, aku tidak bisa tidur di kamar lain." ucap Al kepada Nana
"Baiklah biar aku yang tidur di kamar saja." ucap Nana pula dan hendak pergi namun Al langsung menahan tangan istrinya
"Bukan begitu maksud ku, Na. kita tidak boleh pisah kamar." jawab Al lagi namun Nana langsung menghempaskan tangan suaminya.
"Jangan sentuh aku, kan aku sudah bilang. aku hamil dan anak ku tak ingin melihat wajah mu, jadi kau harus tidur di kamar lain." ucap Nana lagi menjelaskan dengan wajah cemberut nya
"Aggghhhhh... " Lagi-lagi Al harus menahan amarah nya karna wanita di hadapan nya itu
"Ya oke, baiklah aku akan tidur di kamar lain tapi ada syarat nya." ucap Al kepada istrinya.
Nana memicingkan kedua matanya menatap curiga Al "Apa?" tanya Nana
"Sebelum aku keluar dari kamar ini, boleh pegang perut mu sebentar? sebentar saja, kalau tidak aku tidak akan keluar." belum sempat Al bicara dengan selesai Nana langsung memotong ucapan Al
"Ya baiklah 1 menit." ucap Nana langsung membuang muka nya
__ADS_1
"Tidak bisa, lima menit." Al mulai bernego
"Atau aku tidak memperbolehkan mu." ancam Nana
"Ya ya,, baiklah." jawab Al dan laki-laki itu pun langsung berjongkok di hadapan istrinya, Al memandangi perut datar tersebut dan saat itu juga tangannya terangakat untuk menyentuh perut datar itu.
Al mengelus-elus perut datar Nana lalu detik kemudian Al menempelkan telinganya di perut itu, Nana hanya diam jika mereka tidak ada masalah pasti ini adalah kebahagiaan bagi Nana dan selalu memanjakan dirinya kepada suaminya itu namun balik lagi mereka bertengkar dan Nana tetap dengan pendirian, sedikit jahat itu perlu.
"Sayang, daddy tidur di kamar lain jadi jangan menyusahkan mommy mu, oke?" batin Al bicara kepada perut Nana.
"Satu menit selesai." ketus Nana dan Al pun langsung berdiri
"Aku tidak butuh." jawab Nana membuat Al hanya bisa menarik nafas panjangnya.
Akhirnya Al pun dengan berat hati keluar dari dalam kamar dan turun kebawah mencari hollin.
"Ada apa tuan?" tanya hollin kepada Al yang sedang berdiri di lantai bawa menunggu dirinya
"Siapkan aku kamar lain, aku kau istirahat." perintah Al dengan wajah lelah nya.
"Baik Tuan." sepanjang jalan Hollin hanya bisa geleng-geleng akan kehebatan seorang Nana yang bisa mengusir Tuan Al dari kamar nya.
__ADS_1
Selesai Hollin menyiapkan kamar untuk tuannya, Al pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut, saat tiba di dalam kamar Al pun langsung membersihkan tubuhnya dan sudah berganti baju,laki-laki itu mencoba berbaring untuk istirahat namun lagi-lagi bayangan Nana melintas ke pikiran nya.
"Huhffffssss.. " Al menarik nafas dan mencoba untuk memejamkan kembali matanya.
Namun lagi-lagi matanya tidak bisa untuk tidur entah kenapa dia tidak bisa tenang "Aggghhhhh... kau menyiksa ku, Na." ketus Al
"Tidak bisa, aku tidak bisa di buat seperti ini." ucap Al begitu gusar lalu ia bangun dari tidur nya dan langsung keluar kamar.
Namun saat Al baru saja membuka kamar nya hendak naik ke lantai atas dimana istrinya tdur disana seketika itu juga Al kaget karna ramainya para pelayan di meja makan dengan kesibukan di malam hari.
"Kalian ngapain?" tanya Al saat seorang pelayan lewat di hadapannya.
"Maaf Tuan, itu Nyonya... " Perawat itu tidak berani bicara namun Al langsung berjalan mendekati meja makan tersebut.
Dan.....
Bersambung....
Sabar ya🙏🙏🙏🤣🙏🙏
yuk support othor terus ya 😉
__ADS_1