
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Jika di luar Mansion Ivana dan El sedang menikmati makan bakso di pinggir jalan sambil mencoba pendekatan diri berbeda dengan yang di dalam Mansion utama nyonya Meeryana. Al dan Nana beserta mamanya sibuk bercengkrama sambil tertawa bahagia, Mereka benar-benar tidak ingin membiarkan terlewat begitu saja momen kebersamaan yang entah suatu saat nanti tidak akan terulang kembali nantinya .
"Baby mu benar kembar tiga sayang?" tanya Nyonya Meeryana kepapa menantunya itu, karna ini benar-benar kebahagiaan yang berlipat ganda bagi dirinya, sudah dapat maaf dari anak juga di bonus kan mendapatkan cucu bukan hanya satu tapi kembar tiga.
"Iya mah, Nana hamil kembar tiga tapi tidak tau jenis kelaminnya," ucap Nana
"Gak papa, itu semua bonus dan suprise buat kalian nantinya." ucap Meeryana lagi begitu bahagianya bicara kepada menantunya itu.
Akhirnya mereka pun tersenyum bahagia sambil menikmati secangkir teh hangat duduk diruang keluarga itu penuh cinta. Al menatap wajah orang tuanya itu lalu melihat wajah istrinya.
"Semenjak ada Nana dalam hidup saya, ga tau kenapa seberapa besar salahnya, kalau udah denger (Maaf) dari seseorang yang punya salah sama saya rasanya udah hilang gitu aja sakitnya. selemah itu emang sama kata maaf." batin Al
Al pun mendekati istrinya yang sibuk makan cemilan, Nana semenjak hamil besar porsi makan nya pun bertambah bahkan Al tidak pernah lupa sepulang dari luar atau ia bekerja selalu membawa pulang cemilan istrinya untuk stok dirumah.
"Aneh banget, makin hari makin sayang aja. main dukun kamu ya?" ucap Al sambil mengelus perut besar isterinya itu lalu menuding Nana main dukun terhadap dirinya.
"Apaan sih? ngga lah yank," ketus Nana menanggapi serius tuduhan suaminya itu, Al terkekeh melihat wajah cemberut istrinya itu.
Nana melihat wajah suaminya yang tertawa ngeledek dirinya dan Nana pun langsung berdecak kesal.
"Aku ni yah, jarang dapet yang dewasa, sekalinya dapet alias ketemu langsung ngajak nikah," sindir Nana kepada Al yang mana kali ini mama Al lah yang tertawa, karna memang benar adanya jika Al lah yang memaksa dan memutuskan bahwa Nana harus menikah dengan dirinya.
"Kenapa diem? habis kata-kata?"tanya Nana kepada suaminya yang diem saat kena sindir tadi.
" Nggak kok yank,"jawab Al sambil melihat kearah istrinya.
"Berpikir sebelum bertindak itu lebih bagus, biar nantinya nggak kejerumus dan kalau sudah ke jerumus ke depannya udah nggak bakalan enak. Keinginan sama kebutuhan itu beda ya Yang, kecuali batas kemampuan kita melebihi Keinginan kita. Kesederhanaan lebih tenang daripada sesuatu yang berlebihan tapi harus memusingkan apalagi menjerumuskan."ucap Al tiba-tiba kepada Nana
" Aku belajar dari hari kemarin, terserah apapun itu penilaian orang lain terhadap diriku, yang tahu ceritaku ya Hanya Aku Dan yang merasakan Ya aku juga. Aku berusaha diam Dan ikhlas ketika Namaku dijelek-jelekkan dan dirusak di belakang sana."Nana ikut berbicara dan menatap bola mata Al yang bulat kebiruan
" aku tidak peduli, tenang Aku tidak akan membalas seperti apa yang mereka lakukan. Roda Kehidupan terus berputar cepat atau lambat. Semuanya akan tahu dengan sendirinya, tidak perlu repot-repot klarifikasi atau semacamnya bukan membela diri dalam berdiam diri."
__ADS_1
" Sungguh Aku pun merasa patah, hanya saja tidak ingin membuat keadaan semakin keruh. Orang yang selama ini ku anggap baik,ternyata Tuhan menunjukkannya di belakangku melalui mata dan telinga yang lain. Dan baiknya lagi menunjukkan semuanya yang tidak pernah aku ketahui."Naan seketika keingat dengan papa dan saudara tiri nya.
"TERUNTUK KAMU! Aku sudah berkomitmen memilihmu sebagai pasanganku dan aku ingin berjuang bersamamu, maka seperti apapun keadaan kita nantinya, Ya kita harus sabar dan saling menguatkan. Yang namanya lelah itu pasti ada tapi jangan menyerah, bosan pasti ada tapi jangan pernah kamu cerita ke laki-laki atau perempuan lain. Ceritakan saja padaku kalau kamu merasa bosan dan jangan pernah pergi, kita harus bersama dalam situasi apapun nantinya. "ucap Nana kepada Al dan mengingatkan suami nya itu.
"Kau tau sayang, ketakutan terbesar wanita yaitu ketika dicintai karena nafsu, dekat hanya dijadikan pelampiasan, dimanja karena ada maunya, di treat like a **** dan ditinggalkan hanya karena bosan.dan kau tau itu hanya ketakutan ku saja dan aku tidak menemukan itu semua kepada diri kamu"ucap Nana pada Akhirnya.
"Aku mencintai mu,istriku."
"Walaupun 1000 laki-laki datang mendekatiku, jika yang aku inginkan Cuma Kamu, mereka bisa apa..? Karena Cuma kamu yang bisa bikin aku nangis, ketawa, nyaman, bahagia, Bahkan kamu berhasil membuatku takut kehilanganmu," ucap Nana.
"Aku tau cinta kamu hanya untuk aku,"
Cup
Al mengecup kening Nana.
"Udah ah yang sedih-sedihnya, kita main ketawa aja gimana?" ajak Al ingin menghibur istrinya itu.
"Oke, dimulai dari kamu ya yank," ucap Nana menunjuk Al untuk lebih dulu memulai permainan itu.
"Ehm.... sayang mau nanya ni?" ucap Al
"tanya apa?" jawab Nana
"Baju tidur itu kalau boleh tau bangunnya jam berapa ya?" ucap Al yang mana seketika membuat Nana terkekeh.
"Entah, aku pun juga ga tau yank.. haha," ucap Nana sedangkan mama Meeryana lagi kebelakang sebentar.
"Oke, kamu lagi yank," ucap Al kepada istrinya.
"Baiklah,"
"Sayang ketawa bareng yuk, burung, burung apa kalau dijepit bukannya mati malah hidup? Nggak Berapa lama kelamaan makin keras kelamaan malah muntah," ucap Nanan yang mana Al membulatkan matanya kearah istrinya itu.
Namun detik kemudian mereka berdua kembali tertawa.
__ADS_1
"Hahahahahha... "
"Otak kamu tu ya,"
"Di balik rumah tangga kita Yang Langgeng dan terlihat bahagia, ada pertempuran yang dahsyat yang sering terjadi bahkan setiap hari . Untung saja tidak ada korban jiwa, iya kan yank?" ucap Nana dan Al menggelengkan kepalanya.
Namun saat mereka asik dengan candaan mereka tiba-tiba Nana menjerit.
"Aghhhhhh.sayang.... ahhhh... sayang... perut ku," Al langsung menoleh ke arah istrinya dan seketika itu juga mendekat.
"Nana, sayang kamu kenapa?" tanya Al, sedangkan yang di tanya memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Sakit perut aku sakit... aghhhhh....."
Al langsung berteriak memanggil mama nya dan cemas berlebihan "Ayo kita bawa ke rumah sakit," ucap Mama Meeryana
"Nana, mau melahirkan."
Bersambung.....
di tunggu ya musim kedua nya🥰🥰
Yang masih setia sama Novel receh MomPutt tetap pantau dan kawal sampe si kembar 3 launching ya. 🤭🤣🤣
Musim kedua alias seasons ke 2 othor pisah ya ngga disini nyambung nya, karna bakal ada percintaan Ala si kembar tiga. dimana sih? dimana?
👇👇👇👇👇👇👇 season ke dua ada di sini, tungguin notif dari author ya, atau cek terus profil author 🙏🙏🙏🙏
Perjuangan seorang Nana membesarkan ketiga Baby nya juga kisah cinta ala baby kembar 3. dijamin ga kalah seru 🥰🥰🥰
Untuk novel ini sampai di sini ya. pantengin musim kedua nya.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1