
Happy reading
Skip
♥♥♥♥
Kini mereka sama-sama tanpa sehelai benang. Tubuh kekar berotot Al berlutut di depannya. Milik Nana terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat senjata yang tegang besar kekar berotot .
Nana pasrahkan dirinya ketika Al membuka kakinya hingga mengan gkang lebar lebar, lalu Al menurunkan bok ongnya dan menuntun senjata nya ke milik istrinya . Kerongkongan Nana tercekat saat kepala senjata Al menembus miliknya ."Hngk!Besaar..sekalii..suami...aghh" Walau telah basah, tak urung senjata yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki miliknya dan Nana menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.
Tanpa terburu-buru,Al kembali menghisap choco yang masih menga cung dengan lembut, kadang menggoda istrinya dengan mengge sekkan giginya pada choco merah muda itu, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menji l*ti dan mengh sapnya, membuat Nana tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah senjata Al bergerak perlahan dan lembut menembus milik Nana.
__ADS_1
Ia menggerak-gerakkan bok ong nya maju mundur dengan perlahan, memancing gairah Nana semakin bergelora dan birahi semakin banyak meleleh di miliknya, melicinkan jalan masuk senjata berotot itu ke kenikmatan tahap demi tahap.
"Ouuch.. sshh.. aachh.. suami. yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. ehmmm! Racau Nana lagi tak karuan
Akhirnya seluruh senjata yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatan itu, memberi Nana kenikmatan hebat, seakan bibir miliknya dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini.
Al Melepas choco Nana ,Al mulai memaju-mundurkan perlahan, "..oouch.. niikmaat.. ehmm!!" Nana pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan suaminya , dan akhirnya napas mereka semakin tersengal-sengal diselingi des ah des ah penuh kenikmatan.
Terus menerus mereka saling memberi kenikmatan, sementara li dah Al kembali menari di da da yang memang gatal memohon lidah kasar Al . Nana benar benar menikmati permainannya sambil mere mas-re mas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari miliknya dan ujung gunungnya, keseluruh tubuh Nana hingga ujung jarinya.
Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhnya melayang.Senjata yang dahsyat semakin cepat dan kasar mengobrak abrik miliknya mencengkeram erat.
__ADS_1
His apan pada gunung nya pun semakin cepat dan bernapsu. Nana begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhnya terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhnya bergelinjang liar tanpa bisa ia kendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhnya.
Des ahannya sudah berganti dengan erangan erangan liar kata katanya semakin vulgar. "Ahh.. Ouchh.. terus sayaang..goyang. habis milik ku..Ooohh.. Al..bukan maiin.. eennaaknyaa...!!" mendengar celotehan istrinya Al yang biasa krit bicara berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat Nana benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa..,
Akhirnya Nana tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhnya yang begitu dahsyatnya menggulung dirinya"Ngghh.. nghh .. nghh..Al. Akku mau keluaar..!!" pekikan Nana meledak menyertai gelinjang liar tubuh nya sambil memeluk erat tubuh suaminya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhny, Al mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan senjatanya dalam dalam dengan memutar keras sekali.
Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti 'forever' itu akhirnya berakhir dengan tubuh Nana yang terkulai lemas dengan senjata Al masih di dalam Miliknya yang masih berdenyut-denyut di luar kendali nya. Tanpa tergesa-gesa, Al mengecup bibir, pipi dan leher Nana dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemas istrinya dengan erat, membuat Nana benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan senjatanya yang masih besar dan keras di dalam milik istrinya, Ia memberi Nana kesempatan untuk mengatur napasnya yang terengah-engah.
Bersambung....
Next kilat 🌹🌹🥰
__ADS_1