Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Pulang.


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


Sejak Ivana ikut dengan Al juga Nana pulang ke Negara mereka Al kebanyakan diam bahkan tak banyak bicara apapun kepada istirnya, berulang kali Nana menggerakan tubuhnya ke kiri dan ke kanan namun nihil tak ada respon sama sekali akan suaminya itu.


"Sayang" panggil Nana didalam pesawat namun Al tidak juga menyahut membuat Nana sedikit cemberut.


"Sayangggg... " Nana kembali memenangi suaminya sediiro kenceng membuat Al langsung melihat ke arah istirnya itu.


"Hhhmmmm... ada apa?" tanya Al


"Kenapa dari tadi di panggilin ga denger-denger? lagi mikirin apa sih?" tanya Nana penasaran apa yang sedang mengganggu fikiran suaminya itu.


"Tidak ada,hanya soal pekerjaan." ucap Al kepada istrinya.


"Owh begitu, semoga setelah pulang beban pekerjaan mu sedikit lebih berkurang dan kau jangan terlalu capek ya." ucap Nana sambil merangkul bahu suaminya dan itu semua bisa di lihat dengan jelas oleh gadis yang duduk bersebrangan dengan mereka yaitu Ivana.


Gadis itu berkali-kali memejamkan matanya, menguatkan hatinya dan berharap agar bisa cepat sampai ke Negara nya, matanya terasa sakit menyaksikan ini semua.


Setelah luka fisik sekarang ia pun mengadapi luka batin yang di lakukan oleh orang yang ia sayangi, dia disiksa hanay karna mereka memiliki dendam dengan kekasih gadis ini namun sebisa mungkin Ivana menahannya dan menerima itu semua namun setelah bisa kabur dari sana, ia harus mendapati ini semua.

__ADS_1


Lantas untuk apa dia masih bertahan seperti ini? jika yang dia pertahankan yang dia perjuangkan mengkhianati semua nya bahkan tak emnagkui dirinya siapa.


"Sayang,, apa kau sangat menyayangi istrimu ini?"tanya Nana kepada Al yang sedang duduk tenang di samping nya.


" Ya."jawab Al singkat


"Owh ya? coba buktikan?" pinta Nana sambil menunjukan pipi nya.


Al melihat sekeliling nya sekilas lalu kembali menatap wajah istrinya dan


Cup


Cup


Cup


Cup


"Maaf, Nana aku mau ke toilet sebentar." ucap Ivana berdiri dari tempat duduknya


Nana langsung melihat kearah teman barunya itu sedangkan Al tidak melirik Ivana sama sekali entah kenapa laki-laki itu masih menyimpan benci terhadap wanita yang meninggalkan dirinya tanpa kabar seperti itu.

__ADS_1


"Ah ya... Ivana, mau aku temani?" ucap Nana menawarkan dirinya untuk menemani gadis itu


"Tidak perlu Na, aku sendiri saja." ucap Ivana menolak dengan pelan dan pergi dari tempat itu.


Akhirnya Ivana pun pergi menuju toilet yang ada di dalam pesawat itu sedangkan Nana hanya menatap punggung Ivana yang makin menjauh dengan wajah heran nya.


"Sayang, apa dia teman sekolah mu?" Nana langsung memutar tubuhnya menatap ke arah Al menanyakan siapa Ivana sebenarnya.


"Aku capek, Na... berhentilah bertanya, mari tidur."Al pun mengalihkan pertanyaan istrinya dan memilih untuk memejamkan matanya.


" Baiklah jika kau lelah, kita akan tidur .. nanti setelah pulang kita akan bicara kembali."ucap Nana tersenyum lalu menyandarkan kepalanya dibahu Al.


Tujuh jam perjalan mereka akhirnya Al dan Nana berserta Ivana mendarat di Negara tujuan mereka dengan selamat dan sampai pada jam nya.


Setelah berjalan keluar dari bandara ternyata Ben anak buah Al sudah menunggu untuk menjemput tuan nya itu


"Ben." panggil Al


"Saya, Tuan." Ben menundukan sedikit kepalanya kepada Tuan nya itu namun saat Ben hendak menyuruh tuannya masuk kedalam mobil, laki-laki bertubuh kekar itu kaget dan memundurkan satu langkah kaki nya.


"ehhhh.... Mmm.. No.. Nona Ivana?"

__ADS_1


Bersambung.....


Bantu dukung dan support terus ya karya othor 🙏🙏😉


__ADS_2