Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Tak bisa lagi menahan amarah nya.


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


" Apa anak itu memukulmu?" Ucap laki-laki tua yang mendatangi Nyonya Meeryana yang sedang merasa pusing akan masalah baru yang terjadi di dalam keluarga nya.


"Sayang, jawab jangan diam saja biar aku habisi dia." Ucap laki-laki itu lagi dengan wajah begitu sangar nya.


"kau di apakan nya? Apa ada yang terluka di tubuhmu? Katakan pada ku?" Ucap Laki-laki tua itu lagi sedangkan Ivana yang ada disana hanya bisa diam.


"Bajingann dia, akan ku habisi kau." Ucap laki-laki itu mengeraskan rahang nya namun saat itu juga Meeryana bersuara


"DIA ANAK KU, Jayson." Ucap Meeryana meluapkan emosi nya yang sedari tadi ia tahan saat bersama Al anak nya.


"Tapi dia menyakiti mu, sayang." Ucap Laki-laki bernama Jayson Agata tersebut yang diketahui adalah suami kedua dari nyonya Meeryana.


"Dia tidak menyakiti ku tetapi aku lah yang menyakitinya,Jay." Ucap Nyonya Meeryana begitu terasa sesak dada nya, kembali berputar di otak nya saat Al mengacungkan pistol tepat di kepalanya. Begitu sangat Al membenci dirinya.


"Tapi, sayang." Jayson yang hendak bicara kembali Meeryana memotongnya.


"Urus anak mu El Agata jangan mempersulit hidupku dengan berurusan dengan Al, aku tidak mau terlibat lagi." Ucap Meeryana begitu lelah.


"hayssss.. " Jayson


"Aku lelah butuh istirahat, jangan ganggu aku." Nyonya Meeryana langsung meninggalkan ruang tamu tersebut dan masuk kedalam kamar nya.


Brakk....


Jayson memukul meja "Awas saja kau." Ucap nya lalu pergi dari sana.


*********


Disisi lain tepatnya di mansion Al Chapone semua pelayan di buat ketakutan ulah nyonya muda mereka, pelayan berasa sedang di ujung neraka ulah nyonya nya tersebut sedangkan Al yang melihat itu semua langsung mengepalkan tangannya, emosinya mulai memuncak melihat apa yang dilakukan istrinya itu.

__ADS_1


"NANA." Teriak Al dengan suara bariton nya membuat semua pelayan ketakutan dan melihat ke arah Al dengan langsung menundukkan kepala mereka.


Sedangkan Nana yang di panggil tetap tidak peduli seakan dirinya tuli dan asik dengan apa yang dia lakukan di meja makan itu, Hollin yang melihat tuan muda nya datang langsung berlarian dan bersujud memegang kaki tuan nya.


"Tuan maafkan saya tuan, maafkan saya tuan.. Kami semua tidak bisa berbuat apa-apa, nyonya muda sendiri meminta nya jika tidak dia akan mengambil nya sendiri dan dia akan kabur kalau tidak di turuti tuan, tolong tuan ampuni saya tuan." Ucap Hollin dengan tangan bergetar di hadapan Al, Al langsung mendorong Hollin dengan kaki nya dan Hollin pun tergeser ke samping kiri Al


"Nana, cukup." Teriak Al mendekati Nana dan merampas gelas yang ada di tangan Nana, Nana yang baru meminum setengah gelas langsung berdiri.


"Kenapa kau merusak kesenangan ku, hahk? Tanya Nana dengan mata mulai terasa pusing


" Ini alkohol Nana, kau ingin menyakiti bayi ku, hahk?"ketus Al memarahi Nana dan melemparkan gelas berisi kan alkohol ke lantai dan gelas itu pun hancur lebur di lantai.


"Puuyysssss." Nana ikut bersuara saat gelas itu hancur di lantai


"Cukup Nana, ayo bersihkan dirimu." Al menarik tangan Nana namun wanita itu langsung menolak


"Aku tidak mau." Ucap Nana, Al lagi-lagi mengacak-acak rambutnya frustasi melihat tingkah istrinya itu


"Kenapa kau seperti ini, Nana. Kau itu wanita dan kau istri yang sedang hamil." Ucap Al


"Sudah cukup, aku tidak suka melihat mu begini ya, Na.jangan pancing amarah ku." Peringatan Al kepada Nana


"Kau tidak suka aku tidak masalah tapi asal kau tau,AKU SUKA NYA KAMU KALAU AKU SUKANYA ALKOHOL BERARTI AKU LAGI GALAU." ucap Nana


Al langsung mengambil air putih yang ada si meja itu dan langsung membasahi kepala Nana dengan air tersebut.


Pyurrrr. . . . .


Air itu pun membasahi seluruh tubuh Nana membuat semua orang tercengang.


"Hahhkkkk?"


"Cih... Aku menganggap mu rumah, kamu menganggap ku tempat singgah,kolaborasi yang miris haha." Ucap Nana di depan Al begitu berani nya dengan tubuhnya yang basah.

__ADS_1


"Aku tidak mau ribut, ayo ganti baju." Ucap Al kembali hendak membawa istrinya dan memegang tangan Nana namun wanita itu kembali menghindar.


"Enaknya jadi kau ya para lelaki, setelah berbuat seakan kau dengan mudah melupakannya sedangkan aku atau kami para wanita? Sakit... Al sakit." Ucap Nana


"Maafkan aku." Jawab Al


"Semudah itu?" Nana mempertanyakan nya.


"Suamiku pergi ke negara lain demi wanita nya, lalu kembali dan meminta maaf lalu memeluk erat tubuh wanita nya,tapi apa kau tau aku sebagai istrimu terluka? Apa kau tau?" Ucap Nana


"Terlalu banyak peran yang harus ku mainkan, hingga aku tak tau yang mana diriku sebenarnya." Ucap Nana menatap miris.


"Aku dilukai keluarga ku dan aku fikir kau adalah keluarga baru ku yang tidak akan menyakiti ku dan yang bakal menyembuhkan luka ku, ternyata aku salah Al aku salah.ucap Nana matanya memerah


" Sudah cukup Nana, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan."ucap Al lagi


"Aku selalu gini,, selalu ngomng dengan diri sendiri, sabar, kuat, jangan rapuh, harus bisa jangan lemah, harus tetap bertahan sambil nangis dan ngusap air mata, dada terasa sesak, ternyata nguatin diri sendiri itu sakitnya luar biasa."


"Aku gagal memahami mu, kau tidak mencintai ku Al, tidak." Ucap Nana memundurkan langkah nya


"Berhenti bicara seperti itu Na, kau hanya belum mengetahui betul karakter ku. Jadi jangan bicara apapun." Ucap Al lagi dengan memajukan tangannya untuk meraih Nana.


"No.. Kau hanya mencintai Ivana bukan aku,kau hanya pembohong yang menyembunyikan kebusukan mu Al."ucap Nana lagi membuat Al tak bisa menahan amarah nya lagi ketika dirinya dikatakan pembohong.


" Kau bilang aku apa? PEMBOHONG? KEBUSUKAN?KAU TERLUKA KARNA AKU KAN, NA?"tanya Al mendekati istrinya


"Ayo ikut aku."Al langsung menarik paksa Nana keluar dari mansion dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


" Al amu kemana, aku tidak mau."tolak Nana berusaha melepaskan genggaman tangan suaminya yang begitu kuat.


"KAU INGIN MENGETAHUI SIAPA AKU KAN? KARAKTER KU KAN? MAKA IKUT AKU, BIAR KAU TAU SEPERTI APA SUAMI YANG KAU BILANG PEMBOHONG INI." ucap Al lagi lalu mengendarai mobil dengan satu tangan memegang stir mobil dan satu tangan lainnya memegang tangan Nana dan malam itu mereka pergi entah kemana.


Bersambung....

__ADS_1


Ini demi pembaca ya othor buat versi lumayan panjang jika masih kurang panjang 🙏🙏😭maafkan othor. othor hanya penulis amatiran yang tidak bisa bermain narasi dan juga othor team yang ga bisa memaksakan nulis panjang-panjang, takutnya ceritanya jadi monoton dan malah ngga nyambung, jadi hanya mampu sebisa dan senyaman othor, maaf ya 🙏🙏🙏


terimakasih buat kalian ya udah mau menunggu dengan sabar kisah cinta mereka dan udah selalu kasih semangat othor 🙏🙏terimakasih ya. 😉


__ADS_2