
Happy Reading
Akhirnya semua keluarga pun tiba di negara a, Yang lain sudah pada turun dan menuju ke rumah mereka masing-masing Begitu juga dengan Al dan nama yang langsung pulang menuju Mansion mereka. Di tengah perjalanan menuju Mansion Nana pun langsung melihat wajah suaminya yang sedang tidur begitu pula karena mereka sampai pun di waktu menjelang pagi, mana tempat berpikir apa yang akan dia rencanakan dan bagaimana cara yang menyampaikannya kepada Al.
Tak lama mobil pun sampai dan Asisten Ben hendak turun untuk membukakan pintu bagi Tuan dan Nyonya nya namun saat itu juga Al terjaga dari tidurnya "Sayang, aku mau bicara." ucap Nana cepat
"Tidak bisa kita bicara di kamar saja nanti?" jawab Al
"Tidak bisa, aku mau nya sekarang." Nana pun dengan cepat menolak apa kata Al sambil memegang dan mengelus perut nya yang membuncit.
"heeemmm." Al melihat kedua bola mata Nana lalu ia pun menarik nafas panjang.
"Ben tunggulah di luar, biarkan aku bicara dengan istriku dulu." ucap Al kepada Asisten nya itu.
"Baik Tuan." Asisten Ben pun langsung keluar dari dalam mobil dan meninggalkan Tuan dan Nyonya nya didalam mobil.
"Sayang, katakan." ucap Al memposisikan duduknya menghadap tepat didepan wajah istrinya agar Nana tidak begitu banyak bergerak.
__ADS_1
Nana diam sejenak lalu "Sayang, aku... " Nana menatap manik mata Al lalu langsung menundukan pandangannya.
Al menaiki satu alisnya heran melihat tingkah istrinya begitu aneh dan tidak seperti biasanya itu "Ada apa?kenapa menunduk?apa ada kau inginkan? katakan pada ku, akan aku kabulkan semua nya." ucap Al lagi begitu meyakinkan Nana dengan perkataan nya itu.
"Apa aku berarti bagimu?" ucap Nana langsung menengadahkan pandangan matanya menatap Al.
Al diam tak berbicara masih saling pandang satu sama lain "Kau tau sayang, Saat ini dan seterusnya yang perlu kamu tau aku mengenalmu dengan hati bukan dengan mata. aku menyayangimu dengan jiwa bukan dengan kata. Dan aku menyayangimu dengan rasa , bukan dengan logika. Aku memilihmu bukan karna suka tapi... caramu memperlakukan ku dengan LUAR BIASA."ucap Al panjang lebar.
"Disaat semua orang menginginkan lelaki tampan, aku hanya butuh lelaki yang tidak akan berubah dari awal sampai akhir, dan karna apa? semua yang orang lain inginkan aku dapatkan semua nya di diri kamu."ucap Nan langsung menempelkan keningnya di kening Al yang mengimbangi tubuh mereka berdua agar sama .
"yang membuat hati istrimu ini nyaman bukanlah jabatan, tapi pasangan hidup seperti dirimu yang penuh pengertian." ucap Nana lagi.
"Ehem..," Al berdehem.
"Yang membuat semangat istrimu ini berkobar, bukanlah mobil berjajar. Pasangan hidup yang penyabar... love you suamiku." ucap Nana begitu terharu biru akan ucapan yang ia ungkapkan baru saja keluar dari bibirnya itu begitu saja kepada Al .
"Aku juga mencintai mu." jawab Al mencubit pelan pipi Nana yang mulai meng gembul.
__ADS_1
"Sayang, pernikahan itu ujian nya beda-beda ada yang diuji dengan anak, ada yang di uji dengan orang tuanya, ada yang di uji dengan mertuanya , ada yang diuji dengan masalah financial dan msih banyak lagi ujian lainnya dan apapun bentuk nya ujian pernikahan kita, tetaplah saling menguatkan dan saling berpegangan tangan, dan terus berpegang pada agama semoga Tuhan menguatkan kita untuk melalui semuanya nanti. oke, kamu paham?"ucap Al panjang lebar untuk kedepannya nanti pernikahan mereka dan bertanya kepada istrinya itu.
"Aku paham, Al." jawab Nana mengerti.
"Ya sudah ayo kita turun." ajak Al hendak keluar dari dalam mobil karna ia fikir pembicaraan mereka selesai namun Nana menahan tangan suaminya.
"Apa aku boleh minta sesuatu?"
Al tidak langsung menatap wajah istirnya "katakan?"
"Aku dua bulan perkiraan akan melahirkan dan bukan hanya satu tapi tiga, apa boleh aku melahirkan dan tinggal selama menunggu menjelang melahirkan dirumah mertua ku?" ucap Nana pelan tapi pasti membuat Al diam.
"Jika tidak boleh juga tidak apa-apa."
Bersambung.....
Maaf ya othor baru update, soalnya anak othor demam + batuk dan ini baru berangsur sembuh dan othor baru mulai update lagi 🙏🙏😥maaf ya.
__ADS_1