Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Janji Al


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Pagi menjelang siang itu Nana benar-benar di haut bengong oleh suaminya, permintaan yang ia inginkan sekejap mata tanpa dipikir-pikirkan lagi oleh suaminya langsung di ia kan nya, bahkan acaranya pun langsung di laksanakan besok.


"Sudah siang, ayo kita makan siang." ucap Al kepada istrinya


"Ben, siapkan makan siang kami. aku menunggu di ruangan ku." perintah Al kepada anak buahnya itu


"Baik Tuan." Ben pun pergi dari hadapan Tuan nya.


"Sayang, ayo." Al mengulurkan tangannya kepada Nana dan Nana pun langsung menyambut tangan suaminya.


Mereka berdua berjalan menuju ruangan untuk makan siang setelah sampai diruangan itu Al langsung membawa Nana duduk disofa dan Al langsung duduk di sebelah istrinya dan menatap mata Nana.


"Boleh aku bertanya?" ucap Al kepada Nana


"You're my husband, so you don't have to ask permission for that. please." (kau suamiku, jadi kamu tidak perlu minta izin untuk itu. silahkan) "ucap Nana kepada Al dan ikut menatap manik mata suaminya.


" Kau dengan paman Wijaya?"pertanyaan Al singkat namun Nana langsung tau maksudnya.


"Dia papah ku." jawab Nana singkat, jelas, padat lalu mengalihkan pandangan nya kearah lain dan tak ingin menatap Al.


"Berarti dia mertua ku kan?" tanya Al memegang pipi Nana lalu mengarahkan kearah wajah nya agar Nana menatap matanya.


Nana hanya menganggukan kepalanya tanpa bicara.

__ADS_1


"Robert Wijaya?" Al memegang dagunya seakan sedang berfikir didepan istrinya itu.


"Dia pemilik Wijaya group dan perusahaan itu lumayan besar juga terkenal, benarkan?" tanya Al lagi kepada istrinya


"Ya.. begitulah." jawab Nana dengan malasnya


"Pertanyaan ku kenapa kau bisa bekerja di sebuah club sedangkan kau adalah anak dari pemilik Wijaya group?" ucap Al langsung ke intinya karna laki-laki itu begitu penasaran.


"Aku anak yang bandel, tidak menurut dan aku kabur dari rumah. jadi intinya aku tidak mau di kekang makanya aku jadi gelandangan di luaran." ucap Nana dengan wajah sinis nya namun Al bisa merasakan jika istrinya itu memendam derita yang ia tahan selama ini.


"Benarkah?" tanya Al memicingkan matanya menatap Nana seakan tidak percaya


Nana terdiam, "Anak biasanya bandel itu karna ada sebab kan?" pancing Al lagi kepada istrinya


"Bahkan jika dia sampai kabur dari rumah mewah disaat anak-anak lain menginginkan kehidupan mewah sepertinya, mustahil kan jika tidak ada sebab?" ucap Al lagi memancing emosi istrinya itu.


" Kenapa? ya, aku kurang kasih sayang."ucap Nana lalu ia menundukan kepalanya.


"Berarti bahagia mu itu bohong?" tanya Al kepada istrinya


"Apa yang ingin kau ketahui dari ku?" Nana balik bertanya kepada suaminya


"Semua tentang kamu." jawab Al lalu kembali menatap mata Nana


"Ya kau benar suami ku, aku hanya pura-pura bahagia,,, awalnya stress mendekati gila,tapi punya ke ahlian pura-pura bahagia." ucap Nana sambil tersenyum.


"Alasan kau pergi?" tanya Al, Nana pun menarik nafasnya panjang.

__ADS_1


"Bagai orang asing?" ucap Nana


"Why?" (Mengapa)."tanya al


"Aku sudah menjadi sesabar yang aku bisa." ucap wanita itu


"Menjadi pengertian semaksimal mungkin."


"Bahkan aku menjadi seseorang yang bukan diriku lagi." ucap Nana dengan nada bicara emosinya mengingat itu semua.


"Dan bagi mereka, aku masih menjadi seseorang yang tak bisa mengerti mereka."ucap Nana lagi.


"Lantas mereka inginkan aku yang bagaimana?" ucap Nana pada akhirnya.


"Semua itu?"tanda tanya lagi Al mengangkat Alisnya


"Al, dewasa ku bohong tawa ku palsu mandiri ku rumit dan bahagia ku cuma cerita."ucap Nana seakan sedang mengaduh kepada suaminya.


Al merentangkan kedua tangannya " Sini, peluk aku.. bagi duka dan luka mu bersama ku."ucap Al dan Nana seketika masuk kedalam pelukan suaminya, dan tanpa sadar bulir air mata mulai turun dari matanya dan membasahi kemeja Al.


"Kau ingin membalas nya?" tanya Al sambil mengelus rambut istrinya , namun Nana langsung menggelengkan kepalanya


"Mulai saat ini hapus airmata mu, karna aku yang akan membahagiakan mu, Na."ucap Al dan berjanji kepada istrinya dan Nana semakin mempererat pelukan nya, wanita itu merasa menemukan tempat ternyaman untuk nya saat ini.


" Aku yang akan mengembalikan hak mu, bersabarlah."batin Al langsung mencium pucuk kening istrinya


Bersambung.....

__ADS_1


Bantu supoor othor ya, like, komen dan vote 🙏🙏🙏💪💪💪😍


__ADS_2