Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Mengasahnya agar tidak menjadi penakut.


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


Akhirnya Nana pun langsung berlarian mencari suaminya dan di tengah keramaian itu Nana menghentikan langkah nya, ia melihat satu-satu wajah seseorang disana dan banyak sekali orang-orang yang memperhatikan suaminya menambah ketakutan Nana, dirinya benar-benar cemas.


"No." batin Nana


"Sayang." panggil Nana langsung menggenggam tangan suaminya yang sedang mengobrol dengan lawan bisnis nya, melihat istri nya dengan wajah cemas Al pun langsung meninggal tempat itu.


"Aku permisi dulu." ucap Al kepada teman bicara nya tadi, lalu Al membawa Nana sedikit menjauh.


"Ada apa?" tanya Al kepada Nana


"Al,,, sayang.. aku... aku takut." ucap Nana gemeteran kepada suaminya


Al pun melirik sekitar mereka berdua berdiri dan sudah pasti anak buah nya ada dimana-mana "Ya sudah istirahat aja ya? aku sudah memesan kan kamar untuk kita, mau?" tanya Al menenangkan istrinya, tidak enak bicara didepan umum dan Al lebih memilih untuk tidak bertanya dulu.


Nana yang masih memegang lengan tangan Al hanya bisa mengangguksn kepalanya dan mereka berdua pun langsung berjalan menuju kamar hotel yang ada disana.

__ADS_1


Setiba didalam kamar hotel Al langsung mendudukan Nana di atas kasur lalu dirinya berjongkok menatap wajah istrinya "Ceritakan, apa ada yang mengancammu? apa ada yang menakutimu?" tanya Al kepada istrinya, karna Als sedari tadi melihat aura ketakutan dan kegelisahan yang istrinya rasakan.


Nana masih diam, Al pun menghela nafasnya lalu berdiri dan membelakangi Nana. "Kau tau sayang, ketakutan seorang suami itu saat istrinya hanya diam tak ingin berbagi masalahnya." ucap Al


Nana pun ikut berdiri dan langsung memeluk suaminya dari belakang dan Al pun ikut menikmati pelukan dari istrinya "Sayang, kau seorang mafiakan?kau mafia jenis apa?" tanya Nana dalam pelukan nya di tubuh Al


Al diam, belum paham apa maksud dari perkataan istrinya itu "Kenapa?" tanya Al


"Bukannya mafia itu ada yang ilegal dan ada yang memang di takuti karna ia berpengaruh untuk negara?" tanya Nana


"Ya kau benar." jawab Al


"Lalu kau Mafia yang mana nya?" tanya Nana kembali.


"Niat ku untuk bersamamu itu TULUS,apapuk kekuranganmu akan aku terima, sekelam apapun masa lalumu tak akan aku permasalahkan." ucap Nana begitu tulus dibelakang Al yang sedang memeluk dengan erat.


"Akan ku temani kau dari titik terendahmu sekalipun, hanya satu yang ku minta dari mu HARGAI AKU, dan jadikan aku satu-satu nya untuk mu." timpal Nana lagi.


Al membalikan tubuhnya menghadap ke Nana istrinya lalu Al memegang pipi Nana "Sebangsat bangsatnya saya , saya tidak pernah menyimpan dua orang dalam satu hati."ucap Al menyakinkan istrinya.

__ADS_1


" Denger sayang, aku akan menjaga mu dan tak akan ku biar kan orang lain menyakiti mu. berhenti menjadi penakut, kau pernah melihat suami mu membunuhkan? kau pernah melihat suamimu menodongkan pistol kan? jangan takut dan belajarlah menajdi wanita kejam, agar kau bisa melindungi dirimu sendiri saat aku lagi tidak bersama mu, paham?"Al mengingatkan sekaligus mengasah keberanian istrinya itu.


Nana sedikit lebih tenang ketika suara tegas suaminya berbicara, singkat tetapi membuat Nana jauh lebih tenang.


Mereka pun diam dan saling tatap-tatapan "Ehm.. sayang aku pengen?" Nana sedang berfikir membuat Al sadar jika istrinya itu akan berulah kembali.


Cup


secepat kilat Al membungkam mulut istrinya dengan bibirnya.


"Ehmmm.... sayang... ehmmm." Nana kaget


"Sudah lama, sekali aja boleh?" tanya Al setelah melepaskan pagutannya.


"Apa?" Nana membulatkan matanya


"Itu, sekali aja." Ucap Al menunjukan dengan tatapan nya membuat Nana menjadi malu dan memutar tubuhnya membelakangi Al.


"Haysss... Istriku yang polos."

__ADS_1


Bersambung....


Support othor receh ini jangan lupa ya.


__ADS_2