
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Siang itu menjadi momen dimana dua orang beda usia itu yang selama ini selalu berjaga jarak dan salah satu memiliki kebencian yang begitu besar namun kali ini mereka berdua dipertemukan kembali dan saling berbicara apa yang ada didalam hati mereka selama ini.
"Aku sangat menyesal," ucap Meeryana kepada Al dengan wajah tua yang menunduk itu.
"Saya tidak pernah menyesali apapun yang sudah terjadi dalam hidup saya, karna yang sudah terjadi tidak dapat diubah kembali kan?jadi aku hanya mengambil pelajaran, selebihnya melanjutkan perjalanan,"ucap Al lagi
"Ya, sekarang saya lebih memilih menutup telinga, dari hal-hal yang membuat mental saya lemah, "
"Seburuk apa orang di luaran sana mengomentari hidup saya, orang luar belum pernah merasakan apa yang saya rasakan,"
"Sekuat apa orang-orang menghakimi saya, mereka belum pernah menjalani hidup seperti saya." ucap Al lagi menatap miris dirinya seakan sedang mengadu kepada induk nya apa yang ia rasakan selama ini.
__ADS_1
"Maafkan aku," lagi nyonya Meeryana hanya bisa mengulangi kata penyesalan itu dari dalam mulutnya dengan air mata yang mengalir sedari tadi.
Al diam
"Al, maafkan mama Nak.. apa papa mu," belum sempat nyonga Meeryana meneruskan ucapannya Al langsung sedikit berteriak
"Stop,"
"Jangan tanya dan sebut papa ku, " ucap papa ku
"Jangan tanya dan sebut tentang papa kuhkuh. jika ku ceritakan mungkin air mata ku tak berhenti menangis, menjadi pria cengeng dan lemah. jika aku ceritakan aku sangat begitu iri melihat orang yang tumbuh dewasa dengan bimbingan seorang papa." ucap Al mata nya memerah entah apa yang sedari tadi ia tahan agar tidak lolos dari matanya.
Lama Al menatap wajah tampan papanya di fhoto itu sambil tersenyum sedangkan nyonya Meeryana hanya bisa menangis dan menatap kemana arah dan apa yang akan dilakukan putranya itu.
"Papa," panggil Al dengan suara serak nya sedangkan sedari tadi Nana sudah menutup mulutnya menahan tangis yang hendak pecah dari tadi .
__ADS_1
"Pa.. Papa... Putramu sedang diuji oleh badai kehidupan,"
"Diuji dengan banyaknya rasa sakit yang datang bertubi-tubi, banyak yang diambil dari Al secara terus menerus, pah."
"Air mata putra cengeng mu ini berjatuhan tanpa henti semenjak kau tinggalkan putra mu ini, pah,"
Al mendekati Meeryana dengan mata yang memerah sebagai laki-laki dewasa yang menahan antara amarah dan kesedihan nya selama ini.
"Maaf... maaf... maafkan aku Al, maafkan aku," ucap Mama Meeryana lagi dengan sesegukan.
"Ada yang menangis sambil makan, ada yang menangis sambil bawa kendaraan, ada yang menangis saat mata mereka terpejam di waktu tidurnya, tidak ada yang benar-benar kuat, mereka ataupun saya tidak tau kapan dan dimana menjatuhkan airmata," ucap Al
"Dikecewakan berkali-kali oleh keadaan, bisakah Al genggam tanganmu?bisakah Al memeluk sebentar saja? Bisakah kau bertanya apakah Al baik-baik saja?"tanya Al dengan air mata yang berjatuhan tidak bisa ia tahan lagi
" Tidakkah kau merasa khawatir sekali saja kepada putra mu ini? Bisa kah kau berpura-pura menyayangi ku sekali lagi, Mah? aku sangat putus asa, hilang arah dan tujuan, dan aku sangat kesepian."
__ADS_1
Bersambung....
🤧😭😭😭😭😭