
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Siang itu Nana dengan tekatnya akan pergi menjemput suaminya dia tau bahwa suaminya saat ini sedang dalam tidak baik-baik saja dan nana harus bisa membantu suaminya.
" Hai Nana tunggu dulu.'' cara menghentikan langkah wanita itu, dan kembali mengejar nana
" ada apalagi aku harus pergi suami aku membutuhkan istrinya.'' ucap Nana dengan bersungguh-sungguh.
" dengan keadaanmu seperti ini? Emang bisa?'' ucap El seakan memberi pengertian kepada Nana bahwa wanita itu sedang hamil besar.
'' jangan remehkan tenaga wanita ya, Kau pikir aku selemah itu?''ucap Nana seakan ingin menantang El dengan perkataan nya.
"Aku tidak bilang begitu." ucap El kepada Nana
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita pergi." El pun juga ikut pergi namun Nana langsung menghentikan langkahnya dan menatap punggung badan El dan membuat laki-laki itu langsung membalikan tubuhnya dan menaikan satu alisnya.
"Loh, tadi katanya mau jemput suamimu? ayo... " tanya El merasa heran akan Nana yang tiba-tiba diam di tempat.
"Tunggu dulu, kau kenapa mau ikut? aku tidak butuh ditemani. aku kuat kok, kau meragukan wanita hamil?" Nana langsung menuding kembali El dengan pernyataan nya.
"Tidak begitu Nana, ceritanya panjang. pokoknya kita harus pergi kesana sekarang, sebelum terlambat." ucap El lagi
"Tidak, aku tidak mau pergi bersamamu jika kau tidak memberitahu ku ada apa sebenarnya?" ucap Nana dengan Nada ancamannya.
" apa? kau bicara apa nggak mungkin kan, kau bilang teman kerjanya? jangan membohongiku ya jangan manfaatkan keadaan?" ucap Nana tidak percaya kepada El
El menarik nafas panjang lalu membuangnya, El pasti sudah tahu apa jawaban Nana jika ia memberitahu siapa dirinya ta begitulah siapa-siapa pun tidak akan percaya bahwa dia adalah adik dari Al Chapone,ditambah lagi seorang Al yang sangat berpengaruh di dunia pun bahkan tidak pernah mengakui dirinya lantas siapa lagi yang mau mempercayai perkataan El sedangkan orang yang berpengaruh itu pun tidak pernah menganggapnya ada.
"hahaha....Aku akan tau jawabannya dan kau pasti menganggap ini omong kosong." ucap El sambil tertawa miris mengingat hidupnya.
__ADS_1
"Hey aku sedang tidak bercanda ya." ketus Nana
"Aku juga, aku tidak sedang bercanda kakak ipar. itulah kenyataan nya tapi." yang kembali memejamkan matanya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, Dia sangat menyayangi laki-laki itu bahkan dirinya ingin sekali menjadi seperti laki-laki itu namun kembali lagi benci dari seorang laki-laki itu kepada dirinya sangat besar, bagaimanapun cara mengambil hatimu tetap saja semuanya akan menjadi sia-sia, bahkan El pun di larang untuk menujukan wajahnya di hadapan kakaknya itu.
"Kau tau kakak ipar, aku sebenarnya seorang anak yang terlahir dari keluarga kaya, tidak dimanja dengan harta juga kemewahan akan tetapi beruntungnya diriku karna di berikan tulang dan hati yang kuat untuk berjuang sendiri." ucap El kepada Nana yang diam mendengarkan
"Aku seorang anak yang dihukum atas kesalahan orang lain, kakak ipar." ucap El pada akhirnya.
Bersambung...
Bantu vote othor dong 1 aja 🥴😭😭janji dobel up 🤭🤭🙏
like, komen dan vote ya
ig :Yuliaputry03
__ADS_1