
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Disisi lain
Al dan Mana sudah pulang ke Mansion mereka dan Nana lebih dulu masuk kamar untuk membersihkan dirinya sedangkan Al hanya menatap tubuh istrinya yang kian menjauh itu, Al lalu berfikir sejenak dan berjalan kearah dapur. laki-laki itu yang tak pernah tau soal perdapuran bahkan jarang sekali masuk dapur namun malam itu ia tergerak untuk ke dapur tersebut.
"Tuan, apa ada yang Anda perlukan? biar saya yang kerjakan." ucap Hollin yang melihat tuan nya dari kejauhan tadi menuju arah dapur mereka.
"Tidak perlu, kau bisa istirahat." bagai mendaptkan jackpot dadakan Hollin kaget mendengarkan tuannya itu menyuruh dirinya istirahat, Namun Hollin tetap diam disana siapa tau tuan nya perlu bantuan dan tak berani untuk beristirahat.
"Kenapa kau masih disana, Hollin?pergilah tidur ini sudah malam." perintah Al lagi kepada kepala pelayan nya itu.
"Ba.. baik tuan. " dengan terpaksa Hollin pun meninggalkan Al sendirian di dapur itu.
Al langsung membuka lemari es lalu ia melihat ada sejumlah bahan-bahan untuk ia masak "Aku pingin sekali nasi goreng, aku harus membuat nya." gumam laki-laki itu sambil memegang perut nya.
Al langsung meletakan wajan di atas kompor lalu dirinya pun memotong-motong sayur yang ada didalam kulkas tersebut dan menggeprak bawang juga irisan daging dan sosis, lalu dengan sangat piawai nya Al menghidupkan kompor lalu meletakan blue been kedalam wajan panas itu.
Selang beberapa lama akhirnya nasi goreng buatan Al pun jadi.
"Nasi goreng daging cincang, jadi." ucapnya tersenyum ala-ala chef
Al sama sekali tidak mencicipi masakan nya sendiri, ia membawa sepiring nasi goreng itu menuju kamar nya juga kamar istrinya itu.
tok... tok... tok...
Al mengetuk pintu namun tidak ada respon sama sekali dari istrinya dan kembali Al mengetuk pintu itu lagi namun tetap tidak dibukakan, dan ia pun langsung membuka gagang pintu kamar tersebut dan ternyata memang tidak terkunci.
Ceklek....
__ADS_1
"Ehmm... sayang.. " panggil Al mencari keberadaan istrinya namun yang dipanggil tidak juga memunculkan wajahnya.
ceklek....
Nana membuka pintu kamar mandi dan dia baru saja mandi dan memakai jubah mandinya.
"Eh... kamu." Nana salah tingkah karna dirinya belum memakai bajunya dan ternyata suaminya itu ada di dalam kamar.
"Apa aku ganggu?" tanya Al sedikit nervous.
"Ehm.. enggak." ucap Nana lagi
"Mau makan? aku buat nasi goreng untuk mu." Al menawarkan masakan nya kepada istrinya itu.
"Kamu memasaknya untuk ku? bisa?" tanya Nana meragukan suaminya.
"Iya, aku bisa kok.. " jawab Al lagi dan Nana pun berjalan mendekati suaminya.
"Kita duduk di... di sofa." ajak Nana dengan gugup, mereka seolah dua orang yang baru saja melakukan PDKT.
"Aku coba ya." ucap Nana dan Al pun menganggukan kepalanya
Happp....
Satu sendok nasi goreng daging masuk kedalam mulut Nana dan Al langsung melihat ekpresi wajah istrinya itu.
"Bagaimana?" tanya Al dan Nana hanya diam mematung merasakan apa yang ada didalam mulut nya itu.
"Sayang gimana?" tanya Al lagi
"Ehhmmmm..... enak banget... sayang ini enak banget." ucap Nana kembali memakan masakan suaminya itu.
Hap
__ADS_1
Hap
Hap
Al tersenyum bahagia melihat istrinya begitu nafsu makan "Sayang, aku nggak percaya loh kamu bisa masak se enak ini.. tapi aku sangat menyukainya." ucap Nana
"Kau suka?"tanya Al lagi
" Ya aku suka sekali."ucap Nana
"Denger ya yank, kita harus mulai hidup baru jangan ada lagi hari hari kemarin." ucap Nana sambil mengunyah nasi goreng dalam mulut nya
"Ehemm... " Al berdehem ikut bahagia dengan celoteh istrinya.
"Terus?" tanya Al lagi
"Terus buat kau suamiku, jangan khawatir suamiku, aku akan menutup mata dari mereka yang memiliki rumah lebih megah, kendaraan yang lebih mewah, dan harta yang lebih melimpah dari milikmu."ucap Nana
" Sepertinya tidak mungkin sayang harta ku banyak."jawab Al
"Aku juga akan menutup telinga dari para istri yang menceritakan penghasilan suami mereka yang lebih besar darimu. atau mengabarkan bahwa mereka dibelikan in itu oleh suami mereka." ucap Nana
"dengan ku kau tidak harus menutup telinga mu Nana."ucap Al mulai kembali mode jenuh jika istrinya itu mulai menganggap dirinya itu orang biasa.
"Aku hanya akan memandangmu, membawa segenggam rejeki yang kau peroleh dari pekerjaan mu, berapapun nilai nya , ituitu sudah membuat ku sangat bahagia."ucap Nana lagi
" Haissss.... nilai nya tak terhitung sayang."ucap Al lagi
"Suamiku, apapun pekerjaan mu, berapapun penghasilan mu, aku akan selalu bersyukur dan mendukung mu selama kau di jalan yang benar." ucap Nana pada akhrinya
"Aku kaya Nana, tidak perlu bekerja, paham." ucap Al pada akhirnya menyudahi omongan istrinya itu.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf ya baru update, othor lagi sakit kaki sama pegel tangan. 🙏🙏😔