Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Sikap yang aneh


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


Semenjak hari itu dimana Nana mengetahui permasalahan antara suami dan ibu mertua nya itu kini Nana tidak pernah lagi memaksa Al untuk hal apapun yang bersangkutan kepada ibu mertua nya itu, karna Nana tak ingin membuat suaminya itu kembali mengingat masalalu yang terjadi pada suaminya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Nana akan tetap mencoba untuk berusaha mengilangi atau menyembuhkan luka suaminya di masa kecil walaupun kemungkinan nya sangat lah kecil.


Pagi pun tiba Al yang masih tidur begitu nyenyak di ranjang nya,sedangkan Nana baru saja selesai mandi dan hendak turun ke dapur untuk melihat apakah sarapan suaminya sudah selesai.


"Mau kemana?" Tiba-tiba Nana di kagetkan suara suaminya yang masih memejamkan mata tetapi menanyakan dirinya.


"Kau sudah bangun?" tanya Nana sambil mendekati suaminya dan naik langsung ke atas ranjang mereka.


"Hmmmm," Al langsung memeluk dan melingakarkan tubuh istrinya.


"Hey, ini sudah pagi ayo bangun bersihkan tubuh mu dan aku akan menyiapkan sarapan pagi mu." ucap Nana jendela melepaskan eratan tangan suaminya di pinggang nya itu.


"Nggak mau." entah kenapa beberapa hari ini Al selalu bersikap manja kepada Nana


"Tapi sayang,pagi ini kau harus ke kantor. ayo bangun." ucap Nana lagi namun Al tetap tidak mau


"Aku cuma mau dipeluk, sebentar saja." ucap Al lagi seperti anak kecil merengek kepada Nana.


"Baiklah, sebentar saja lalu kau mandi dan aku akan siapkan pakaiannya, paham." ucap Nana


"hmmmm." Al hanya berdehem dan karna istri nya sudah baring di samping nya Al pun dengan sigap memeluk Nana.


Al tampak kembali tidur memeluk tubuh Nana dan ia menciumi leher istrinya begitu harum dan nyaman sedangkan Nana membiarkan nya saja untuk beberapa saat "Kau adalah hidup ku Al." batin Nana sambil menciumi kening suaminya.

__ADS_1


Nana begitu rapuh jika melihat suaminya tak berdaya, setiap malam harus ngigau marah-marah juga ketakutan, namun Nana tidak akan bisa melihat suaminya seperti itu. dia selalu ada dan menggenggam tangan kokoh tersebut.


Namun sudah berapa hari ini sikap dan sifat Al aneh tidak seperti biasanya, dimana jika Al orangnya yang begitu tegas dan tidak banyak bicara beda dengan beberapa hari ini, Al bersikap seolah dirinya anak kecil, pengen dimanja terus apalagi saat ada Nana. ia selalu malas untuk ke kantor dan bangun selalu kesiangan, Nana suka heran tapi ini bukan penyakit dan dirinya mau tanya kemana.


Namun saat Nana berperang dalam lamunannya tiba-tiba perut nya langsung mual dan mau muntah..


"ehmmm... huekk... huek.. "Nana langsung melepaskan pelukan dari suaminya dan segera ke kamar mandi.


Al yang kaget karna terbangun melihat istrinya berlari ke kamar mandi dan saat itu juga lah kecemasan muncul.


" Sayang."panggil Al kepada Nana sambil mengejar istrinya ke kamar mandi.


dor... dor... dor...


Al menggedor pintu kamar mandi itu agar di buka "Sayang, apa kau baik-baik saja?"ucap Al dengan suaranya begitu cemas dan tak lama Nana pun keluar dari dalam kamar mandi.


" Kau kenapa? apa kau baik-baik saja?"Al langsung bertanya kepada istrinya itu sambil memegang bahu Nana.


"Aku ga tau yank, tapi perut ku suka tiba-tiba mual apalagi pagi hari." ucap Nana mengaduh pada suaminya layaknya anak kecilnyangs skit perut sedang mengaduh.


"Keracunan makanan tidak mungkin, dirumah ini makanan semuanya higienis dan terjamin.. hmm." Al pun berfikir sejenak


"Kita ke dokter pagi ini, cepat ganti baju mu, aku akan ganti juga pakaian ku." Al tidak ingin di bantah pokoknya mereka pagi ini harus ke rumah sakit.


Setelah selesai ganti pakaian Nana dan Al pun turun dari lantai atas ke bawa, mobil yang akan Al gunakan pun telah di siapkan namun saat mereka berdua hendak pergi tiba-tiba ponsel Al berdering yang ternyata itu adalah panggilan dari Ben.


"Hallo... ada apa Ben?" tanya Al

__ADS_1


"Tuan, ada hal penting yang harus aku bicarakan kepada Anda sekarang. apakah saya bisa bertemu dengan anda? ini penting Tuan." ucap ben di ujung telpon


"Apa yang penting Ben? aku mau pergi dengan istriku, katakan hal penting apa itu? tanya Al lagi


" Ini hanya bisa di bicarakan jika kita bertemu, Tuan."Ucap Ben lagi dan Nana bisa mendengarkan percakapan kedua orang itu karna memang Al memperbesar volume suara ponsel tersebut.


Namun saat itu juga Al mematika ponselnya "Tidak penting, ayo sayang masuk." ucap Al pada ponselnya lalu mentitah Nana masuk ke dalam mobil


"Sayang, aku rasa Ben ada kepentingan yang harus dibicarakan secara tatap muka dengan mu, pergi lah biar aku pergi sama sopir aja ya."ucap Nana mentitah suaminya agar pergi lah menemui asisten nya itu.


" Kau lebih penting dari itu semua."jawab Al tidak memperdulikan siapapun


"Iya aku tau dan aku sangat mencintai mu, maka pergi lah aku baik-baik saja, paling ini sakit perut biasa. setelah itu aku akan langsung pulang, oke." ucap Nana agar suaminya itu juga tau tugasnya


Al melihat wajah istrinya masih ada rasa tidak tengah membiarkan istrinya pergi sendirian namun Nana lagi-lagi memaksa nya.


"Kau yakin?" Tanya Al meragukan istrinya.


"Iya yakin, udah pergilah." ucap Nana lagi.


"Ya sudah, jaga dirimu baik-baik. aku pergi dulu." Al langsung menciumi kening istrinya dan perg dari sana


mereka berdua pun berpisah dimana Nana kerumah sakit menemui dokter hanya di antarkan sopir sedangkan suaminya pergi untuk bertemu dengan Ben sangat Asisten.


Bersambung.....


siapkan jantung 🤭🤭

__ADS_1


bantu support othor like dan vote ya 🙏🙏


__ADS_2