
Happy reading
Support dan Vote karya ini terus ya🙏
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Deg.....
Sore itu menjadi begitu cerah seakan ada yang aneh dalam dirinya nya, Al tak henti-hentinya memegang dadanya kalah Nana berterimakasih dengannya dan mengatakan Love You."Ayo suami kita masuk, mau belanja kan?" Nana tanpa sadar langsung menggenggam tangan Al begitu saja seakan mereka sudah sangat akrab dan mengenal sudah terlalu lama hingga tidak ada keangkuhan oleh keduanya .
"Suami ayo, kenapa berdiri diam dan menatap ku seprti itu? ayo.." Nana menyadarkan Al dari lamunan nya.
"Ya.. baiklah." jawab Al dan mereka berdua pun masuk kedalam Mall besar disana.
"Wow."
Nana begitu mengagumi Mall di Negara ini.
Magna plaza shopping mall
__ADS_1
Gadis itu tidak pernah terfikir kan jika dirinya bisa sampai di negara lain, bahkan membayangkan bisa membeli tiket untuk menuju ke negara ini pun Nana rasa tidak mampu apalagi untuk berbelanja langsung di Negara tersebut. Namun jika Nana seperti itu namun tidak dengan saudara tirinya, mereka seakan mengikuti trand juga bersosial dngan kalangan elit.
"Aku mau Ice cream boleh?" Nana menunjukan Ice cream yang ada didalam Mall tersebut sambil melihat wajah Al yang lebih tinggi darinya.
"Beli sesuka mu." ucap Al lalu membawa Nana mendekati kedai ice cream tersebut.
"Berikan ice cream termahal dan terenak yang kau punya kepada istriku." ucap Al lalu mengeluarkan black card miliknya dimana orang yang mengerti melihat card tersebut hanya bisa menelan ludah nya begitu kasar.
"Sir can you give me some cash?" penjual ice cream itu meminta dibayarkan dengan uang cash saja karna tidak mungkin satu ice cream harus membayarnya dengan kartu itu batin penjual tersebut.
"I don't have cash." (Saya tidak memiliki uang tunai) Al menyeimbangkan bahasa nya agar mudah dipahami di negara mereka
Nana sibuk memperhatikan perdebatan kedua orang dihadapan nya itu sambil memakan ice cream yang menurut nya adalah pilihan terenak itu.
"Jika tidak punya biarkan aku membayar nya." ucap Nan lagi hendak mengambil uang di tas nya
"Aku bukan tidak memiliki uang Nana tapi aku tidak membawa uang tunai, balikan lagi uang mu itu kedalam tas, setiap negara mata uang nya beda-beda o'ot, jadi percuma." ucap Al dengan tegas
"Owh begitu, terus gimana dong?" Nana ikut bertanya
"That's it, I bought all your ice cream and please share it for free to visitors here." (Begini saja, saya borong semua ice cream mu dan tolong bagikan secara gratis kepada pengunjung disini) Al langsung kembali menyodorkan black card nya kepada sang penjual dan akhirnya penjual itu pun melakukan penghitungan total semua pembelian Al.
"Thank you sir." ucap sang penjual sedikit membungkukkan tubuhnya, setelah itu Al pun membawa Nana menjauh dari tempat itu.
__ADS_1
"Suami kenapa kita langsung pergi saja dari sana? kasihan bapak nya, kita kan belum bayar." ucap Nana kepada Al
"Ayo kita balik kesana lagi." Ajak Nana namun Al menahan tangan wanitanya itu
"Aku sudah membayar nya." ucap Al dengan suara masih terdengar keangkuhannya tanpa melihat wajah Nana sama sekali
Nana menghentikan langkahnya lalu berbalik arah menatap suaminya lalu Nana memicingkan kedua matanya menatap Al dengan sangat intens membuat laki-laki itu merasa sedang di intimidasi.
"Kau kenapa?"tanya Al sambil membuang pandangan nya karna Nana sedari tadi menatap dirinya
" Kau sudah membayarnya?"tanya Nana
"Ya" jawab Al
"Tapi aku tidak melihat kau memberikan uang kepadanya? jangan bilang kau ngutang ya?" tuduh Nana membuat Al merasa ilang harga diri mendengar kata-kata hutang
"Aku tidak berhutang jadi jangan ngaco.," ketus Al
"Lalu kenapa kau bilang sudah bayar, padahal aku tidak lihat kau memberikan uang kepada pak tua itu."Nana semakin memojokkan Al Chapone
" Karna dia tidak mau menerima card ku jika beli satu ice cream, jadi aku beli semua ice cream nya dan minta ia membagikan kepada pengunjung disini, dan ice cream yang kau makan itu sudah di bayar lunas."ucap Al menegaskan kata-kata nya
"Beli semuanya?"
__ADS_1
Bersambung.....