Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 10 : Sebuah Kebanggaan


__ADS_3

Yang kumaksud adalah seorang yang sedang duduk selagi tersenyum seperti biasa di ruangannya, dia adalah Alya Luis Wisfold.


"Tuan Figo, putri Lumia dan juga tuan Weis, apa yang saya bisa bantu?"


Dia berperan bodoh sekarang.


"Maaf mengganggu waktu anda nona Alya, sebenarnya."


Figo yang jelas tidak bisa menunggu menggebrak meja dan berkata memotong perkataan Lumia.


"Aku ingin melakukan duel dengan kelompok orang ini, aku ingin jika menang mereka diusir keluar akademi selamanya."


"Dan jika mereka menang?"


"Kami tidak keberatan jika mereka ada di kelas bangsawan elit juga."


Membosankan jika terus menjadi siswa nganggur jadi aku tidak akan membantahnya terutama saat kami diberikan ruang kelas yang cukup bagus.


"Aku mengerti, aku akan mengizinkannya, bahkan jika kalian menggunakan unit Zeltras aku mengizinkannya."


"Nona Alya, itu terlalu berlebihan mereka hanya siswa baru."


"Tidak, itu bagus aku akan menunjukan segala kemampuan kami agar mereka tahu akan rasa hormat, empat lawan empat seminggu dari sekarang."


Figo pergi setelah mengatakan hal demikian.


Bahkan dia lupa bahwa dirinya lebih rendah dibandingkan putri yang ada di sini.


"Aku harap kamu tidak mengambil tingkahnya terlalu dalam, ia hanya ingin membuktikan dirinya kuat dan saat seseorang mengejek kerja kerasnya ia benar-benar marah."


"Aku bisa mengerti itu."

__ADS_1


"Nah Weis, jika kita punya waktu apa kita bisa berbicara sebentar."


"Tentu undang aku kapanpun kau inginkan."


"Kalau begitu aku permisi."


Aku bisa melihat bagaimana putri bernama Lumia keluar dari ruangan ini, aku mengalihkan pandangan ke arah Alya.


"Sepertinya semuanya berjalan seperti yang kau inginkan kepala sekolah."


"Apa maksudmu?"


"Kamu ingin menjadikan kami sebagai batu pijakan para bangsawan bukan."


"Kau benar-benar tajam tuan Weis Either."


Dia bersandar lalu berdiri dari kursinya.


"Mau minum sebentar?"


"Jika menolak aku akan menuliskan di laporanmu bahwa kau mencoba untuk melecehkanku dengan melepaskan pakaianku secara bertahap."


"Wanita yang licik, kuharap tehnya akan enak."


"Tentu saja," katanya tersenyum tipis.


Ada sebuah sofa yang terpisah dari kursinya yang mana aku duduk di sana sementara Alya menyeduh teh ke cangkir kecil yang lalu diberikan padaku.


"Bagaimana?"


"Lumayan."

__ADS_1


"Syukurlah."


Ia menyeruput teh miliknya lalu menjelaskan.


"Sejak lama aku merencanakan hal ini untuk menghancurkan kebanggaan para bangsawan."


"Kebanggaan?"


"Aah, mereka merasa dirinya lebih baik dibanding siapapun berbeda dari rakyat biasa dari kecil mereka sudah dilatih bertarung serta mendapatkan pengetahuan luas jadi saat berada di sini mereka merasa lebih hebat bahkan dengan instruktur mereka sendiri."


"Aku bisa mengatakan bahwa mereka menjadi seorang pembangkang atau sebagainya."


"Mereka sulit diajarkan, lalu bagaimana jika ada seorang murid yang dianggap lemah mengalahkan mereka?"


"Mereka akan sangat frustasi dan mulai belajar sungguh-sungguh di sini."


"Tepat sekali, negara kita sedang masa krisis peperangan hal ini harus dilakukan untuk membuat mereka semakin kuat di masa depan nanti."


Aku bisa mengerti hal itu, anak muda adalah penerus bangsa jika mereka tumbuh tidak kompeten maka negara ini pasti dalam ambang kehancuran.


Aku setuju dengan itu namun yang tidak kusuka adalah dia memanfaatkan kami semua untuk hal seperti ini. Jika kami melaluinya apa yang akan kami dapatkan? Itulah yang ingin kutanyakan padanya.


Seolah membaca ekspresiku Alya melanjutkan.


"Sebagai ucapan terima kasih, aku tidak masalah mengabulkan keinginan.. apapun katakan saja."


"Kalau begitu biarkan kami untuk menjelajahi ruang bawah tanah akademi."


"Dari mana kau mengetahuinya?"


"Aku tanpa sengaja mendengarnya dari obrolan orang-orang."

__ADS_1


Alya semakin curiga denganku tapi aku tidak ingin terlalu memikirkannya, dari awal aku memang sudah pernah ke sini dan setahuku ada sebuah labirin di kota ini.


Setelah aku mencari tahunya ternyata mereka menyembunyikannya di bawah akademi ini.


__ADS_2