
Sebuah istana sedang dibangun di kota Trivia, selama masih dalam pengerjaan seluruh pemerintah akan dilakukan di gedung sementara.
Pelantikan ratu baru serta pengumuman bahwa dia sudah menikah denganku menjadi topik hangat di pelosok kerajaan, bahkan sekarang aku sedang dikejar-kejar puluhan siswa laki-laki yang marah.
"Sialan, apa semua gadis cantik harus diambil olehnya sebelumya Hoshimiya sekarang putri juga."
"Tangkap dia, gantung, gantung."
"Uwaaah."
Aku bisa lolos setelah bersembunyi di dalam gang.
Kelima buku keluar dalam wujud manusianya.
"Tuan jadi populer."
"Bukannya itu bagus."
Casandra dan Talia malah menggodaku.
"Bagus apanya?" kataku lemas lalu melanjutkan.
"Aku jadi ingin makan yang manis-manis apa kalian mau makan es krim."
Mereka semua mendekatkan wajahnya dengan mata berbinar.
"Kami mau."
Aku bisa tahu dari wajah kalian. Kami mengunjungi toko eskrim dan memesan banyak eskrim yang sangat tinggi.
Pelayan sedikit terkejut denganku.
"Bukannya Anda suami putri Lumia."
"Iya, bagaimana mengatakannya mereka semua bisa dianggap selir."
__ADS_1
"Baru pernikahan sudah punya selir anda pasti pria yang luar biasa.
Aku sempat berfikir para wanita akan menganggapku sebagai musuh tapi kurasa tidak demikian.
Pandangan tentang seorang terkadang memang selalu berbeda-beda, jika seorang membencimu pasti diluar sana ada yang menyukaimu juga.
"Aku ingin tambah."
"Aku juga."
"Kalian bagaimana bisa makan eskrim secepat itu."
Selanjutnya mereka semua berteriak selagi memegangi kepala mereka.
"Otakku membeku."
Itulah akibatnya.
Beberapa hari berikutnya aku diundang Alya ke kantornya, selagi mendengar informasi penting aku dan dengannya melakukan hal dewasa di dalam ruangan.
"Aku sering melakukannya."
Entah kenapa kehidupanku jadi seperti ini, aku terlihat seperti sampah.
"Demon Lord Terrytory sudah mulai bergerak mereka kini menyerang kita dari segala sisi."
"Itu cukup buruk, saat mereka berhasil menghancurkan ibukota itu jelas sudah menjadi kekalahan terbesar kita, aku benar-benar akan mengandalkanmu untuk ini."
"Tentu saja."
"Kepala sekolah aku membawa berkas yang Anda berikan."
Suara seseorang terdengar dari pintu.
"Aku sedang sibuk bisa kembali satu jam lagi."
__ADS_1
"Apa anda baik-baik saja nafas anda terdengar berat."
"Tak masalah, aku hanya sedang berolahraga sedikit di ruanganku."
"Aku mengerti."
Aku memang seorang penjahat.
Aku duduk di sudut ruangan selagi merenungkan semuanya. Aku bereinkarnasi bukan untuk membuat Harem, ada tugas yang harus kulakukan di dunia ini tapi semuanya berubah jadi seperti ini.
Mari pikirkan apa yang dewi katakan saat itu.
Itu adalah ruangan putih yang tidak terisi apapun kecuali kursi yang di duduki oleh seorang gadis berambut pirang dan bersayap putih.
"Kamu terbunuh cukup mengerikan, tubuhmu terbelah dua bagian loh."
Aku sama sekali tidak peduli bagaimana aku mati yang kuinginkan hanyalah tahu bagaimana soal keadaan kota, gadis di depanku yang mengaku dirinya dewi berkata.
"Sayang sekali tapi semua orang di sana telah meninggal bahkan kotanya juga sudah rata tanpa ampun, aku benar-benar minta maaf tapi aku tidak bisa mencampuri hal yang terjadi di dunia sana."
Dia membaca pikiranku.
"Apa dunia akan hancur?"
"Tidak, walau aku bilang tidak mencampuri sebenarnya aku melakukan sedikit hal yang salah."
"Mungkinkah."
"Lawan yang dihadapi umat manusia sekarang sangatlah kuat dan tak mungkin bisa dihadapi banyak orang bahkan pahlawan juga, untuk membantu kalian aku menyegel makhluk itu tapi tetap saja harus ada seseorang yang mampu mengalahkannya."
"Kalau begitu tolong kirim aku ke sana lagi."
Sang dewi menunjukkan wajah bermasalah selagi menggaruk rambutnya.
Hal yang dia katakan adalah...
__ADS_1