
Aku kembali ke penginapan dan menemukan bahwa Geonia telah diikat di lantai sementara Cassiopeia tersenyum puas.
"Aku tidak tahu bahwa diikat seperti ini sangat nyaman, aku ketagihan."
Aku menarik pipi Cassiopeia sebagai balasan.
"Uwaah."
Dia telah merubah gadis yang polos menjadi seperti ini, lain kali aku akan selalu membawanya ke medan pertempuran.
Pagi berikutnya seluruh orang yang ditangkap dikirim ke ibukota untuk diberikan hukuman, tak terkecuali penjual budak termasuk penjaga serta pimpinan bangsawan.
Bangsawan itu tampak memiliki wajah yang lebam dan aku yakin bahwa Sento yang melakukannya. Dia tersenyum puas karenanya. Para budak dikembalikan ke rumah mereka dan itu menjadi suatu yang baik untuk semuanya.
Sebelum kami melanjutkan perjalanan kami mengambil waktu untuk pergi ke sebuah kedai yang menyajikan makanan laut.
"Makanlah yang banyak, aku membuatnya sangat spesial untuk kalian haha."
"Terima kasih bibi, bisakah aku meminta bir juga."
"Tidak usah Bi, kami sebentar lagi akan melakukan perjalanan aku tidak ingin orang ini mabuk."
"Itu tidak adil Weis, aku instrukturnya."
"Bukannya kau sudah melimpahkan tanggung jawab padaku karena itu aku berhak melarang siapapun."
Berkat perkataanku Sento akhirnya memilih menyerah, aku jelas tidak boleh lengah darinya bagaimana jika dia jatuh ke laut? Hal itu jelas hal yang kuhindari.
Di meja ada sup kepala ikan tuna, kepiting jumbo saus pedas, sate udang serta kerang mentah yang disatukan dengan balok-balok es yang bisa dimakan.
Aku bertanya pada Geonia apa dia bisa memakan makanan laut dan jawabannya benar.
__ADS_1
Itu membuatku sedikit lega, kurasa karena berbeda jenis maka mereka bisa melakukannya, seperti ikan hiu yang memangsang ikan lainnya untuk makanan, semacam itulah.
Casandra di sebelahku juga turut ambil bagian.
"Tuan buka mulutmu."
"Tentu."
"Weis."
"Baik."
Secara bergiliran entah Hoshimiya atau Casandra mereka bergantian menyuapiku.
"Sepertinya menyenangkan, aku juga... buka mulutmu Weis."
Andelona menjulurkan sumpit padaku disusul Sento, Cassiopeia dan Geonia juga.
"Kalian juga."
Dia bilang ini ucapan terima kasih karena menangkap bangsawan di wilayah ini dan juga para penjual budak tersebut, tak hanya ilegal sepertinya bangsawan itu juga kerap melakukan korupsi.
"Oh yah paman, apa kita bisa mengambil jalur memutar?"
"Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?"
"Aku ingin mengunjungi laut mengamuk."
"Tempat itu kah... kemungkinan besar kami tidak bisa mendekat, apa tak masalah."
"Aah."
__ADS_1
"Kalau begitu baiklah."
Dengan permintaanku kami memulai pelayaran. Andelona berdiri di paling depan bersama yang lainnya selagi merasakan hembusan angin melewati mereka.
Sementara aku dan Hoshimiya berada di samping selagi mengawasi laut yang kami lewati atau sejujurnya aku memeluknya dari belakang dan tanganku melingkar pada perutnya.
"Sudah lama sekali aku tidak melihat laut, indah sekali."
"Apa kau ingin mencoba bermain air?"
Hoshimiya menatapku dengan pandangan berbinar jadi jawabannya pastilah iya.
Dia mengenakan pakaian renang bersama yang lainnya, para awak tampak menangis dengan pemandangan yang mereka tunjukkan.
"Syukurlah aku hidup sampai sekarang."
"Indah sekali."
"Kalian jelas berlebihan."
Aku mengarahkan tanganku ke dalam air dan dalam sekejap air naik ke permukaan kemudian membentuk dirinya menjadi pilar-pilar raksasa yang tinggi.
"Seperti biasa sihir air tuan sangat mengagumkan."
"Kau juga ikut Casandra."
"Tentu saja tuan, ini adalah event pakaian renang aku tidak bisa melewatkannya, aku juga ingin pamer lekuk tubuhku."
Dan mereka melompat secara bergiliran ke dalam laut, untuk Geonia dia bisa merubah kakinya menjadi sirip karenanya dia berenang paling cepat dari semuanya untuk sampai ke salah satu pilar tersebut, secara otomatis tubuhnya akan ditarik ke atas lalu terjun secara bebas.
Paman bajak laut menepuk pudakku selagi mengangkat jempolnya.
__ADS_1
"Good job."
Mereka sangat bahagia kurasa.