
Dari sini kami telah memasuki wilayah desa Andelona, kami berhenti sejenak untuk memeriksa pepohonan yang seharusnya tempat ini adalah hutan, aku menyentuh pohon tersebut dan itu larut menjadi debu.
"Bukannya ini terlalu parah," aku menegaskan hal itu pada Andelona yang tampak murung.
"Waktu aku meninggalkan desa hal ini tidak terjadi, aku sedikit khawatir dengan orang tuaku."
Cassiopeia mengambil tanah untuk ditelitinya, sementara Sento dan Hoshimiya masih memeriksa sekitar melewati teropong di tangannya.
Mereka menggelengkan kepalanya dan aku tidak perlu bertanya bagaimana dengan tempat yang lainnya, kami melanjutkan perjalanan dan sampai di sebuah desa yang telah kehilangan kehidupannya beberapa rumah telah ditinggalkan namun masih banyak orang yang tinggal di sini juga.
Jika melihat situasinya bencana dari pohon Ideasil belum sampai ke wilayah yang berdekatan dengan desa ini jadi mereka masih bisa bertahan. Melihat aku yang menghentikan mobil di tengah-tengah desa semua orang datang untuk melihat, terutama sepasang suami istri yang menerobos maju.
"Andelona apa itu kamu?"
"Mama."
"Andelona."
"Papa juga."
"Syukurlah kamu baik-baik saja."
Kami memberi salam pada semuanya sebelum menyerahkan penjelasan pada Sento. Penduduk ini pasti kebingungan terlebih kami mengenakan seragam akademi militer.
"Kami datang kemari untuk menyelesaikan masalah wilayah di sini atas nama akademi jadi jangan khawatir."
__ADS_1
"Terima kasih banyak."
Hoshimiya mengeluarkan seluruh bahan makanan yang kami simpan di kantong penyimpanan, itu akan cukup digunakan selama tiga hari sampai empat hari.
Aku ingin tahu kenapa Sento tidak ingin membuat penduduk salah paham tentang kerajaan namun aku yakin semua orang tidak punya pikiran baik pada kerajaan ini. Buktinya bahwa tidak ada siapapun dari mereka yang mencoba menyelesaikan masalah di sini hingga banyak desa yang terbengkalai.
Sento berbincang-bincang dengan kepala desa sementara keluarga Andelona mendekat padaku.
"Terima kasih banyak telah menjaga putri kami, bagaimana mengatakannya putri kami itu sedikit psikopat."
"Aku sebagai ayahnya terkadang berfikir bahwa dia aneh."
Mereka berdua sangat jujur tentang putrinya.
"Bukan masalah, aku tidak keberatan lagipula Andelona bagian dari kelompokku juga."
"Syukurlah, silahkan hamili saja dia jika dia selalu berbuat masalah, kami tidak keberatan asal jangan lupa mengurus dia juga."
"Aku juga berfikiran sama."
Keluarga ini sangat ekstrim, aku pikir mereka sudah putus asa mengurusi putrinya berfikir mendapatkan cucu darinya juga agak mustahil.
"Mama, papa, itu terlalu cepat."
Dia malah tidak menolaknya.
__ADS_1
"Kalian pasti perlu tempat untuk menginap, silahkan ikuti kami ke rumah."
"Kami memiliki banyak orang, apa tidak masalah?"
"Jangan khawatir kami punya tempat yang cukup untuk semuanya."
Aku, Sento, Hoshimiya dan Cassiopeia hanya melongo tak percaya.
"Ini bukan lagi rumah ini mansion," teriak Cassiopeia mewakili apa yang kami pikirkan.
"Mereka juga punya kolam pancuran di tengah rumah."
"Bukan hanya itu, ada beberapa pelayan yang terlihat bersinar, apa ini benar-benar kediaman rumah penebang kayu."
Itu juga yang ingin kutanyakan.
Ibu Andelona menjelaskan dengan malu.
"Bagaimana mengatakannya, suamiku memenangkan undian dan kami malah kebanjiran harta dan aku memiliki bisnis besar sebagai pemilik toko pakaian di kota terdekat."
"Bagaimana soal menebang kayu?"
"Aku sudah tidak melakukan itu lagi, karena pohon sudah banyak yang mati jadi selama ini aku hanya membantu istriku di toko."
Super mengejutkan untukku.
__ADS_1
"Silahkan masuk, anggap rumah sendiri."
Tak kusangka kami akan mendapatkan kemewahan di tempat seperti ini.