Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 67 : Kembali Ke Akademi


__ADS_3

Kami bersama-sama menghentikan sebuah kereta yang sebelumnya aku lihat di Dapline. Tak perlu menunggu lama kami menghajar orang yang membawanya kemudian mengambil dua buku lalu melarikan diri begitu saja.


Ini jelas seperti mengambil permen dari bayi, kalau saja hal ini selalu terjadi semuanya akan terasa mudah.


"Eh?"


Kurasa aku terlalu cepat berbicara.


Sento, Andelona, Hoshimiya dan juga Cassiopeia menatapku dengan heran.


"Ada apa Weis?"


"Aku tidak bisa membuka bukunya."


"Itu tidak biasa, biar aku lihat."


Cassiopeia mengambil inisiatif untuk memeriksanya. Bahkan setelah aku mendapatkan lima buku aku tidak bisa membuka buku sisanya.


"Ini menggunakan ESD, tak kusangka bisa ditaruh di dalam buku juga."


"Kau serius?"

__ADS_1


"Lihat baik-baik di bawah bukunya."


Aku bisa melihat sebuah chip terpasang di sana.


"Bagaimana kalau kita hancurkan saja secara paksa," ucap Andelona demikian.


"Itu akan membakar bukunya, aku yakin buku ini pasti sebelumnya dimiliki oleh yang ahli dalam pembuatan mesin, bahkan jika menggunakan meriam yang sebelumnya kubuat sistemnya tidak akan bisa dihilangkan."


Meriam yang dimaksud adalah meriam yang kugunakan saat melawan raja langit.


Hoshimiya menambahkan.


"Itu buruk, apa kita tidak bisa membukanya?"


"Satu tahun?"


"Kalau orang lain lebih lama dari itu, tapi jika ingin cepat kita bisa pergi ke kota mesin untuk mencuri alat tersebut."


Kota mesin adalah tujuanku juga, hal yang terburuk aku ingin menghancurkan kota tersebut namun ada hal yang kita lakukan lebih dulu sebelum pergi ke sana.


"Kurasa dua buku ini bisa menunggu nanti, mari kembali ke kota Trivia. Aku sedikit mengkhawatirkan keadaan di sana."

__ADS_1


Semua orang mengangguk dan seperti itulah kami kembali ke asrama.


Sudah sejak lama aku menghadiri kelas semenjak pencarian buku tersebut, aku sudah mengetahui situasi ibukota yang telah dihancurkan dan menemukan hal yang mengejutkan setelahnya.


Karena ibukota sudah dihancurkan Trivia kini menjadi ibukota baru di pemerintahan Fortagan, kini gelar putri Lumia telah digantikan sebagai ratu termuda yang akan memerintah negara ini dan Figo dinaikan menjadi bangsawan Duke, bagaimanapun bangsawan yang masih hidup hanya mereka.


Fakta bahwa seluruh kerajaan saat itu berada di ibukota sungguh memilukan, Lumia dan Figo mendapatkan undangan yang sama namun mereka memilih tidak datang, itu adalah sebuah keberuntungan... dengan ini kerajaan benar-benar akan menjadi baru.


Di dalam tubuhku setiap buku roh saling mengobrol satu sama lain rasanya seperti mereka sedang melakukan pesta teh atau sebagainya. Aku ingin mengeluarkan mereka tapi kini aku sudah terikat seutuhnya dengan lima buku tersebut.


Aku memandang papan tulis selagi mencuri pandangan ke setiap lingkaran sihir, tidak ada konsep lingkaran sihir tanpa atribut dan sepertinya hanya aku yang bisa melakukannya.


Sebuah lingkaran kecil kuciptakan di tanganku dan dalam sekejap itu menjadi sebuah lingkaran dengan berbeda warna, Casandra api, Talia air, Arina tanah, Arisa angin dan Miko sihir ruang dan dimensi, dan yang tersisa cahaya dan kegelapan.


Hanya sedikit lagi aku bisa melakukannya.


Setelah bel berbunyi aku bersama yang lainnya keluar untuk pergi ke atas sekolah, kami memiliki tempat rahasia belakangan ini dan di sanalah kami berkumpul saat waktu istirahat sayangnya, kini menjadi lebih ramai.


Selain semua roh buku yang telah kumiliki dan juga anggota kelompokku termasuk Sento, di sini juga ada putri dan pelayannya serta Alya juga.


Hanya istirahat berubah menjadi sesuatu yang besar seperti ini.

__ADS_1


"Kalau begitu selamat makan."


Aku yang selalu sendirian tak pernah mengira bisa makan dengan banyak orang seperti ini, kurasa ini tidaklah buruk.


__ADS_2