Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 66 : Tiga Buku Tambahan


__ADS_3

Aku memarkir mobil di dalam hutan lalu berkata ke arah ketiganya.


"Sento, Cassiopeia dan Andelona kalian akan bertarung di garis depan tak masalah untuk menghabisi siapapun yang masuk ke dalam hutan."


"Akhirnya sesuatu yang kusukai bisa kulakukan."


Andelona kembali ke sifatnya sedia kala.


"Dan Hoshimiya, saat Rudolf muncul tembak dia dari kejauhan."


"Serahkan padaku, lalu Weis sendiri?"


"Aku ingin mengikat kontrak dengan ketiga buku ini, Miko ahli dalam sihir teleportasi dengan keberadaannya kita bisa pergi tanpa perlu menggunakan mobil."


"Jika begitu kita bisa pergi tanpa perlu merasakan sakit di pantat lagi," ucap Sento mendapatkan anggukan Cassiopeia.


Mau bagaimana lagi resiko dari perjalanan jauh dengan mobil memang seperti itu, aku tadinya ingin melakukannya saat berhasil menghadapi mereka namun sayangnya itu tidak akan cukup waktu untuk mengejar buku yang lain yang dibawa ke negara lain.


Ketika Rudolf dihabisi kami akan langsung pergi.


Berbeda dengan Casandra dan Talia yang hidup dalam bentuk manusia ketiga buku di tanganku tidak bisa melakukannya kecuali seseorang membukanya tentu hanya aku yang bisa, karena itu selama itu mereka tertidur.


Aku sudah siap dimarahi jadi tak masalah.


Setelah menjauh dari kerumunan aku membuka segel di dalam buku tersebut dan melihat tiga orang wanita bertelinga kelinci dan rubah. Dua gadis kecil kembar dengan kimono serta telinga kelinci bernama Arina dan Arisa mereka sangat kembar jadi sulit dibedakan dan satu lagi adalah wanita dengan mengenakan gaun one piece oranye seperti ekor rubahnya.

__ADS_1


"Lihat Arina desu, bukannya ini tuan kita yang tidak bertanggung jawab."


"Benar sekali Arisa desu, orang yang meninggalkan kita begitu saja dan mati setelahnya."


"Aku benar-benar minta maaf, aku ingin membuat kontrak lagi dengan kalian."


"Maafkan saja tuan, lagipula saat itu memang tuan melakukannya untuk menyelamatkan kita."


"Aku juga berfikiran demikian."


"Apa boleh buat desu, tapi sebagai gantinya aku ingin dimanjakan."


"Iya."


Aku menyetujuinya lagipula tanpa mereka, sulit untuk memanggil dewi.


Dia menyibak rambutnya yang berwarna oranye juga. Ini pertemuan pertama kami jadi aku ingin tahu apa yang dia inginkan sebagai syarat kontrak.


"Kamu sepertinya cukup berpengalaman dengan roh agung, jika kau menawariku kontrak aku akan bersedia saja tubuh dan jiwa ini akan kuberikan loh dengan satu syarat."


Bagaimana dia mengatakannya itu terlihat seperti iblis.


"Apa yang kamu minta?"


"Aku suka makanan manis karena itu aku ingin banyak memakannya."

__ADS_1


"Aku tidak keberatan, kalian semua bisa melakukan apapun yang kalian inginkan."


"Sepakat."


Setelah kontrak, lima buku masuk ke dalam tubuhku, aku sedikit merasakan guncangan tapi tidak sampai membuatku kehilangan keseimbangan.


Aku sungguh nostalgia merasakan sensasi ini.


Bunyi letupan terdengar bersamaan burung-burung yang terbang ke udara, itu menandakan bahwa Rudolf sudah dikalahkan, tak lama mereka semua muncul dengan sebuah mobil.


"Kami sudah selesai."


"Kerja bagus sekarang kita pergi dari sini."


Aku menggunakan sihir teleportasi dan kami semua muncul dalam sekejap mata ke ibukota Aston.


(Bagaimana tuan, Kekuatanku sangat membantu)


(Benar, nanti aku akan berikan hadiah cemilan manis)


(Aku suka itu)


(Lalu bagaimana dengan kami)


(Kalian juga)

__ADS_1


Aku bisa mendengar banyak suara di pikiranku. Dari sini kami hanya harus menunggu dua buku lagi datang.


Ini jelas pekerjaan mudah untuk dilakukan sekarang, setelah mendapatkan seluruh buku janjiku akan ditepati.


__ADS_2